News Stream Pro Beckham Putra mengetuk pintu timnas Indonesia dengan meneruskan performa konsisten bersama Persib Bandung.
Gelandang muda Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, semakin menonjolkan diri sebagai salah satu talenta lokal yang patut diperhitungkan. Performa konsistennya bersama Maung Bandung telah berhasil menarik perhatian dan menempatkan namanya dalam radar pelatih baru timnas Indonesia. Ini bukan kali pertama Beckham merasakan atmosfer tim nasional, mengingat ia telah mengoleksi empat caps Merah Putih, yang semuanya dibukukan pada era kepelatihan Patrick Kluivert.
Kluivert kala itu memberikan apresiasi atas penampilan memukau Beckham bersama Persib. Musim lalu, pemain yang akrab disapa Etam ini menjadi pilar penting saat Persib berhasil menjuarai Liga 1 2024/25, menyumbangkan enam gol dan empat asis yang krusial. Debutnya di timnas Indonesia terjadi saat Garuda menghadapi China dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada bulan Juni lalu. Penampilan impresifnya sebagai pemain pengganti di laga tersebut kemudian diganjar kesempatan sebagai starter melawan Jepang.
Namun, level kompetisi yang sangat tinggi yang dihadapi timnas Indonesia di putaran ketiga maupun keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 sempat membuat sinarnya meredup. Ia juga terlihat kesulitan mengulangi performa terbaiknya di Super League 2025/26. Kendati demikian, semangat dan determinasi Beckham tak pernah padam, terbukti dari kebangkitannya dalam laga penting.
Momentum kebangkitan itu terjadi pada Minggu (11/1/2026), ketika Persib berhasil mengatasi rival abadi mereka, Persija Jakarta, dengan skor tipis 1-0. Dalam pertandingan penuh tensi ini, Beckham Putra menjadi protagonis utama. Ia berhasil memanfaatkan blunder bek lawan, Bruno Tubarao, untuk mengoyak jala Macan Kemayoran pada menit keempat. Kemenangan ini tidak hanya penting untuk posisi Persib di liga, tetapi juga mengukuhkan dominasi mereka dalam rivalitas sengit yang kerap digambarkan sebagai pertarungan “hidup dan mati” ini.
Tak berhenti di gol, Beckham kembali menjadi sorotan di babak kedua. Ia adalah sosok di balik terusirnya Tubarao dari lapangan setelah aksi menginjak kakinya, yang berujung kartu merah langsung. Usai pertandingan, Beckham dengan percaya diri mengungkapkan bahwa “ketengilan” atau sifat jahilnya memang menjadi bagian dari strateginya untuk memprovokasi lawan. “Terkait tadi kartu merah, ya alhamdulillah mereka selalu terpancing dengan ketengilan saya,” ujar Beckham. “Karena saya pikir itu adalah bagian dari strategi saya juga untuk seperti apa lawan Persija,” tambahnya, menunjukkan kematangan mentalnya di lapangan.
Statistik Beckham di musim ini juga cukup menjanjikan, dengan torehan dua gol dan tiga asis dalam 15 pertandingan. Penampilan konsisten, ditambah dengan kemampuan menjadi pembeda di laga krusial, tentu saja menjadi poin plus bagi pemain berusia 24 tahun ini. Meskipun pelatih baru timnas Indonesia, John Herdman, tidak memantau laga Persib vs Persija secara langsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, namun aksi gemilang Beckham pada pertandingan tersebut dipastikan tidak akan luput dari perhatiannya, menjadikannya kandidat kuat untuk “Garuda Calling” berikutnya.
Menanggapi peluang dipanggil kembali ke timnas, Beckham Putra, yang juga merupakan adik dari Gian Zola, tetap menunjukkan sikap rendah hati dan profesional. “Ya, soal timnas ya yang terpenting saya bisa di setiap pertandingan bisa memaksimalkan,” ucap Beckham. Baginya, pemanggilan tim nasional adalah sebuah bonus, sementara fokus utamanya adalah memberikan performa terbaik untuk Persib. “Karena menurut saya timnas itu bonus. Jadi yang terpenting saya bisa maksimal di Persib,” tegasnya. Dengan empat caps yang sudah dikantonginya, dan performa yang terus menanjak, besar kemungkinan jumlah penampilan Beckham bersama Merah Putih akan terus bertambah di masa mendatang.













