News Stream Pro Setelah menyelesaikan aksinya di MotoGP Indonesia 2025, Franco Morbidelli, anak didik Valentino Rossi, berbagi kesan mendalamnya tentang para penggemar di Indonesia.
Pembalap dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team ini menunjukkan performa yang cukup menjanjikan selama akhir pekan balapan di Mandalika.
Walaupun belum berhasil meraih podium, Morbidelli berhasil mengamankan posisi kedelapan dalam sprint race dan balapan utama. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat ketatnya persaingan di MotoGP.
Namun, ada satu hal yang lebih membekas di benak Morbidelli, yaitu antusiasme dan dukungan luar biasa dari para penggemar di Indonesia.
Morbidelli tak sungkan mengungkapkan kekagumannya terhadap para penggemar balap di Indonesia. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan oleh mereka sangat mirip dengan atmosfer yang ia rasakan dari para penggemar di Brasil.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para penggemar yang telah datang langsung ke sirkuit, terutama untuk para penggemar dari Indonesia,” ungkap Morbidelli, seperti dilansir dari Juara.net dari Motosan.
“Kami memiliki hubungan yang sangat erat dengan penggemar di Indonesia, apalagi sponsor tim kami juga berasal dari sana. Tapi, terlepas dari itu, saya benar-benar menyukai para penggemar dari Indonesia,” lanjutnya.
Morbidelli menambahkan, “Mereka seperti penggemar dari Brasil yang berada di belahan bumi lain. Mereka sangat bersemangat. Saya ucapkan terima kasih karena sudah meluangkan waktu untuk datang, mendukung, dan menikmati balapan. Setiap kali saya melihat kebahagiaan dan semangat dari para penggemar, saya juga merasakan hal yang sama.”
Selain membahas pengalamannya dengan penggemar Indonesia, Morbidelli juga memberikan komentarnya terkait insiden yang melibatkan Marco Bezzecchi dan Marc Marquez.
“Saya sangat memahami mengapa para pembalap berusaha keras untuk menunda pengereman mereka,” jelasnya. “Dengan menggunakan motor MotoGP, hal itu menjadi semakin sulit. Karena saat Anda berada di belakang pembalap lain, potensi Anda akan sedikit menurun.”
“Kecepatan juga menjadi lebih sulit untuk dikendalikan. Saat membalap di level MotoGP, Anda harus melakukan pengereman terlambat jika memang diperlukan. Tentunya, hal itu harus dilakukan tanpa membahayakan pembalap lain,” imbuh Morbidelli.
Di sisi lain, penampilan Raul Fernandez ternyata belum sepenuhnya memuaskan CEO Aprilia. Lalu, seri ke-20 MotoGP akan berlangsung di Australia pada 17-19 Oktober mendatang. Morbidelli saat ini mengoleksi 207 poin dan berada di posisi ke-6 klasemen sementara setelah seri Indonesia. Sementara itu, Ducati masih mencari tahu penyebab kesulitan yang dialami Francesco Bagnaia di Mandalika, menurut Davide Tardozzi.
Selanjutnya, Morbidelli akan bersiap untuk menghadapi tantangan di seri Australia. Dengan dukungan penuh dari tim dan para penggemar, ia berharap dapat meraih hasil yang lebih baik dan terus memperbaiki posisinya di klasemen.
Ringkasan
Franco Morbidelli, pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, terkesan dengan antusiasme penggemar MotoGP di Indonesia saat balapan di Mandalika. Meskipun meraih posisi kedelapan dalam sprint race dan balapan utama, dukungan penggemar Indonesia menjadi sorotan utama baginya. Morbidelli membandingkan semangat mereka dengan penggemar di Brasil dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan.
Selain itu, Morbidelli juga mengomentari insiden antara Marco Bezzecchi dan Marc Marquez, memahami tekanan untuk mengerem selambat mungkin dalam balapan MotoGP. Ia saat ini berada di posisi ke-6 klasemen sementara dan akan bersiap menghadapi seri selanjutnya di Australia. Morbidelli berharap dapat meraih hasil yang lebih baik dengan dukungan penuh dari tim dan penggemar.














