News Stream Pro
No Result
View All Result
Friday, June 5, 2026
  • Login
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
Subscribe
News Stream Pro
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
No Result
View All Result
News Stream Pro
No Result
View All Result
Home finance

Makhluk-makhluk pemakan paus di lautan dalam

by demo-nspro
March 22, 2026
in finance
0
Makhluk-makhluk pemakan paus di lautan dalam
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Paus memiliki tubuh seberat beberapa truk kontainer. Bobot Paus Biru, misalnya, bisa mencapai 150 ton yang terdiri dari daging, lemak, hingga tulang.

Lalu apa yang terjadi saat tubuh seberat itu mati?

Paus biasanya mati jauh di tengah laut, di antara jalur migrasi mereka yang membentang sangat luas, ujar Greg Rouse, kurator invertebrata bentik di Scripps Institution of Oceanography, San Diego.

Pada awalnya, bangkai paus dapat mengapung karena gas di dalam tubuhnya membuatnya menggembung seperti balon.

Kemudian paus akan tenggelam hingga mencapai dasar samudra, tempat peristirahatan terakhirnya.

Dalam kematian, paus justru memberi kehidupan di laut dalam.

Biasanya, nutrisi yang tiba di kedalaman datang dalam wujud partikel-partikel kecil materi organik yang disebut “salju laut”.

Namun ketika seekor paus jatuh ke dasar, bangkainya menjadi “pakan organik terbesar” di lantai samudra.

Satu paus saja setara dengan suplai salju laut selama ribuan tahun—dan kekayaannya dapat menopang seluruh ekosistem selama puluhan tahun.

Gelombang pertama pemakan bangkai

Komunitas pemakan bangkai laut dalam adalah kelompok pertama yang datang, ujar Adrian Glover, ahli ekologi laut dalam di Natural History Museum, London.

“Kelompok ini mencakup vertebrata seperti hagfish dan sleeper shark, serta banyak amfipoda pemakan bangkai—krustasea mirip udang. Mereka melahap dagingnya hingga tulang tersingkap.”

Fase yang disebut “mobile scavenger phase” ini, katanya, dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Hagfish adalah satu-satunya hewan hidup yang diketahui memiliki tengkorak tanpa tulang belakang. Mereka menyelamkan wajah terlebih dahulu ke dalam bangkai dan memakannya dari dalam ke luar.

Hagfish memiliki taktik pertahanan diri yang luar biasa: ketika diserang, mereka mengeluarkan lendir yang membuat predator mundur atau bahkan tersedak.

Ikan rattail dapat tumbuh hingga satu meter dan hidup di kedalaman 4.000 meter.

Di wilayah tanpa cahaya matahari itu, satu-satunya cahaya berasal dari organisme hidup—dan mata besar berwarna biru pada rattail mampu menangkap kilatan bioluminesensi sekecil apa pun yang mengungkap keberadaan mangsa.

Barbel kecil di dagunya berfungsi seperti kumis, merasakan gerakan organisme lezat seperti krustasea atau cacing yang bersembunyi tepat di bawah lumpur dasar laut.

Indera penciumannya yang tajam membantu rattail menemukan bangkai membusuk seperti jasad paus yang tenggelam.

Pemakan bangkai yang ‘oportunis’

Setelah para pemakan bangkai besar kenyang dan tulang-tulang tersisa, penjamah kecil mulai berdatangan.

“Osedax — cacing pemakan tulang — muncul dalam jumlah besar,” ujar Rouse.

Osedax adalah jenis cacing polikaeta. Dikenal sebagai bristle worms, kelompok cacing bersegmen ini sangat beragam dan melimpah, dapat memenuhi bangkai paus hingga ribuan ekor.

Beberapa spesies ini bahkan hanya pernah ditemukan di lokasi jatuhnya bangkai paus.

Salah satu spesiesnya, Osedax mucofloris, yang dijuluki bunga lendir pemakan tulang pertama kali ditemukan pada 2005 pada bangkai paus. Cacing ini menyuntikkan asam ke dalam tulang.

“Seolah-olah mereka memasukkan usus mereka ke dalam tulang dan menyerapnya langsung — cukup aneh,” kata Glover.

Dalam kurun satu dekade, seluruh populasi organisme dapat tumbuh, hidup, dan mati pada satu bangkai paus.

Ketika rangka benar-benar habis dikonsumsi, tepat sebelum mati, Osedax melepaskan larva yang kemudian hanyut terbawa arus laut dengan harapan menemukan bangkai paus lain untuk menetap dan memulai siklus yang sama.

“Mereka mende-kalsifikasi tulang untuk mencapai kolagennya,” jelas Rouse.

“Tulang kemudian menjadi sangat berpori dan bisa dicabik-cabik oleh kepiting atau pemakan bangkai lainnya.”

Materi organik pun tumpah ke dasar laut, memperkaya sedimen di sekitarnya. Puluhan ribu cacing, moluska, dan krustasea oportunis berdatangan untuk mengisap sisa-sisa lemak atau daging serta mengaduk sedimen dasar laut.

Kepiting laba-laba Jepang diyakini dapat hidup hingga 100 tahun dan merupakan kepiting terbesar di dunia.

Tubuh utamanya dapat tumbuh hingga lebar 30cm, tetapi kakinya terus memanjang hingga mencapai bentang 3,8 meter—hampir sepanjang mobil kecil.

Koridor paus

Pada saat para pemakan bangkai tengah mengurai tulang-tulang tersebut, sekelompok pengurai yang lebih khusus mulai bergabung dalam “pesta” — dan mereka dapat berpesta selama hingga 50 tahun.

Inilah fase sulfrofilik, atau fase “pecinta belerang”. Saat bakteri terus memecah tulang, gas hidrogen sulfida dilepaskan. Gas inilah yang menjadi sumber makan bagi organisme kemosintetik.

Kemoautotrof adalah organisme yang bisa menghasilkan energi dari reaksi kimia—suatu proses yang disebut kemosintesis—berbeda dengan tumbuhan yang membutuhkan cahaya matahari dan karbon dioksida untuk melakukan fotosintesis.

Mikroba pemakan senyawa kimia ini sering membentuk hubungan simbiosis erat dengan inang invertebrata, dan menyediakan hampir seluruh nutrisi yang mereka butuhkan.

“Kemampuan organisme untuk berevolusi dan memanfaatkan adaptasi yang luar biasa, aneh, dan menakjubkan di lingkungan ekstrem seperti ini… selalu membuat kami tercengang,” ujar Glover.

Kemoautotrof hanya ditemukan di empat habitat laut dalam yang khas:

ventilasi hidrotermal, rembesan dingin (cold seeps), kayu yang tenggelam (wood falls), dan bangkai paus (whale falls).

Kini, para ahli mengatakan bangkai paus berperan sebagai batu loncatan ekologis, memungkinkan hewan-hewan spesialis menyebar melintasi dasar laut yang biasanya tandus.

Dalam hidupnya, paus menyuburkan lautan dan membawa karbon ke kedalaman, membantu menjaga kelimpahan kehidupan laut serta menstabilkan iklim.

Dalam kematiannya, satu ekor paus dapat menyediakan makanan, habitat, dan peluang hidup bagi puluhan ribu organisme laut—bahkan di lingkungan yang paling keras sekalipun.

Hadiah terakhirnya bagi Bumi: sebuah ekosistem baru yang utuh.

  • Puluhan paus akan disuntik mati setelah terdampar di pantai Australia
  • Paus di Wakatobi telan ‘115 gelas plastik’ dan sandal jepit
  • Paus dapat berperan besar dalam melawan perubahan iklim
  • Misteri paus beluga yang dituduh mata-mata Rusia
  • Misteri nyanyian paus yang ‘menghantui’ telah dipecahkan ilmuwan
  • Bangkai salah satu paus ‘terbesar’ ditemukan di Italia
  • Dinosaurus seukuran ayam ditemukan di Spanyol
  • Orang Bugis, ‘pengembara laut’ yang hidup berdampingan dengan ikan terbesar di dunia
  • Fosil paus ‘purba’ berusia ribuan tahun ditemukan di Thailand
  • Ibu paus pembunuh membuat ‘pengorbanan seumur hidup’ demi anak laki-lakinya
  • Perjalanan kelompok singa yang terpaksa meninggalkan gurun dan berburu di pantai
  • Punahnya pari Jawa, spesies ikan laut pertama yang musnah akibat ulah manusia
  • Spesies yang hidup di ‘kumpulan plastik raksasa’ di Samudera Pasifik
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

June 29, 2025
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

June 24, 2025
Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

May 31, 2025
Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

May 31, 2025
Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

0
Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

0
Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

0
Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

0
Modus, pola dan keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi Dadan dkk di program MBG – ‘Kalau Kejagung punya nyali, ungkap aktor lainnya’

Modus, pola dan keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi Dadan dkk di program MBG – ‘Kalau Kejagung punya nyali, ungkap aktor lainnya’

June 5, 2026
Skor babak I Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero gagalkan penalti, Garuda terbang 2-0

Skor babak I Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero gagalkan penalti, Garuda terbang 2-0

June 5, 2026
Mengapa Kapten Persib Marc Klok dicoret dari Timnas Indonesia? Ini alasan gamblang John Herdman

Mengapa Kapten Persib Marc Klok dicoret dari Timnas Indonesia? Ini alasan gamblang John Herdman

June 5, 2026
IHSG dibuka volatil, emiten yang punya fundamental kuat potensi jadi motor rebound saat pasar pulih

IHSG dibuka volatil, emiten yang punya fundamental kuat potensi jadi motor rebound saat pasar pulih

June 5, 2026

Recent News

Modus, pola dan keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi Dadan dkk di program MBG – ‘Kalau Kejagung punya nyali, ungkap aktor lainnya’

Modus, pola dan keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi Dadan dkk di program MBG – ‘Kalau Kejagung punya nyali, ungkap aktor lainnya’

June 5, 2026
Skor babak I Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero gagalkan penalti, Garuda terbang 2-0

Skor babak I Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero gagalkan penalti, Garuda terbang 2-0

June 5, 2026

Categories

  • Arts
  • autos
  • Careers
  • Crime
  • Education And Learning
  • entertainment
  • Family And Relationships
  • Fashion And Style
  • finance
  • Food And Drink
  • Gaming
  • General
  • health
  • Hobbies And Interests
  • Home And Garden
  • Lifestyle
  • Lifestyles
  • News
  • Personal Development
  • Pets And Animals
  • politics
  • Public Safety And Emergencies
  • Science
  • Shopping
  • Society Culture And History
  • sports
  • technology
  • travel
  • Uncategorized
  • Urban Infrastructure
  • War And Conflicts
  • Weather

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

We bring you the best Auto Generate Content News for WordPress Plugins that perfect for news, etc. Check our landing page for details.

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2025