Misteri seputar penyebab kematian selebgram terkemuka, Lula Lahfah, masih menjadi tanda tanya besar. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, dengan fokus utama pada hasil pemeriksaan medis yang belum rampung. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Iskandarsyah, mengungkapkan bahwa investigasi bergantung pada laporan dokter Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) yang dijadwalkan akan memberikan keterangan lebih lanjut. “Sampai saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter,” ujar Iskandarsyah di Polres Metro Jakarta Selatan, pada Senin, 26 Januari 2026. Ia juga menambahkan bahwa pihak dokter siap sepenuhnya untuk memberikan penjelasan kepada kepolisian, dan meminta waktu untuk menunggu keluarnya hasil pemeriksaan krusial tersebut.
Sejauh ini, tim penyelidik tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah Lula Lahfah. Observasi visual yang dilakukan oleh kepolisian menegaskan hal tersebut, sejalan dengan temuan dokter di Rumah Sakit Fatmawati, lokasi rujukan setelah Lula dinyatakan meninggal. Pihak keluarga juga telah menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi, sebuah keputusan yang dihormati oleh aparat berwenang dalam proses investigasi ini.
Kasus kematian Lula Lahfah mulai terkuak setelah laporan penemuan jenazahnya di apartemennya. Wanita dengan jutaan pengikut di media sosial ini ditemukan tak bernyawa di lantai 25 sebuah apartemen di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jenazah selebgram tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan yang membuka kamarnya pada pukul 18.44 WIB, memicu dimulainya penyelidikan intensif oleh polisi untuk mengungkap penyebab kematian.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Jakarta Selatan, Komisaris Murodih, menambahkan bahwa selain tidak ditemukannya tanda-tanda penganiayaan, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI di lokasi kejadian. Penemuan ini menjadi petunjuk penting yang kini sedang didalami oleh penyidik untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian Lula Lahfah, serta memastikan tidak ada indikasi kejahatan di balik peristiwa tragis ini.
Sebelum berita duka ini, Lula Lahfah dikenal luas sebagai figur selebgram yang memiliki pengaruh besar, dengan lebih dari 2,7 juta pengikut setia di akunnya. Lahir di Jakarta pada 17 Juli 1999, ia juga baru saja melebarkan sayap ke dunia akting. Akhir tahun lalu, Lula terlibat dalam syuting film horor komedi “Harusnya Horror”, sebuah debut penyutradaraan dari Reza Arap yang rencananya akan tayang di bioskop pada tahun 2026, menambah jejak kariernya yang gemilang.
Artikel ini disusun dengan kontribusi dari Vedro Imanuel Girsang. Sementara kasus kematian selebgram Lula Lahfah terus dalam penyelidikan, publik juga menyoroti berbagai isu hukum lainnya. Misalnya, berbagai investigasi dan penegakan hukum lain yang menyita perhatian, seperti penelusuran motif di balik pemeriksaan jaksa ‘nakal’ oleh Kejaksaan Agung di Jakarta, menunjukkan betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses hukum di mata masyarakat.












