Pesohor Muhammad Reza Oktovian, yang dikenal luas sebagai Reza Arap, dijadwalkan akan memenuhi panggilan penting dari kepolisian. Ia akan hadir di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin sore, 26 Januari 2026, untuk dimintai keterangan terkait meninggalnya sang kekasih, selebgram Lula Lahfah, yang ditemukan tak bernyawa pada Jumat, 23 Januari 2026. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto memastikan kehadiran Reza. “Reza bisa hadir sore,” ujarnya saat dikonfirmasi pada hari yang sama.
Penyelidikan atas kasus kematian Lula Lahfah terus bergulir, dengan pihak kepolisian memanggil total lima saksi untuk dimintai keterangan. Selain Reza Arap, daftar saksi mencakup teman dekat Lula berinisial V, asisten rumah tangga berinisial A, asisten pribadi berinisial CAP, dan sopir berinisial R. Pemeriksaan saksi-saksi ini diharapkan dapat mengurai lebih jauh kronologi dan misteri di balik kepergian selebgram dengan jutaan pengikut tersebut.
Komisaris Besar Budi Hermanto menjelaskan bahwa empat dari lima saksi akan menjalani pemeriksaan pada hari Senin, sementara satu saksi lainnya akan dijadwalkan untuk hadir pada Rabu, 28 Januari 2026. “Satu rekan almarhumah meminta hadir di Rabu besok,” terang Budi, menunjukkan fleksibilitas dalam proses penyelidikan demi kelancaran pengumpulan informasi.
Peristiwa tragis ini bermula saat jenazah Lula Lahfah ditemukan di lantai 25 sebuah apartemen mewah di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tubuh korban pertama kali diketahui oleh petugas keamanan apartemen sekitar pukul 18.44 WIB, memicu dimulainya penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Jakarta Selatan Komisaris Murodih mengungkapkan, kecurigaan petugas keamanan muncul setelah menyadari kondisi kamar korban yang terkunci dari dalam. Hal ini janggal, mengingat sepengetahuan saksi, Lula Lahfah sedang dalam kondisi sakit dan baru saja kembali dari pengobatan pada malam sebelumnya, memicu kekhawatiran yang mendalam.
Menindaklanjuti kecurigaan tersebut, petugas keamanan segera meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu kamar. Saat pintu berhasil dibuka, pemandangan memilukan tersaji: Lula Lahfah ditemukan sudah terbaring telentang menyilang di atas kasur, diselimuti seprei putih. Sebuah pemandangan yang mengisyaratkan akhir dari perjalanan hidup sang selebgram muda.
Komisaris Murodih memastikan bahwa ketika ditemukan, Lula Lahfah sudah dalam kondisi tidak bernyawa. “Cek denyut nadi, detak jantung sudah tidak berjalan atau bergerak,” kutip Murodih, mengkonfirmasi hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Kepergian mendadak ini mengejutkan banyak pihak, khususnya para penggemar dan rekan-rekan dekatnya.
Murodih juga menegaskan bahwa tim identifikasi tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Namun, di lokasi kejadian, polisi berhasil menemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), mengindikasikan bahwa Lula Lahfah memang tengah berjuang melawan penyakit sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Lula Lahfah dikenal sebagai figur publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial, dengan lebih dari 2,7 juta pengikut di platform Instagram. Lahir di Jakarta pada 17 Juli 1999, Lula juga sempat menjajaki dunia akting. Akhir tahun lalu, ia terlibat dalam syuting film horor komedi bertajuk Harusnya Horror, sebuah proyek istimewa yang menandai debut penyutradaraan kekasihnya, Reza Arap. Film yang rencananya akan dirilis pada tahun 2026 ini kini menjadi salah satu jejak peninggalan karier Lula yang berharga.
Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini.












