Sorotan tajam dan ejekan tak terhindarkan meluncur dari legenda Manchester United, Paul Scholes, menargetkan mantan rekan setimnya, Michael Carrick. Kritik pedas ini menyusul kekalahan memalukan Setan Merah dari Newcastle United, yang bermain dengan sepuluh pemain, dalam lanjutan Liga Inggris musim 2025-2026. Laga di St James’ Park pada Kamis (5/3/2026) dini hari WIB tersebut memang menjadi hari yang pahit bagi Manchester United.
Drama dimulai saat Newcastle harus kehilangan Jacob Ramsey yang diganjar kartu merah pada menit 45+1. Meski demikian, The Magpies justru unggul lebih dulu lewat penalti Anthony Gordon di menit 45+6, membuat St James’ Park bergemuruh. Keunggulan tuan rumah tak bertahan lama setelah Casemiro berhasil menyamakan kedudukan, dan banyak yang menduga pertandingan akan berakhir imbang. Namun, nasib buruk menimpa Setan Merah di menit-menit akhir.
Petaka sesungguhnya datang pada menit ke-90 ketika William Osula berhasil menembus pertahanan Man United dan kiper mereka untuk mencetak gol kemenangan. Skor 2-1 pun bertahan hingga peluit panjang, mengukuhkan kekalahan yang terasa seperti aib bagi Manchester United, pulang dengan status pecundang setelah ditumbangkan tim lawan yang bermain dengan sepuluh orang. Kekalahan inilah yang memicu kemarahan Paul Scholes.
Sang legenda klub, Paul Scholes, tak kuasa menahan kekesalannya dan langsung melontarkan kritikan pedas, bahkan berbalut ejekan, yang juga menyasar eks rekan setimnya, Michael Carrick. Scholes mengisyaratkan bahwa penampilan buruk Manchester United dalam beberapa laga terakhir telah menjadi pola. “Michael jelas memiliki sesuatu yang istimewa karena United tampil buruk dalam empat pertandingan terakhir malam ini,” ujar Scholes, dengan sindiran yang mengambang. Menariknya, di tengah kritikannya, Scholes sempat melontarkan pujian tersembunyi untuk gelandang Newcastle, Sandro Tonali, melalui emotikon hati. Situasi ini menunjukkan ketidakkonsistenan performa Setan Merah, meskipun secara paradoks, ada yang menyebut bahwa peningkatan luar biasa Man United terlihat dari posisi mereka di klasemen Liga Inggris sejak kepergian Amorim, sebuah klaim yang mungkin justru mempertegas harapan tinggi yang belum terpenuhi.
Menanggapi kekalahan tersebut, Michael Carrick sendiri mengungkapkan kekecewaan mendalamnya, terutama karena timnya gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Ia menekankan pentingnya skuad Setan Merah untuk mengambil pelajaran berharga dari pengalaman pahit ini. “Saya sangat, sangat kecewa dengan malam ini, karena berbagai alasan,” ujar Carrick. “Tetapi kita juga tidak boleh melupakan posisi yang telah kita tempati. Jadi, meskipun saya kecewa, kita perlu belajar dari ini, karena ini sedikit pelajaran bagi kita malam ini, dalam beberapa hal.” Carrick menambahkan, “Kita juga tidak boleh melupakan gambaran yang lebih besar. Kita harus menjadi lebih baik karena ini.”
Meski diselimuti kekecewaan dan menjadi sasaran kritik tajam seperti yang dilontarkan Scholes – yang bahkan sempat menyinggung tentang kemungkinan “pelatih sempurna untuk menggantikan Michael Carrick di Man United” – Carrick tetap fokus menatap ke depan. Ia bertekad untuk menjadikan kekalahan ini sebagai momentum pembelajaran menjelang pertandingan penting selanjutnya. Setan Merah dijadwalkan akan menjamu Aston Villa di pekan ke-30 Liga Inggris pada 15 Maret di Stadion Old Trafford. “Kita harus belajar dari itu, jadi kita akan mempelajarinya dan ya, dengarkan, ini laga penting lainnya, ini minggu besar bagi kita,” tegas Carrick. “Ini adalah pertandingan yang dinantikan. Kita berada di posisi yang telah kita ciptakan sendiri dan para pemain telah ciptakan sendiri, dan itu bisa sangat menarik. Kita harus benar-benar positif menjelang pertandingan berikutnya dan menantikannya, karena ada banyak hal yang dipertaruhkan.”












