Sebuah insiden mengejutkan mengguncang operasi militer di Timur Tengah ketika tiga unit jet tempur F-15 Angkatan Udara Amerika Serikat dilaporkan jatuh saat menjalankan misi yang ditujukan ke Iran. Menurut keterangan resmi dari Komando Pusat AS (Centcom), ketiga pesawat tersebut ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh sistem pertahanan udara Kuwait.
Pihak Centcom memastikan bahwa seluruh enam awak pesawat berhasil menyelamatkan diri melalui mekanisme lontar kursi dan kini telah dievakuasi. Keenam personel tersebut dilaporkan berada dalam kondisi stabil. “Jet tempur Angkatan Udara AS secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait,” demikian pernyataan Centcom yang dikutip dari The Guardian pada Senin (2/3), menyoroti kesalahan fatal dalam insiden tersebut.
Visual yang beredar luas menunjukkan momen dramatis jatuhnya salah satu jet tempur dari langit di wilayah Kuwait, dengan seorang pilot terlihat melayang turun menggunakan parasut, berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan. Insiden ini menambah daftar ketegangan di kawasan, di mana militer AS sebelumnya telah mengonfirmasi peningkatan jumlah anggotanya yang tewas sejak awal serangan terhadap Iran, kini mencapai total empat orang.
Latar belakang insiden ini bermula dari gelombang serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menjelang akhir pekan lalu. Operasi tersebut dilaporkan menargetkan dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah petinggi militer Iran, memicu eskalasi konflik yang signifikan.
Sebagai respons langsung, Iran tidak tinggal diam dan segera melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal ke arah Israel serta beberapa negara di kawasan Teluk. Meskipun demikian, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan bahwa kematian Khamenei justru berpotensi membuka jalan menuju solusi diplomatik untuk meredakan krisis yang tengah berlangsung.
Dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Sabtu malam (28/2), Trump optimistis. “Jauh lebih mudah sekarang daripada sehari yang lalu, tentu saja,” ujar Trump, ketika dimintai pandangannya mengenai prospek penyelesaian diplomatik untuk konflik ini, mengindikasikan harapan akan meredanya ketegangan setelah kejadian tersebut.













