News Stream Pro
No Result
View All Result
Saturday, June 6, 2026
  • Login
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
Subscribe
News Stream Pro
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
No Result
View All Result
News Stream Pro
No Result
View All Result
Home finance

Penyintas banjir di Aceh Tengah dan Pidie Jaya rayakan Idulfitri dalam keprihatinan – “Tolong jaga alam, jangan asal babat”

by demo-nspro
March 20, 2026
in finance
0
Penyintas banjir di Aceh Tengah dan Pidie Jaya rayakan Idulfitri dalam keprihatinan – “Tolong jaga alam, jangan asal babat”
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua keluarga penyintas banjir dan longsor di Aceh Tengah serta Pidie Jaya berupaya memaknai momen Idulfitri dengan cara mereka sendiri, setelah bencana dahsyat merenggut segalanya. Ada yang menemukan kesadaran mendalam akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sementara keluarga lainnya gigih menyuarakan tanggung jawab negara dalam penanganan bencana yang berkelanjutan. Kisah mereka mencerminkan perjuangan dan harapan di tengah kehancuran.

Ramdanu Martis (60), seorang pengusaha wisata di pinggiran Danau Lut Tawar, Aceh Tengah, mengenang dengan jelas kengerian banjir dan longsor yang melanda pada malam Kamis, beberapa bulan lalu. Bencana itu menimbun rumah beserta beberapa unit usaha penginapan atau homestay yang ia rintis sejak 2019. Dengan mata kepala sendiri, warga Kampung Dusun Pasir, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan ini menyaksikan material tanah, kayu gelondongan, dan bebatuan meluluhlantakkan segalanya, bercampur air dari gunung menuju badan jalan Takengon-Gayo Lues.

Bongkahan batu besar dan arus air yang deras tidak hanya merusak rumah dan bangunan usaha Martis, tetapi juga menimbun empat unit mobil, sebuah mesin ukir, satu kapal speed boat, dan satu unit beko hingga tak dapat digunakan lagi. “Saya sendiri saksi hidup pada saat itu, datang air bersama material dari gunung, kami mengevakuasi diri ke arah timur, kawasan Bintang,” tutur Martis kepada wartawan Iwan Bahagia dari BBC News Indonesia, Jumat (20/03). Ia menambahkan bahwa longsor kedua pada malam Kamis bahkan turut menimbun rumah adat Gayo.

Saat ditemui usai menunaikan salat Idulfitri di komplek Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (Ummah), Mampak, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, bapak tiga anak ini mengaku mengalami kerugian ekonomi yang “tak terkira.” Namun, justru di momen Idulfitri penuh keprihatinan inilah Martis menemukan makna yang berbeda. Ia merasa perlu lebih mendekatkan diri pada Tuhan, sembari menemukan kekuatan baru dari dukungan keluarga besarnya.

Sejak bencana menghancurkan tempat tinggalnya, Martis dan keluarganya harus menumpang di rumah saudara-saudaranya, berpindah dari Mendale ke Lut Kala, lalu Ujung Temetas, hingga Blang Kolak II. Ia menceritakan bagaimana keindahan persaudaraan terwujud nyata; saudara dan keponakannya bahu-membahu membantu membersihkan timbunan tanah dari reruntuhan rumahnya. “Walaupun belum selesai,” ujarnya bergetar, “Tetapi itulah keindahan dalam bersaudara, tolong menolong.” Di momen lebaran ini, Martis berjanji pada dirinya untuk terus menjalin silaturahmi erat dengan keluarga besarnya.

Meskipun demikian, Martis mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons dan bantuan dari pemerintah. Ia mengaku sudah tidak berharap banyak, sebab bantuan yang diterima tidak sebanding dengan kerusakan yang dialami. “Maaf, [bantuan] dari pemerintah tidak sampai 10 kilogram beras,” katanya lirih, sebuah gambaran yang senada dengan keluhan banyak penyintas banjir di Aceh yang merasa kurang mendapatkan perhatian dari Jakarta terkait percepatan pembangunan hunian tetap. Justru bantuan datang berlimpah dari para relawan, membuatnya bersyukur dan merasa “tidak miskin.” Situasi ini mencerminkan kondisi ribuan korban bencana Sumatra lainnya yang masih bertahan di pengungsian dengan hunian sementara yang belum memadai, serta banyak yang harus bangkit sendiri tanpa bantuan pemerintah yang signifikan.

Idulfitri kali ini memang terasa berbeda bagi Martis; tidak ada lagi wisatawan yang menginap di homestay-nya yang telah hancur. Namun, di balik keprihatinan, ia bersyukur karena hubungan keluarga besarnya justru makin dekat dan akrab. “Alhamdulillah didikan ayah dan ibu saya luar biasa, membuat kekompakan kami bertambah,” ungkapnya. Lebih jauh, banjir dan longsor telah membuka mata Martis terhadap pentingnya isu lingkungan. Ia kini berpikir keras bagaimana mencegah bencana serupa terulang. Ia berencana menyiapkan lanskap untuk mengatur aliran air sungai dari gunung sebagai bentuk pembelajaran. Martis juga mengimbau warga Aceh Tengah agar lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk tidak merusak hutan. Isu ini diperkuat dengan temuan riset bahwa deforestasi di lahan konsesi perusahaan turut berperan dalam banjir dan longsor di Sumatra. “Siapa kita, siapa aku, kita harus pikirkan. Ceramah Idul Fitri itu tadi menyebut, alam adalah tempat kita berpijak. Jadi tolonglah jaga alam, jangan asal babat. Karena alam yang menghidupi kita,” tegas Martis.

Sementara itu, di Pidie Jaya, penantian panjang Lindawati (37) untuk mendapatkan hunian sementara masih berlanjut. Banjir bandang pada akhir November 2025 lalu, yang membawa kayu-kayu gelondongan, telah menghantam dan menyapu bersih rumah semi permanen yang ia tempati bersama suaminya, Yusrizal (44), dan tiga anak mereka di sudut Desa Mancang, Kecamatan Meurah Dua. Keluarga ini harus meringkuk di atas loteng selama dua hari tiga malam tanpa makanan dan air, setelah rumah mereka hanyut dihantam kayu dan terseret arus deras banjir bandang susulan pada Rabu, 26 November 2025 malam. “Ketika rumah kami sudah miring, kami merangkak dari loteng rumah ke atap rumah ibu saya,” kenang Lindawati, Kamis, 19 Maret 2026, menggambarkan detik-detik mengerikan saat mereka berusaha menyelamatkan diri.

Lebih dari sepekan setelah bencana, lokasi rumah dan pekarangan seluas 7×12 meter milik Lindawati kini telah menjadi alur sungai baru. Yang tersisa hanyalah fondasi dan lantai. Seluruh barang berharga di dalamnya, seperti dua sepeda motor, 10 karung padi seberat 400 kilogram, uang tunai Rp1 juta, serta dokumen kependudukan, lenyap tak berbekas. “Padi itu belum sempat kami giling menjadi beras untuk kami makan,” kata Lindawati, menunjukkan betapa krusialnya kehilangan tersebut bagi mereka.

Sebelum banjir bandang melanda Pidie Jaya, Lindawati bekerja sebagai buruh tani, mengumpulkan upah dari menanam, menyiang gulma, dan mengangkut padi setiap musim. “Padi-padi yang telah hanyut itu adalah upah kerja saya di sawah orang,” jelasnya. Kini, ia tak bisa lagi melakoni pekerjaan tersebut karena ratusan hektare sawah di sejumlah desa di Kecamatan Meurah Dua masih tertimbun lumpur, sebuah kondisi yang juga dialami ribuan petani lain di Sumatra yang bertanya, “Kalau tidak ada sawah, apa yang bisa dimakan?”. Peralatan kerjanya sebagai pengrajin emping melinjo—palu besi, alas kayu, dan wajan—juga hilang. Satu-satunya pekerjaan yang masih bisa ia lakukan saat ini adalah menjadi buruh cuci pakaian.

Setelah sebulan mengungsi di rumah mertuanya di Desa Nangrhoe Barat, Lindawati dan Yusrizal memutuskan untuk mengontrak rumah bantuan tipe 36 dengan satu kamar di desa yang sama, per 16 Desember 2025, dengan biaya Rp2 juta per tahun. “Saya harus merogoh kocek Rp2 juta satu tahun,” ujar Yusrizal kepada wartawan Firdaus Yusuf dari BBC News Indonesia, Kamis (19/03). Yusrizal sendiri bekerja sebagai buruh tani dan buruh angkut barang dengan penghasilan Rp70.000 hingga Rp100.000 per hari.

Keadaan keluarga ini benar-benar jungkir balik pada Idulfitri tahun ini. Lindawati hanya mampu membuat keripik pisang dan kue bawang untuk lebaran, sangat kontras dengan tahun sebelumnya yang biasa menyiapkan lebih dari lima jenis kue. Pada Kamis malam, 19 Maret 2026, keluarga ini berbuka puasa di ruang tamu rumah sewaan yang atapnya bocor di tengah guyuran hujan deras, dengan tumpukan baju tersebar di sudut-sudut ruangan karena tak lagi memiliki lemari. Anak pertama mereka, Muhammad Fariz (12), yang baru saja dikhitan, menginap di rumah neneknya di Desa Mancang.

Meskipun telah didata dan Yusrizal sudah menandatangani dokumen sebagai calon penghuni, keluarga ini belum mendapatkan hunian sementara (huntara), sebuah masalah umum di mana lebih dari 165.000 korban banjir Sumatra masih bertahan di pengungsian dan hunian sementara belum memadai. “Mungkin nanti kami akan menyusul tinggal di huntara tahap selanjutnya,” kata Yusrizal penuh harap. Pada awal Maret 2026, melalui Kementerian Sosial, Lindawati dan Yusrizal memang menerima bantuan uang tunai Rp8 juta, terdiri dari Rp5 juta bantuan stimulan sosial-ekonomi dan Rp3 juta bantuan isi huntara. Uang itu mereka gunakan untuk membeli sepeda motor Honda Beat. Mereka juga mendapatkan bantuan jaminan hidup (jadup) sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, dengan total Rp1.350.000 per jiwa untuk lima anggota keluarga mereka. Namun, harapan terbesar Lindawati dan Yusrizal adalah agar pemerintah dapat segera membangun kembali rumah mereka yang telah lenyap di Desa Mancang, sebab “Mata pencaharian kami di Mancang,” tandas Yusrizal, menekankan betapa pentingnya lokasi tersebut bagi keberlangsungan hidup mereka.

Reportase ini disusun oleh wartawan Iwan Bahagia dari Aceh Tengah dan wartawan Firdaus Yusuf dari Pidie, Aceh.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

June 29, 2025
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

June 24, 2025
Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

May 31, 2025
Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

May 31, 2025
Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

0
Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

0
Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

0
Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

0
BI naikkan remunerasi kas pemerintah, ini alasannya

BI naikkan remunerasi kas pemerintah, ini alasannya

June 6, 2026
Bank Indonesia bakal menaikkan remunerasi dana pemerintah

Bank Indonesia bakal menaikkan remunerasi dana pemerintah

June 6, 2026
Mensesneg tegaskan tak ada reshuffle menkeu dan gubernur BI

Mensesneg tegaskan tak ada reshuffle menkeu dan gubernur BI

June 6, 2026
Ramalan zodiak besok Minggu 7 Juni 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces

Ramalan zodiak besok Minggu 7 Juni 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces

June 6, 2026

Recent News

BI naikkan remunerasi kas pemerintah, ini alasannya

BI naikkan remunerasi kas pemerintah, ini alasannya

June 6, 2026
Bank Indonesia bakal menaikkan remunerasi dana pemerintah

Bank Indonesia bakal menaikkan remunerasi dana pemerintah

June 6, 2026

Categories

  • Arts
  • autos
  • Careers
  • Crime
  • Education And Learning
  • entertainment
  • Family And Relationships
  • Fashion And Style
  • finance
  • Food And Drink
  • Gaming
  • General
  • health
  • Hobbies And Interests
  • Home And Garden
  • Lifestyle
  • Lifestyles
  • News
  • Personal Development
  • Pets And Animals
  • politics
  • Public Safety And Emergencies
  • Science
  • Shopping
  • Society Culture And History
  • sports
  • technology
  • travel
  • Uncategorized
  • Urban Infrastructure
  • War And Conflicts
  • Weather

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

We bring you the best Auto Generate Content News for WordPress Plugins that perfect for news, etc. Check our landing page for details.

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2025