Ringkasan Berita:
- Bojan Hodak tinggalkan Persib setelah mencatat sejarah dengan membawa Maung Bandung meraih hattrick juara Liga 1.
- Seniman Ridwan Solehhudin (Iwonk) membuat patung Bojan Hodak setinggi 2,17 meter sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam sejarah Persib.
- Patung Bojan menjadi bagian dari proyek yang juga menghadirkan figur legenda Persib lainnya seperti Indra Thohir, Djajang Nurdjaman, dan Umuh Muchtar, dengan harapan kelak dapat dipajang di museum Persib.
News Stream Pro – Nama Bojan Hodak kini terpatri kuat dan akan selalu memiliki tempat istimewa di hati para Bobotoh.
Pelatih asal Kroasia ini baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah Persib Bandung, membawa Maung Bandung meraih tiga gelar juara Liga 1 secara beruntun. Prestasi gemilang ini sontak menempatkan Bojan dalam jajaran pelatih tersukses yang pernah menakhodai Persib.
Sejak era sepak bola profesional Indonesia dimulai pada tahun 1994, Persib Bandung kini telah mengoleksi total lima gelar juara liga, menyamai torehan Persipura Jayapura sebagai salah satu klub paling berprestasi di Tanah Air. Namun, di tengah puncak euforia perayaan gelar ketiga berturut-turut yang belum pudar, Bobotoh justru dikejutkan oleh kabar yang kurang menyenangkan.
Pihak Persib memastikan bahwa kerja sama dengan Bojan Hodak tidak akan berlanjut untuk musim depan. Bojan sendiri mengakui membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah menjalani periode yang penuh tekanan dan tuntutan tinggi selama menukangi Pangeran Biru. Keputusan ini, tak pelak, meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam bagi para pendukung setia Maung Bandung.
Besarnya kontribusi Bojan Hodak bahkan sempat memicu usulan dari pengamat sepak bola Indonesia, Edwin Setyadinata, yang menganjurkan agar Persib memberikan penghormatan khusus. “Tapi menurut gua pas saja di masa primenya, berhasil three-peat,” ujar Edwin Setyadinata dalam kanal YouTube INews. “Persib seharusnya memberikan apresiasi, entah itu membuat patungnya mungkin. Karena itu rekor, dan ada improvement. Berhasil membawa juara dengan skuad yang berbeda-beda,” tambahnya, menegaskan betapa monumentalnya pencapaian Bojan.
Tak disangka, gagasan cemerlang tersebut akhirnya benar-benar terwujud, memberikan kado perpisahan yang tak terlupakan bagi sang arsitek juara.
Patung Setinggi 2,17 Meter untuk Bojan Hodak
Seorang seniman berbakat asal Jawa Barat, Ridwan Solehhudin atau yang akrab disapa Iwonk, dengan bangga menghadirkan sebuah patung Bojan Hodak. Karya ini merupakan bentuk penghormatan tulus atas sosok yang dianggap telah mengukir namanya sebagai bagian integral dari sejarah keemasan Persib.
Patung megah itu dibuat dengan tinggi mencapai 2,17 meter, menampilkan figur Bojan yang berdiri tegap, memancarkan aura kepemimpinan yang khas seperti saat ia berada di pinggir lapangan. Bagi Iwonk, karya seni ini bukan sekadar representasi seorang pelatih sepak bola biasa. Ia berambisi untuk mengabadikan figur yang sedang menorehkan lembaran sejarah besar bagi klub Persib Bandung.
“Ini bukan hanya tentang Bojan, tetapi saya sedang merayakan seseorang yang sedang mengisi catatan sejarah,” ujar Iwonk kepada Tribun Jabar. Menariknya, ide untuk membuat patung ini justru muncul setelah Bojan Hodak pernah menyatakan dirinya tidak ingin dibuatkan patung. Pernyataan tersebut, alih-alih menyurutkan niat Iwonk, malah semakin memicu ketertarikannya untuk mengangkat sosok pelatih asal Kroasia itu ke dalam karya seninya.
“Saya tidak tahu apakah dia tidak suka, atau karena ingin semua fokus kepada klub. Tapi terlepas dari itu, saya tetap menghargainya sebagai pelatih yang benar-benar berbeda,” katanya. Menurut Iwonk, keberhasilan Bojan Hodak membawa Persib meraih gelar juara secara beruntun secara nyata menjadikannya salah satu figur paling penting dalam perjalanan gemilang klub.
Tidak Hanya Bojan
Patung Bojan Hodak ternyata bukan satu-satunya mahakarya yang dihasilkan oleh Iwonk. Dalam proyeknya, ia juga menghadirkan figur sejumlah tokoh legendaris Persib lainnya, yang telah memiliki andil besar dalam membentuk identitas klub. Nama-nama besar seperti Indra Thohir dan Djajang Nurdjaman turut diabadikan. Patung Indra Thohir dibuat setinggi 1,90 meter, sementara figur Djajang Nurdjaman memiliki tinggi 1,89 meter.
“Kalau bicara histori, tentu sebelum Bojan sudah ada tokoh-tokoh lain yang menjadi bagian sejarah. Kehadiran Bojan membuat sejarah itu terasa semakin lengkap,” ujar Iwonk, menjelaskan visi di balik karyanya. Selain para pelatih legendaris tersebut, Iwonk juga menciptakan patung Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar.
Menurut Iwonk, sosok yang akrab disapa Haji Umuh tersebut memiliki peran krusial dan tak tergantikan dalam perkembangan Persib, menjadikannya salah satu klub terbesar dan paling dihormati di Indonesia. “Memang beliau bukan pemain atau pelatih. Tetapi berkat beliau, Persib yang dulu memiliki keterbatasan anggaran bisa berkembang seperti sekarang. Karena itu saya merasa beliau layak dikenang,” tuturnya, menekankan pentingnya peran non-teknis dalam kesuksesan klub.
Harapan untuk Museum Persib
Iwonk mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek ambisius ini telah dimulai sejak Desember. Awalnya, ia hanya berniat membuat patung kepala Bojan Hodak, sebelum akhirnya ide tersebut berkembang menjadi empat figur penting yang mewakili berbagai era dalam sejarah Persib. Untuk materialnya, Iwonk menggunakan resin berkualitas tinggi yang kemudian dilapisi cat dengan tampilan menyerupai perunggu yang klasik.
Seluruh biaya produksi proyek monumental ini berasal dari dana pribadinya dan telah menelan biaya hingga puluhan juta rupiah, menunjukkan totalitas dan dedikasi Iwonk terhadap seni dan Persib. Ke depan, karya-karya berharga ini direncanakan akan menjadi bagian dari koleksi Grey Art Gallery. Namun, Iwonk memiliki harapan yang lebih besar: ia berharap patung-patung ini suatu saat dapat menghiasi museum Persib yang tengah diwacanakan, menjadi pameran permanen yang menginspirasi.
“Katanya ke depan akan ada museum Persib. Saya berharap museum itu bisa diisi banyak karya, bukan hanya patung, tetapi juga lukisan, drawing, foto, video, dan sebagainya,” ujar Iwonk, mengemukakan visinya untuk sebuah museum yang komprehensif dan kaya akan sejarah. Bagi Bobotoh, kehadiran patung Bojan Hodak ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan atas era emas yang berhasil diukir sang pelatih bersama klub sepak bola Persib Bandung, tetapi juga sebuah kado perpisahan yang manis bagi sosok yang telah membawa Maung Bandung mencatat sejarah yang tak terlupakan.
(Tribunnews.com/Ali)(Tribunjabar/Adi Ramadhan Pratama)













