Aktris dan selebritas Anya Geraldine baru-baru ini berbagi pengalaman emosional yang menyentuh hati, terkait kabar duka meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano. Momen haru ini ia rasakan saat berada di perjalanan udara.
Kabar kepergian Vidi Aldiano, menurut penuturan Anya, pertama kali ia terima ketika dirinya baru saja mendarat di Indonesia setelah penerbangan dari Singapura. “Kebetulan kemarin tuh aku pas banget baru landing dari Singapura. Aku baru tahu pas aku sudah dalam perjalanan pulang dari bandara,” cerita Anya saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Minggu (8/3).
Anya menambahkan bahwa Vidi Aldiano, setahunya, meninggal pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB atau lebih. “Dan di saat itu aku masih di pesawat,” ujarnya, menyoroti sinkronisasi waktu yang mengherankan.
Pada momen tersebut, Anya mengakui sempat menangis tanpa sebab yang jelas saat masih berada di dalam pesawat. Namun, belakangan ia menyadari bahwa air matanya menetes bertepatan dengan jam wafatnya Vidi Aldiano.
“Aku tidak tahu kenapa di pesawat kemarin, tiba-tiba air mata menetes. Terus aku lihat awan, tiba-tiba rasanya damai sekali. Terus aku videokan awannya itu,” kenang Anya. Ia melanjutkan, “Dan ternyata setelah aku mendarat, dapat kabar dari teman kalau Vidi meninggal di jam sekian.”
Kejutan kembali dirasakan Anya saat memeriksa galeri ponselnya. “Dan pas aku lihat camera roll di handphone, ya di galeri. Ya ampun, ini jam di mana aku meneteskan air mata. Tidak ada sebab. Cuma ya gitu,” sambungnya dengan suara bergetar.
Anya Geraldine, yang kini berusia 30 tahun, menyampaikan harapannya agar seluruh keluarga dan kerabat yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan. Ia juga mendoakan agar sahabatnya, Vidi Aldiano, mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Kalau dari aku secara pribadi, aku ikhlas. Dan semoga juga keluarga bisa ikhlas dan sabar juga. Masih tidak bisa banyak berkata-kata sih ya, aku ya,” tutur Anya, menunjukkan rasa dukanya yang mendalam.
Ia melanjutkan, “Pokoknya aku yakin Vidi sekarang sudah berada di tempat yang lebih baik, yang lebih menenangkan, lebih bahagia ya mungkin di sana. Tapi aku yakin Vidi pasti sudah lebih bahagia.”
Vidi Aldiano sendiri mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit kanker ginjal selama hampir 7 tahun. Penyanyi berbakat ini meninggal dunia di usia 35 tahun.
Vidi pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3 pada tahun 2019. Setelah vonis dokter yang mengejutkan itu, pelantun lagu “Nuansa Bening” ini segera menjalani operasi pengangkatan salah satu ginjalnya.
Vidi diketahui mengidap jenis kanker ginjal Clear Cell Renal Cell Carcinoma (ccRCC) stadium lanjut, yang merupakan jenis kanker ginjal paling umum. Kanker ini berkembang dari sel tubulus kecil di ginjal yang berperan penting dalam proses penyaringan darah dan pembentukan urine.
Sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir, Vidi Aldiano sempat memutuskan untuk mengambil jeda dari kesibukan panggung. Ia memilih untuk beristirahat total dan memfokuskan diri pada proses pengobatannya, sebuah keputusan yang menunjukkan kegigihannya dalam menghadapi penyakit ini.















