
Meski demikian, ada secercah harapan. Pihak Apple Indonesia bersama kantor pusatnya disebut telah menjalin diskusi dengan Bank Indonesia untuk mendalami potensi implementasi QRIS Tap. Pembicaraan ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan dibukanya akses NFC bagi pihak ketiga, sebagaimana yang telah diterapkan Apple di wilayah Uni Eropa. Langkah ini sangat krusial mengingat perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengarah pada transaksi nontunai, mendorong pertumbuhan pesat layanan dompet digital dan QRIS secara keseluruhan. Bank Indonesia sangat berharap agar QRIS Tap dapat diakses secara lebih luas di beragam perangkat, termasuk iPhone, demi mengakselerasi inklusi sistem pembayaran digital di seluruh penjuru Indonesia.
Di tengah upaya pengembangan ini, kinerja QRIS Tap sendiri telah menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Filianingsih memaparkan, jumlah transaksi QRIS Tap telah melampaui 475.000, mencatatkan kenaikan sekitar 7,9% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sejalan dengan peningkatan volume, nilai transaksi juga tak kalah impresif, tumbuh 6,4% mtm hingga mencapai angka sekitar Rp 4,6 miliar. Penggunaan QRIS Tap ini sangat dominan di sektor transportasi, serta merchant hotel dan restoran (hospitality). Data menunjukkan rata-rata nilai transaksi (ticket size) di sektor transportasi sekitar Rp 5.000 per transaksi, sementara di restoran dan ritel lainnya berkisar Rp 70.000 per transaksi.
Pertumbuhan signifikan ini turut memperkuat optimisme terhadap prospek sektor keuangan digital di Indonesia. Lembaga seperti OJK juga menunjukkan keyakinan bahwa sektor keuangan akan terus mencatat pertumbuhan positif sepanjang tahun ini, sebuah indikator sehat bagi ekosistem pembayaran non-tunai yang sedang berkembang.
Tak hanya fokus pada pengembangan domestik, Bank Indonesia juga tengah gencar memperluas jangkauan QRIS ke kancah internasional. Implementasi QRIS antarnegara melalui kerja sama lintas batas dengan China dan Korea Selatan ditargetkan mulai berjalan pada akhir Maret atau awal April 2026. Filianingsih memastikan bahwa proses sandbox dan piloting dengan China telah berhasil dirampungkan pada akhir Januari 2026, disusul dengan Korea Selatan pada akhir Februari 2026, menandakan kesiapan penuh untuk peluncuran. Secara keseluruhan, performa transaksi QRIS menunjukkan pertumbuhan luar biasa, melonjak hingga 131,47% secara tahunan per Januari 2026. Kinerja positif yang solid ini ditopang oleh peningkatan signifikan pada jumlah pengguna maupun merchant yang semakin mempercayai kemudahan dan efisiensi sistem pembayaran ini.












