Sosok yang selama ini menjadi wajah publik Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi dicopot dari jabatannya sebagai ketua. Keputusan ini juga sekaligus menanggalkan tugas Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya, sebagaimana ditetapkan oleh Presiden Prabowo.
Pencopotan Dadan Hindayana ini turut menyoroti total kekayaan yang dimilikinya. Tercatat setelah menjabat Ketua BGN, asetnya mencapai Rp 9 miliar atau lebih tepatnya Rp 9.022.400.000. Rinciannya terdiri dari Tanah dan Bangunan senilai Rp 5,9 miliar, Harta Bergerak Lainnya sejumlah Rp 322,4 juta, serta Kas dan Setara Kas senilai Rp 1,4 miliar.
Salah satu aspek yang paling menarik dari laporan kekayaan tersebut adalah aset Alat Transportasi dan Mesin yang nilainya mencapai Rp 1,4 miliar. Dadan Hindayana diketahui memiliki tiga unit mobil jenis SUV dengan detail sebagai berikut:
- Mazda CX-5, produksi Tahun 2023, yang diperoleh secara mandiri, dengan nilai taksiran Rp 675.000.000 sesuai dokumen e-LHKPN.
- Honda HR-V, produksi Tahun 2024, juga hasil perolehan sendiri, dengan nilai taksiran Rp 330.000.000 berdasarkan dokumen e-LHKPN.
- Mazda CX-3, produksi Tahun 2023, diperoleh secara mandiri, dengan nilai taksiran Rp 395.000.000 dalam dokumen e-LHKPN.
Sepanjang masa jabatannya sebagai Kepala BGN, Dadan tidak luput dari sejumlah kontroversi, terutama terkait pengadaan aset. Salah satu sorotan utama adalah rencana pengadaan motor listrik pada tahun 2025 dengan anggaran fantastis. Untuk wilayah I, diestimasikan sebesar Rp 1,22 triliun pada Oktober 2025 untuk 24.400 unit. Kemudian, wilayah II dianggarkan Rp 406,5 miliar pada Mei 2025 untuk 8.133 unit. Selanjutnya, terdapat pula alokasi senilai Rp 1,2 triliun pada Juli 2025 untuk pengadaan kendaraan roda dua di wilayah I, II, dan III, dengan total 24.400 unit.
Keputusan pencopotan jabatan Dadan Hindayana didasarkan pada evaluasi kinerja. Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki peran krusial dalam menjalankan program-program prioritas Presiden Prabowo. Oleh karena itu, Presiden selalu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap setiap lembaga, termasuk BGN.
“Berkenaan dengan hal tersebut, selama kurang lebih satu setengah tahun melakukan monitoring evaluasi, maka pada hari ini, Selasa 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan melakukan pergantian pimpinan BGN,” tegas Prasetyo. Dadan sendiri dikenal sebagai seorang akademisi dan peneliti entomologi (ahli serangga) dari IPB University. Ia pertama kali dilantik oleh Presiden Jokowi pada 19 Agustus 2024 sebagai Kepala Badan Gizi Nasional dan melanjutkan kepemimpinan lembaga tersebut di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.












