Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dengan tegas menggarisbawahi urgensi kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat. Untuk itu, seluruh lapisan warga di Ibu Kota diimbau untuk senantiasa menghargai perbedaan yang ada selama periode bulan puasa mendatang.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmennya bahwa Pemprov Jakarta akan terus berupaya menjaga dan memelihara kerukunan beragama, baik dalam menyongsong maupun selama pelaksanaan ibadah puasa. Ia menegaskan, momentum Ramadhan harus disambut dengan suasana penuh kedamaian dan harmoni. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Pramono, yang dikutip dari Republika pada Ahad (15/2/2026).
Dalam rangka menyambut bulan suci ini, Pemprov Jakarta juga tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan yang akan “memoles wajah Jakarta” agar lebih semarak dan mencerminkan semangat Ramadhan. Gubernur Pramono menjelaskan bahwa setelah periode perayaan Imlek yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 Februari, wajah kota Jakarta akan segera bertransformasi total mulai tanggal 18 Februari. Perubahan ini akan menjadikan Jakarta siap menyambut Ramadhan, dan selanjutnya, Hari Raya Idulfitri, dengan segala persiapan yang matang dan terencana.
Inisiatif ini dianggap sangat penting mengingat mayoritas penduduk Jakarta adalah umat Islam. Meskipun demikian, Gubernur Pramono juga mengingatkan bahwa penghormatan terhadap sesama warga, termasuk mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa, adalah hal yang mutlak. Oleh karena itu, ia secara tegas melarang segala bentuk tindakan sweeping atau razia paksa terhadap rumah makan atau tempat usaha lainnya selama bulan Ramadhan.
“Menjawab pertanyaan Anda, saya sebagai gubernur bertanggung jawab penuh atas hal ini dan saya tidak akan mengizinkan adanya sweeping,” tegas Pramono Anung. Penegasan ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Jakarta untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghargai bagi seluruh warganya, memastikan bahwa semangat kerukunan senantiasa terjaga di tengah keberagaman.












