Musisi Virgoun akhirnya memenuhi panggilan klarifikasi dari Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) pada Selasa (10/2). Kehadirannya ini merupakan tindak lanjut dari aduan yang dilayangkan oleh mantan istrinya, Inara Rusli, dalam upaya mencari titik terang dan solusi atas konflik rumah tangga mereka.
Dalam kesempatan tersebut, kuasa hukum Virgoun, Sandy Arifin, mengungkapkan bahwa kliennya siap untuk bertemu langsung dengan Inara Rusli guna menempuh jalur mediasi. Langkah ini diharapkan dapat menjadi jembatan perdamaian di antara keduanya. Sandy juga menambahkan, “Jadi kami tadi sepakat, kita bersama Pak Ketua, Pak Sirait, dalam waktu dekat akan visit ke rumah klien kami untuk melihat kelayakan tempat terkait anak-anak tinggal di sana. Itu yang pertama.”
Lebih lanjut, Sandy Arifin menegaskan komitmen kliennya, “Yang kedua, dalam waktu dekat juga kita akan melakukan, yang sudah disepakati oleh klien kami adalah mediasi. Jadi iktikad baik kita, agar supaya beritanya yang selama ini tidak benar bisa kita klarifikasi.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pihak Virgoun untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan meluruskan informasi yang beredar.
Di hadapan awak media, Virgoun memilih untuk menyerahkan sepenuhnya proses penilaian kondisi anak-anak kepada pihak Komnas PA. Ia tidak ingin membuat pernyataan yang terkesan membandingkan dirinya dengan Inara Rusli sebagai orang tua. “Nanti kalau nanya kondisi anak-anak, nanti biar dari Bang Agus aja. Karena kan nanti ada visit. Aku juga enggak berani statement apa-apa yang merasa lebih baik dari ibunya anak-anak ya. Tapi nanti biar ada pihak Komnas Anak yang memang bisa menilai,” ucap Virgoun dengan bijak.
Keinginan Virgoun untuk menempuh jalan mediasi dan mencapai perdamaian bukan tanpa alasan kuat. Ia mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi psikis ketiga anaknya yang terus-menerus terpapar berita konflik kedua orang tuanya. Kesejahteraan mental anak-anak menjadi prioritas utama baginya dalam situasi ini.
Maka dari itu, dengan tekad bulat, Virgoun menyatakan kesiapannya untuk bermediasi dengan Inara Rusli demi buah hati mereka. “Bismillah saya siap (untuk mediasi dengan Inara Rusli). Mental anak-anak yang paling penting dijaga,” tegasnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap masa depan anak-anaknya. Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan, “Intinya kalau memang untuk kebaikan anak-anak, kita jalankan.” Ini menjadi bukti bahwa ia akan melakukan apapun demi menjaga psikis anak-anaknya dari dampak perseteruan orang tua.












