News Stream Pro – Pembalap muda berbakat asal Malaysia, Hakim Danish Ramli, telah mengukir sejarah gemilang dalam kariernya setelah berhasil meraih podium perdana di ajang Moto3. Danish menuntaskan balapan Grand Prix Italia yang berlangsung di Sirkuit Mugello pada Minggu (31/5) dengan finis di posisi ketiga, sebuah capaian yang membanggakan.
Performa impresif Danish sudah terlihat sejak sesi kualifikasi. Ia berhasil mencatatkan waktu tercepat kedua, namun berhak memulai balapan dari posisi terdepan atau pole position setelah pembalap tercepat, David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP, terpaksa absen akibat sakit radang amandel. Kesempatan ini dimanfaatkan Danish dengan optimal untuk membangun momentum sejak awal.
Balapan utama sendiri berlangsung sangat ketat dan penuh aksi. Kemenangan akhirnya berhasil direbut oleh Brian Uriarte, yang merupakan rival lama Danish sejak keduanya berlaga di Red Bull Rookies Cup. Uriarte melintasi garis finis pertama dengan catatan waktu 33 menit 7,801 detik.
Alvaro Carpe, rekan setim Uriarte di Red Bull KTM Ajo, berhasil mengamankan posisi kedua dengan selisih waktu +0,418 detik, memastikan timnya meraih hasil finis satu-dua yang dominan di Mugello. Sementara itu, Hakim Danish sukses mengunci posisi ketiga dengan selisih tipis +0,456 detik dari pemenang. Capaian podium ini tidak diraih dengan mudah; Danish bahkan harus berjuang keras hingga lap terakhir untuk mempertahankan posisinya dari tekanan ketat Adrian Fernandez dari Leopard Racing, yang finis keempat hanya terpaut +0,482 detik darinya. Dalam balapan yang sama, pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, turut menunjukkan performa solid dengan finis di posisi kedelapan, melengkapi daftar pembalap muda Asia yang berprestasi.
Podium ini menjadi momen bersejarah dan sangat emosional karena menandai kali pertama sejak tahun 2016 pembalap Malaysia kembali naik podium di kelas Moto3. Prestasi serupa terakhir kali diukir oleh Khairul Idham Pawi saat berhasil menjuarai GP Jerman, menjadikan capaian Danish sebagai penantian panjang yang terbayar lunas bagi dunia balap Malaysia.
Capaian impresif ini bukanlah hasil kebetulan semata. Sepanjang musim sebagai pembalap rookie bersama tim Aeon Credit-MT Helmets-MSI, peningkatan performa Danish terlihat sangat signifikan. Sebelumnya, pencapaian terbaiknya musim ini adalah finis di posisi ketujuh pada seri Catalunya awal bulan Mei. Keberhasilannya mengamankan baris terdepan di kualifikasi, bahkan saat Veda Ega Pratama start dari posisi ke-13 di Mugello, adalah bukti kesiapan dan mental juaranya dalam menghadapi tantangan di kelas Moto3.
Usai balapan, pembalap berusia 18 tahun itu tak dapat menyembunyikan rasa kebahagiaannya atas hasil yang diraih. “Ini balapan yang sangat sulit dengan banyak pertarungan. Saya mampu mengelolanya dengan baik, terutama di lap terakhir. Saya memberikan segalanya,” ujar Danish, seperti dikutip dari New Straits Times.
Ia menambahkan, “Tentu saya sangat senang bisa finis di podium, apalagi saya masih rookie di Moto3. Saya sudah berusaha keras di setiap balapan dan akhirnya bisa mencapainya. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan.”
Sepanjang musim ini, Hakim Danish telah mengoleksi empat finis di posisi 10 besar. Berkat konsistensinya, sang pembalap muda kini menempati peringkat ke-11 dalam klasemen sementara Moto3 dengan raihan 43 poin. Di puncak klasemen, Maximo Quiles dari CFMoto Valresa Aspar Team masih memimpin kokoh dengan 145 poin. Sementara itu, Alvaro Carpe berada di posisi kedua dengan 93 poin, diikuti Adrian Fernandez di posisi ketiga dengan 89 poin. Pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, masih menunjukkan prospek menjanjikan dengan menempati peringkat kelima dengan 66 poin. Selanjutnya, ajang Moto3 akan berlanjut ke GP Hungaria yang dijadwalkan digelar di Sirkuit Balaton Park pada pekan depan.













