JAKARTA — Bagi para penggawa sepak bola yang berpeluang membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, masa libur kompetisi sama sekali bukan ajang untuk bersantai. Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, telah menyiapkan program pemusatan latihan (TC) super intensif selama 20 hari di Bali. Langkah ini diambil guna memastikan skuad Merah Putih berada dalam kondisi puncak saat berkompetisi di turnamen bergengsi Asia Tenggara tersebut.
Rencana strategis ini diumumkan Herdman usai memimpin sesi pertandingan internal di Stadion Madya, Jakarta, pada Sabtu (30/5/2026). Turnamen Piala AFF 2026 sendiri akan menjadi panggung bagi para pemain yang sepenuhnya berkarier di kompetisi lokal Indonesia, menjanjikan tontonan yang menarik bagi pecinta sepak bola Tanah Air.
Mengingat sebagian besar pemain sedang menikmati jeda kompetisi, Herdman menyadari bahwa tantangan terbesar yang harus diatasi adalah menjaga kebugaran fisik mereka tetap optimal dan siap berkompetisi. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak memberikan waktu istirahat yang panjang, melainkan langsung menggeber program latihan terpusat. “Sayangnya mereka tidak akan mendapat istirahat. Mereka harus bekerja untuk bersiap menghadapi AFF,” tegas Herdman, menunjukkan komitmennya yang tinggi.
Menurut juru taktik asal Kanada itu, pemusatan latihan di Bali yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juli bukan sekadar agenda rutin. Program ini telah dirancang secara cermat untuk mengembalikan, bahkan meningkatkan, kebugaran dan kapasitas pemain setelah melewati masa libur kompetisi yang potensial menurunkan performa fisik.
Selama 20 hari penuh di Pulau Dewata, para pemain akan digembleng dengan serangkaian program fisik dan taktis yang berfokus pada peningkatan kapasitas aerobik, kecepatan, kelincahan, hingga daya tahan. Herdman meyakini bahwa periode tersebut merupakan durasi minimal yang esensial agar para pemain siap bersaing di kancah internasional dan mampu menunjukkan kualitas terbaik mereka.
Sebelum menunjuk skuad final, Herdman terlebih dahulu memanfaatkan pemusatan latihan yang tengah berlangsung pekan ini di Jakarta sebagai ajang evaluasi mendalam. Ia ingin mengamati secara langsung kondisi terkini para pemain usai liga berakhir. “Saya perlu menilai kompetensi fisik mereka karena mereka sedang libur musim kompetisi,” jelasnya, menekankan pentingnya data faktual dari lapangan.
Tak hanya aspek kebugaran, Herdman juga memantau dengan seksama kualitas teknis dan pemahaman taktik para pemain melalui pertandingan internal yang sengit di Stadion Madya. Hasil evaluasi komprehensif ini akan menjadi dasar utama dalam menentukan siapa saja yang paling layak untuk masuk ke dalam skuad final Piala AFF 2026, membawa harapan bangsa di pundak mereka.
Dengan waktu persiapan yang relatif singkat dan mayoritas pemain baru saja menyelesaikan musim kompetisi yang panjang, John Herdman tampaknya tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Oleh karena itu, Bali akan menjadi saksi bisu bagaimana para pemain kompetisi lokal ini ditempa secara fisik dan mental, bersiap mengemban target tinggi untuk membawa Timnas Indonesia berbicara banyak di panggung sepak bola Asia Tenggara.













