Sebuah alasan mengejutkan kini terkuak di balik keputusan Anderson Talisca, mantan rekan setim Cristiano Ronaldo, untuk meninggalkan Al Nassr. Kepergian sang bintang Brasil ini sempat menyisakan banyak tanda tanya, namun kini Talisca sendiri angkat bicara mengenai faktor pemicu di baliknya.
Jauh sebelum Cristiano Ronaldo datang dan menjadi penyerang utama, Al Nassr telah memiliki sosok penyerang yang sangat tajam dan dicintai penggemar, yakni Anderson Talisca. Ia adalah salah satu bintang utama Faris Najd, julukan Al Nassr, sebelum era kedatangan para pemain berlabel superstar ke Al Awwl Park. Pemain asal Brasil ini tiba di Liga Arab Saudi pada jendela transfer musim dingin 2021, setelah ditebus senilai 8 juta euro dari klub China, Guangzhou.
Tidak butuh waktu lama bagi Talisca untuk menjadi idola di Al Nassr. Kontribusinya sangat luar biasa, terbukti dengan torehan 76 gol dalam 104 penampilannya bersama klub. Catatan gol impresif ini bahkan menjadikannya sebagai top scorer kelima sepanjang sejarah Al Nassr, sebuah bukti tak terbantahkan atas perannya yang krusial.
Talisca memang sempat merasakan bermain bersama Cristiano Ronaldo, membentuk duo penyerang yang menjanjikan. Namun, kolaborasi mereka terjalin cukup singkat, hanya berlangsung selama dua tahun dan melibatkan total 49 pertandingan. Kemitraan ini menghasilkan 7 gol, dengan 4 di antaranya dicetak oleh Ronaldo dan 3 oleh Talisca. Sayangnya, kebersamaan mereka berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan, tepatnya pada musim dingin 2025, ketika Talisca memutuskan untuk mengakhiri petualangannya di Al Awwl Park.
Keputusan Talisca untuk hengkang dan bergabung dengan raksasa Turkiye, Fenerbahce, dengan status bebas transfer, sontak menjadi topik hangat dan menimbulkan berbagai spekulasi. Desas-desus mengenai alasan kepergiannya pun bersliweran, terutama di tengah kondisi Al Nassr yang sempat mengalami pasang surut, termasuk seruan kebangkitan dari Cristiano Ronaldo sendiri setelah timnya tumbang berulang kali.
Namun, Talisca akhirnya memecah keheningan dan menjelaskan secara gamblang alasan di balik kepergiannya dari klub yang kini dikapteni oleh Cristiano Ronaldo itu. Ternyata, bukan kedatangan megabintang asal Portugal tersebut yang menjadi penyebab utamanya. Sang penyerang berusia 31 tahun ini mengungkapkan bahwa akar permasalahannya adalah transformasi klub yang bergeser dari mengandalkan kolektivitas teknis menjadi entitas bisnis murni. Perubahan ini membuat Talisca merasa manajemen tidak lagi menghargai sejarah serta para pemain yang telah berkontribusi besar di dalamnya.
Dalam pernyataannya di media sosial X, yang disadur via Sportskeeda, Talisca mengungkapkan kekecewaannya. “Struktur baru di Al Nassr kini lebih berfokus pada aspek bisnis, dan jujur saja, saya tidak lagi cocok dengan itu,” tulisnya. “Angka-angka berbicara sendiri, dan hubungan saya dengan klub ini merupakan bagian dari sejarahnya. Saya adalah pencetak gol terbanyak kelima dalam sejarah Al Nassr. Saya adalah salah satu yang pertama tiba di fase baru ini dan melewati seluruh proses transisi menuju era baru klub.” Pernyataan ini muncul di tengah rentetan hasil kurang memuaskan Al Nassr, di mana Cristiano Ronaldo bahkan disebut gagal memenuhi janjinya setelah timnya kalah lagi usai dibabat Al Hilal, membuat Ronaldo sampai nunduk lesu menyaksikan Al Nassr dipermalukan oleh gol blunder konyol.
Talisca melanjutkan dengan nada keberatan, “Meskipun demikian, mereka tidak menghormati sejarah saya dengan klub atau dengan para penggemar — mereka bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi. Oleh karena itu, saya menganggapnya sebagai kurangnya rasa hormat terhadap pendukung Al Nassr untuk membuat pernyataan semacam itu tanpa mengatakan kebenaran. Mereka memaksa saya keluar karena saya mencetak terlalu banyak gol dan dianggap menghalangi proyek ambisius Al Nassr. Mereka bahkan memaksa saya untuk meminta izin pergi,” pungkasnya, menunjukkan betapa dalamnya perasaan tidak dihargai yang ia rasakan.
Kini, Anderson Talisca telah memulai babak baru dalam kariernya bersama Fenerbahce. Ia terikat kontrak dengan klub Turki tersebut hingga musim panas 2026. Sejauh ini, eks pemain Benfica dan Besiktas itu telah menunjukkan kembali ketajamannya dengan mendulang 17 gol dari 31 pertandingan di semua ajang kompetitif.














