Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Surau Baru, Pauh, Padang, Sumatera Barat, telah memulai rangkaian ibadah Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan. Salat tarawih perdana dilaksanakan pada Senin (16/2) malam, menandai dimulainya bulan suci bagi komunitas ini lebih awal dari penetapan pemerintah.
Antusiasme jemaah semakin terasa dengan rencana dimulainya puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2). Keputusan ini menempatkan Tarekat Naqsyabandiyah sebagai kelompok yang mengawali ibadah puasa lebih dulu dibandingkan mayoritas umat Islam di Indonesia, yang penetapan awal Ramadannya masih akan menunggu sidang isbat pemerintah keesokan harinya.
Penetapan jadwal penting ini dijelaskan oleh Imam Tarekat Naqsyabandiyah Surau Baru, Buya Zahar. Menurutnya, penentuan awal Ramadan didasarkan pada paduan metode yang komprehensif, meliputi hisab (perhitungan astronomi), rukyat (pengamatan hilal), serta dalil kias. Berdasarkan kombinasi perhitungan tersebut, secara definitif 1 Ramadan 1447 Hijriah dipastikan jatuh pada Selasa (17/2).
Buya Zahar menambahkan bahwa keputusan ini bukan hanya hasil perhitungan semata, melainkan juga melalui proses musyawarah internal yang mendalam. Sebuah rapat khusus yang diselenggarakan di Surau Baru telah menyepakati jadwal pelaksanaan ibadah berdasarkan perhitungan yang bersifat konstan dan telah menjadi tradisi dalam tarekat. Momen salat tarawih perdana pun menjadi saksi bisu kekhusyukan para jemaah dalam menyambut bulan penuh berkah ini.















