IRAN dilaporkan menggunakan bom klaster selama serangan terbarunya di Tel Aviv sebagai bagian dari serangan baru yang menargetkan Israel tengah, demikian laporan yang disampaikan Kamis malam seperti dilansir Anadolu.
Channel 12 Israel mengatakan beberapa pecahan dari bom klaster tersebut jatuh di seluruh kota dan daerah sekitarnya.
Stasiun televisi tersebut juga melaporkan kebakaran besar dan kerusakan material yang signifikan akibat serangan bom klaster Iran.
Kebakaran dan kerusakan signifikan tercatat di setidaknya tiga lokasi di dalam dan sekitar Tel Aviv, menurut saksi mata kepada Anadolu.
Bom tandan atau amunisi tandan adalah senjata yang melepaskan puluhan subamunisi kecil yang eksplosif di area yang luas, dirancang untuk digunakan terhadap manusia dan kendaraan.
Hulu ledak rudal tersebut terbuka saat turun dan menyebarkan sekitar 20 amunisi yang lebih kecil dengan sekitar 2,5 kg bahan peledak dalam radius sekitar 8 km, menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) seperti dilansir The Times of India.
Serangan ke Negara Teluk
Iran telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tempat aset militer Amerika Serikat sejak 28 Februari. Beberapa serangan tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada situs sipil, termasuk pelabuhan dan bangunan tempat tinggal.
Teheran mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap kampanye militer AS-Israel terhadap Iran yang telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya, para pejabat militer tinggi Iran serta 160 lebih anak sekolah di bawah usia 12 tahun.
Negara-negara Teluk seperti dilaporkan Al Jazeera tetap siaga tinggi karena Iran telah melancarkan beberapa gelombang serangan drone dan rudal di seluruh wilayah sebagai tanggapan terhadap serangan berkelanjutan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menghadapi serangkaian serangan Iran pada Kamis malam, dengan staf umum militer Kuwait mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa pertahanan udara mencegat proyektil di wilayah udara negara tersebut.
Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan negara itu menjadi sasaran beberapa serangan, termasuk 14 rudal balistik dan empat drone yang berasal dari Iran.
Iran awalnya mulai menyerang aset militer AS di wilayah Teluk, tetapi kemudian meluas hingga mencakup instalasi sipil setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap negara itu pada Sabtu, menewaskan sedikitnya 1.230 orang hingga saat ini, menurut angka terbaru yang dikutip oleh media pemerintah Iran.
Serangan Iran, yang semakin menargetkan infrastruktur energi, telah menewaskan sedikitnya enam anggota militer AS serta 11 orang di Israel dan tiga lainnya di UEA.
Harga minyak dan gas telah melonjak karena kapal tanker terjebak di dekat Selat Hormuz di tengah serangan terhadap kapal yang melewati salah satu jalur air terpenting di dunia. Sekitar 20 persen minyak mentah dunia melewati selat tersebut.
Pilihan Editor: Pakar UGM: Iran Hadapi Perang AS-Israel Sendirian













