JAKARTA – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) telah mengambil keputusan strategis untuk tidak membagikan dividen dari buku tahun 2025. Keputusan penting ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025 yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026.
Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham menyetujui alokasi dana sebesar Rp 5 miliar dari total laba bersih perseroan. Dana tersebut akan digunakan sebagai cadangan wajib, sesuai dengan amanat Pasal 70 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang telah mengalami perubahan melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Penggunaan cadangan ini akan selaras dengan Anggaran Dasar Perseroan untuk mendukung keberlanjutan operasional.
Sementara itu, sisa laba bersih Agung Podomoro Land sebesar Rp 107,84 miliar akan dibukukan untuk menambah saldo laba. Manajemen APLN menjelaskan dalam keterbukaan informasi pada Kamis (28/5/2026) bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat dukungan terhadap kegiatan usaha perseroan ke depan. Keputusan alokasi ini diambil seiring dengan pencapaian laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 112,84 miliar pada tahun 2025.
Angka laba bersih APLN di tahun 2025 tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan, yakni sebesar 82,19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang tercatat Rp 633,86 miliar. Penurunan tajam ini menjadi salah satu faktor kunci di balik keputusan untuk menahan pembagian dividen dan memilih untuk memperkuat permodalan internal.
Tidak hanya laba, penjualan dan pendapatan usaha APLN juga mengalami kontraksi sebesar 36,05% secara tahunan (YoY), menjadi Rp 3,56 triliun sepanjang 2025. Penurunan kinerja ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sektor properti selama periode tersebut.
Meskipun demikian, beberapa segmen penjualan properti tetap menjadi kontributor utama pendapatan Agung Podomoro Land. Penjualan rumah tinggal menyumbang Rp 1,06 triliun, disusul oleh penjualan apartemen sebesar Rp 588,18 miliar, dan penjualan tanah dengan nilai Rp 247,18 miliar. Di segmen properti komersial, penjualan rumah toko (ruko) juga memberikan kontribusi substansial, mencapai Rp 243,49 miliar.
Selain dari penjualan properti, APLN juga mengandalkan pendapatan berulang (recurring income) yang tercatat sebesar Rp 1,36 triliun pada tahun 2025. Pendapatan ini berasal dari diversifikasi bisnis perseroan, termasuk operasional hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta sumber pendapatan lainnya yang stabil.
Hingga saat ini, Agung Podomoro Land aktif mengelola dan mengoperasikan sejumlah aset properti terkemuka di Indonesia. Portofolio perhotelan APLN mencakup nama-nama besar seperti Pullman Grand Central Bandung dan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach. Sementara itu, di sektor ritel, perseroan memiliki dan mengelola pusat perbelanjaan ikonik seperti Senayan City, Kuningan City, Baywalk Mall, Emporium Pluit Mall, Central Park Mall, Central Park 2, Festival Citylink, DeliPark Mall Medan, dan Plaza Balikpapan, yang secara konsisten menyumbang recurring income bagi perusahaan.













