Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Ardhi Suryaputra, seorang siswa SMKN 34 Jakarta, yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas tragis pada Senin (9/2) pagi. Berita duka ini sontak menarik perhatian publik dan pemerintah daerah.
Dari Balai Kota DKI Jakarta, Pramono Anung, yang akrab disapa Pram, mengungkapkan, “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Saya mewakili Provinsi DKI Jakarta turut berduka cita atas wafatnya Ananda Ardhi Suryaputra, siswa SMK 34 Jakarta yang mengalami kecelakaan tunggal lalu lintas pada pagi ini.” Pernyataan ini menegaskan simpati pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa generasi muda ibu kota.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Jalan Raya Matraman, Jakarta Timur, sekitar pukul 06.00 WIB. Berdasarkan hasil pantauan CCTV yang telah dilakukan, Pram menjelaskan bahwa kecelakaan tunggal ini disebabkan oleh kombinasi faktor, yaitu kondisi jalan yang licin dan berlubang, serta kecepatan kendaraan yang tinggi saat melintas.
Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke RS Polri Kramat Jati. Dalam upaya penanganan dan pendampingan, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana serta Kepala Sekolah SMKN 34 Jakarta, Sulistiyani, turut hadir mendampingi untuk memastikan Ardhi mendapatkan penanganan terbaik.
Saat ini, jenazah Ardhi telah disemayamkan di rumah duka dan akan segera dikebumikan. Gubernur Pramono Anung memastikan bahwa seluruh biaya rumah sakit dan pemakaman akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab atas warga negaranya.
Untuk lokasi pemakaman, Pram menambahkan, “Kami juga telah menyiapkan pemakaman yang disiapkan oleh pemerintah DKI Jakarta di TPU Menteng Pulo.” Ini menunjukkan keseriusan Pemprov dalam membantu keluarga korban melewati masa sulit dan memastikan prosesi pemakaman berjalan lancar.
Tragedi ini mendorong Gubernur Pramono Anung untuk bertindak cepat demi mencegah insiden serupa. Ia telah menginstruksikan Dinas Bina Marga DKI untuk segera menindaklanjuti dengan menutup semua jalan yang berlubang, tanpa harus menunggu redanya hujan yang kerap membuat jalanan semakin berbahaya.
Meski perkiraan cuaca menunjukkan curah hujan yang masih tidak menentu dan berpotensi tinggi hingga tanggal 18 atau 19, Pram menekankan pentingnya perbaikan segera, bahkan jika bersifat sementara. “Saya sudah minta semua jalan-jalan yang berlubang untuk ditutup walaupun bersifat temporary,” tegasnya, menyoroti urgensi keselamatan.
Menutup pernyataannya, Gubernur Pramono Anung juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, terutama saat melintasi ruas jalan yang diketahui rusak dan berlubang. Pesan kewaspadaan ini akan terus disampaikan melalui Dinas Kominfotik Jakarta, sebagai bagian dari upaya kolektif mewujudkan keselamatan berkendara di seluruh wilayah ibu kota.












