BOLASPORT.COM – Laga penuh gengsi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-17 diwarnai momen ikonik. Gelandang serang andalan Persib, Beckham Putra Nugraha, kembali memukau dengan selebrasi “ice cold” ala bintang Chelsea, Cole Palmer, setelah berhasil membawa timnya menundukkan rival abadi tersebut.
Pertandingan krusial yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, pada Senin (11/1/2026) sore itu berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Maung Bandung. Gol semata wayang yang menentukan hasil El Clasico Indonesia ini dicetak oleh Beckham Putra pada menit kelima, menggetarkan seisi stadion.
Usai mencetak gol heroik tersebut, pemain Timnas Indonesia itu sontak melakukan selebrasi “ice cold” yang menjadi ciri khasnya. Aksi tersebut bukan kali pertama dilakukannya dalam duel panas melawan Macan Kemayoran. Beckham Putra pernah melakukan selebrasi serupa saat Persib bertandang ke markas Persija di Stadion Patriot Candrabhaga, pada Minggu (16/2/2025).
Momen selebrasi serupa di laga tandang sebelumnya itu sempat memicu reaksi keras dan berujung pada sanksi. Akibat ulahnya tersebut, Beckham harus menerima larangan bertanding sebanyak tiga laga di ajang Liga 1 2024/2025, ditambah denda sebesar Rp75 juta. Kejadian tersebut menjadi catatan tersendiri dalam kariernya.
Menyikapi selebrasi “ice cold” Beckham Putra dalam kemenangan vital di GBLA kali ini, pelatih Persib, Bojan Hodak, turut angkat bicara. Hodak menilai bahwa kali ini selebrasi yang dilakukan anak asuhnya tidak memprovokasi siapa pun, lantaran laga tersebut tidak dihadiri oleh suporter tim tamu, Persija.
Sebagai informasi, regulasi yang melarang kehadiran suporter tim tandang dalam setiap pertandingan memang telah diterapkan sejak musim ini. Bojan Hodak menekankan pentingnya aturan tersebut dalam menjaga kondusivitas pertandingan. “Untungnya hari ini tidak ada penggemar Persija, jadi dia tidak memprovokasi siapa pun,” ujar Hodak.
Pelatih asal Kroasia itu melanjutkan dengan pandangannya yang lebih luas mengenai sepak bola sebagai olahraga emosional. “Lihat, sepak bola adalah permainan yang emosional. Bahkan… perkelahian ini, bahkan kartu merah, ini juga bagian dari permainan karena ini adalah emosi,” jelasnya. Ia mengaku selalu mengingatkan para pemainnya untuk mengendalikan emosi, namun menyadari bahwa hal tersebut tidak selalu bisa 100 persen terkontrol. “Tetapi ketika Anda mencetak gol dalam pertandingan seperti ini, tentu saja setiap selebrasi… diperbolehkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Beckham Putra sendiri merasa bahwa selebrasinya tidak ditujukan untuk memprovokasi pihak mana pun. Ia melihatnya sebagai ekspresi kegembiraan yang wajar dan kini menjadi bagian dari identitasnya di lapangan. “Ya ini jadi ikonik buat saya. Jadi saya pikir ini hal yang normal,” kata Beckham.
Gelandang bernomor punggung 7 itu juga menambahkan bahwa aksinya memiliki referensi dari pemain kelas dunia. “Karena kalian bisa lihat juga ada pemain Chelsea yang melakukan itu (Cole Palmer). Dan saya pikir ini hal yang lumrah. Jadi saya tidak ada provokasi ke siapapun,” ujarnya, menjelaskan niat di balik selebrasi yang kerap menuai perhatian tersebut.
Kemenangan krusial ini membawa Persib kembali menduduki puncak klasemen Super League dengan koleksi 38 poin. Di posisi kedua, Borneo FC membuntuti dengan 37 poin, sementara Persija Jakarta harus puas di peringkat ketiga dengan 35 poin, menjadikan persaingan di papan atas semakin memanas.













