
Skuad Dewa United, di bawah arahan pelatih Jan Olde Riekerink, tiba di Manila dengan bekal moral yang sangat tinggi. Mereka menunjukkan performa yang benar-benar impresif di fase grup AFC Challenge League musim ini, bahkan mencatatkan diri sebagai tim yang belum terkalahkan. Tim berjuluk “Banten Warriors” ini berhasil melaju ke babak perempat final dengan status juara Grup E, mengungguli tim-tim kuat seperti Phnom Penh Crown, Taiwan Steel, dan Shan United. Dengan koleksi tujuh poin dari dua kemenangan dan satu hasil imbang, Dewa United siap menghadapi tantangan berat di babak gugur ini.
Namun, pertandingan kontra Manila Digger diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim kebanggaan Banten. Keuntungan besar berada di pihak Manila Digger sebagai tuan rumah, yang akan bermain di hadapan ribuan pendukungnya sendiri. Dukungan penuh dari suporter tentu akan memompa semangat anak asuh Kim Versales untuk tampil habis-habisan demi meraih kemenangan. Tim berjuluk “The Diggers” ini dikenal memiliki karakteristik permainan yang unik, diperkuat oleh sejumlah pemain asal Gambia. Gaya bermain mereka sangat mengandalkan kekuatan fisik, stamina prima, serta kecepatan dan kelincahan khas pemain Afrika, menjanjikan laga yang penuh intensitas.
Meskipun demikian, baik pelatih maupun para pemain Dewa United menegaskan kesiapan dan tekad mereka untuk menghadapi tantangan di perempat final ini tanpa gentar. Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, bahkan memiliki kartu as tersendiri berkat pengalaman panjangnya melatih klub Afrika Selatan, Cape Town City. Pengalaman tersebut menjadi faktor kunci yang diungkapkan pelatih asal Belanda ini, yang membuatnya yakin Dewa United bisa meraih tiga poin dalam laga krusial ini. Riekerink mengeklaim telah mengantongi informasi mendalam mengenai kelemahan dan kekuatan tipikal pemain Afrika, yang akan menjadi bekal berharga dalam strategi timnya. “Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika Selatan, dan mereka akan menurunkan banyak pemain dari Gambia. Saya melihat gaya bermain yang sama,” ungkap Riekerink dalam konferensi pers pra-pertandingan. “Jadi, mereka bermain dengan identitas yang jelas, yang juga sangat dipengaruhi oleh akar Afrika para pemain. Di Cape Town City, saya sudah terbiasa menghadapi tim-tim dengan karakteristik serupa, sehingga saya memahami betul kekuatan dan kelemahan sepak bola Afrika.” Riekerink menambahkan, “Kami telah menetapkan target untuk pulang ke Jakarta dengan hasil yang diinginkan, dan jika itu tercapai, maka misi kami di sini sudah selesai.”
Senada dengan keyakinan sang pelatih, kapten tim Dewa United, Ricky Kambuaya, turut menyatakan kesiapannya untuk tampil maksimal di perempat final. Gelandang energik yang juga merupakan pilar Timnas Indonesia itu berharap penuh akan dukungan tak terhingga dari masyarakat Indonesia yang berada di Manila. Ia mengajak mereka untuk hadir langsung di stadion dan menjadi “pemain ke-12” yang krusial bagi timnya. “Saya dan rekan-rekan tim sudah sangat siap, kami akan menunjukkan performa terbaik di pertandingan nanti,” ujar Kambuaya dengan tegas. “Saya melihat tim ini memiliki banyak keterampilan dan diperkuat oleh banyak pemain dari Afrika, namun saya yakin kami bisa mengatasinya. Dukungan dari para suporter, bagi kami, adalah seperti vitamin dan nutrisi yang sangat kami butuhkan.”
Bagi seluruh pecinta sepak bola di Indonesia, jangan lewatkan aksi Dewa United di ajang AFC Challenge League ini. Pertandingan Manila Digger vs Dewa United dapat disaksikan secara langsung melalui layanan streaming Visionplus. Untuk mempermudah akses Anda menyaksikan pertandingan seru ini, berikut adalah link live streaming yang dapat Anda gunakan:
Manila Digger vs Dewa United












