News Stream Pro JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran dengan catatan positif pada Selasa, 17 Maret 2026. Momen penutupan yang menggembirakan ini menjadi sorotan penting di tengah dinamika pasar.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG membukukan penguatan sebesar 1,20%, membawa indeks kembali ke level 7.106,83. Pencapaian ini disambut baik oleh pelaku pasar, mengingat IHSG sebelumnya telah mengalami tren pelemahan selama empat hari perdagangan berturut-turut, sehingga penutupan hijau ini menjadi angin segar yang dinanti.
Meskipun demikian, kenaikan harian tersebut belum cukup untuk mengangkat kinerja IHSG secara keseluruhan dalam rentang waktu sepekan menjelang Lebaran. Tercatat, indeks masih terkoreksi cukup dalam, yakni turun 4,49% selama periode perdagangan tersebut. Fluktuasi ini menunjukkan sentimen kehati-hatian yang mewarnai pasar modal menjelang jeda panjang.
Tekanan terhadap IHSG juga datang dari aktivitas investor asing. Pada perdagangan terakhir sebelum libur, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 679,1 miliar di seluruh pasar. Angka ini mencerminkan sikap wait and see sebagian investor global dalam menghadapi ketidakpastian jangka pendek.
Secara akumulatif, tren penjualan bersih investor asing semakin menonjol dalam sepekan terakhir sebelum libur Lebaran. Total net sell investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 1,66 triliun. Data ini mengindikasikan adanya pergeseran portofolio yang signifikan di kalangan investor global menjelang perayaan hari raya.
Namun, di tengah tekanan koreksi IHSG dan masifnya aksi jual bersih oleh investor asing, ada sisi lain yang menarik untuk dicermati. Terdapat sejumlah saham yang justru banyak dikoleksi oleh investor asing. Hal ini menunjukkan bahwa di balik tren penjualan secara umum, ada sektor dan emiten tertentu yang masih menjadi target pembelian strategis.
Menarik untuk melihat bagaimana investor asing menempatkan dananya. Jika seringkali perhatian tertuju pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar yang kerap menjadi incaran, daftar saham yang diburu asing pada periode ini justru menunjukkan preferensi yang berbeda. Sebagai contoh, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga pernah menjadi sorotan utama investor asing dalam berbagai kesempatan, terutama saat IHSG mengalami tekanan. Namun, untuk periode sepekan terakhir menjelang Lebaran ini, daftar net buy terbesar menunjukkan fokus pada emiten lain.
Berikut adalah 10 saham dengan akumulasi net buy terbesar oleh investor asing selama sepekan terakhir sebelum libur Lebaran:
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai pembelian bersih Rp 584,99 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan nilai pembelian bersih Rp 521,43 miliar
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dengan nilai pembelian bersih Rp 475,29 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan nilai pembelian bersih Rp 314,75 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai pembelian bersih Rp 259,35 miliar
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan nilai pembelian bersih Rp 157,11 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai pembelian bersih Rp 133,67 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai pembelian bersih Rp 93,32 miliar
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dengan nilai pembelian bersih Rp 85,67 miliar
- PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai pembelian bersih Rp 68,2 miliar
EMAS Chart by TradingView













