News Stream Pro
No Result
View All Result
Saturday, June 13, 2026
  • Login
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
Subscribe
News Stream Pro
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
No Result
View All Result
News Stream Pro
No Result
View All Result
Home technology

Pesawat ATR 42-500 jatuh di Sulsel – Apa saja yang sudah diketahui?

by demo-nspro
January 18, 2026
in technology
0
Pesawat ATR 42-500 jatuh di Sulsel – Apa saja yang sudah diketahui?
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak akhirnya ditemukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/01). Penemuan ini menjadi titik terang setelah hampir dua hari upaya pencarian intensif digencarkan.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, saat dikonfirmasi di Jakarta, menjelaskan bahwa badan pesawat berhasil ditemukan oleh tim SAR darat. Penemuan ini berawal dari laporan tim udara yang sebelumnya menyisir lokasi dan mendeteksi adanya serpihan, yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim di darat.

Kronologi Hilang Kontak hingga Penemuan

Pesawat milik Indonesia Air Transport itu mengawali penerbangannya dari Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Dalam manifestnya, pesawat mengangkut total 11 orang, terdiri dari delapan kru pesawat dan tiga pekerja dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, pada Sabtu (17/1) siang, tepatnya pukul 13.17 WITA, pesawat ATR 42-500 ini mendadak hilang kontak saat melintas di perbatasan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, memicu kekhawatiran serius di kalangan otoritas dan publik.

Upaya pencarian intensif segera digencarkan. Menurut Edy Prakoso, Kantor SAR Makassar mendapatkan petunjuk penting pada Minggu (18/01) sekitar pukul 07.17 WITA. Saat itu, sebuah pesawat patroli udara mendeteksi adanya serpihan berwarna putih di kawasan Bukit Bulusaraung. Laporan awal ini kemudian diperkuat dan dikonfirmasi kembali melalui pengamatan helikopter SAR. Penemuan ini menjadi harapan baru di tengah ketidakpastian.

Tim darat tidak menyia-nyiakan waktu. Pada pukul 08.02 WITA, mereka berhasil menemukan serpihan pesawat berukuran besar di sisi utara puncak bukit. Hanya berselang tujuh menit, tepatnya pukul 08.09 WITA, badan pesawat berhasil diidentifikasi. Meskipun demikian, proses evakuasi segera dihadapkan pada tantangan berat. Edy menambahkan bahwa kecepatan angin yang tinggi dan kondisi berkabut tebal menjadi hambatan utama, terutama dalam upaya helikopter untuk menurunkan personel di titik terdekat dari lokasi badan pesawat.

Upaya Pencarian dan Evakuasi Penuh Tantangan

Operasi pencarian segera dilancarkan pascakejadian hilang kontak pada Sabtu (17/1). Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa fokus pencarian dipusatkan di setidaknya tiga titik lokasi yang diduga kuat sebagai posisi terakhir pesawat. Pencarian dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara, termasuk penggunaan helikopter guna menyisir area pegunungan yang dikenal sulit dijangkau. Strategi ini bertujuan untuk memetakan kemungkinan lokasi jatuhnya pesawat dari ketinggian.

“Ada beberapa titik yang kami curigai dan saat ini tim masih menuju ke lokasi-lokasi tersebut,” ujar Andi kepada awak media di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ia menyebutkan tiga area utama tersebut meliputi Gunung Bulusaraung, Bulu’ Paria, dan Desa Panaikang, yang semuanya dikenal dengan medannya yang ekstrem. “Medannya cukup berat dan sebagian wilayah hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki,” tambahnya, menggambarkan kesulitan yang dihadapi tim gabungan.

Sebanyak 400 personel gabungan yang berasal dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai relawan, dikerahkan untuk mempercepat operasi pencarian ini. Perlahan namun pasti, upaya gigih tim gabungan membuahkan hasil signifikan. Pada Minggu (18/1) pagi, sejumlah serpihan pesawat ATR 42-500 mulai ditemukan. Temuan pertama berupa serpihan kecil yang diyakini sebagai bagian jendela pesawat, dilaporkan sekitar pukul 07.46 WITA di koordinat 04°55’48” Lintang Selatan dan 119°44’52” Bujur Timur. Hanya berselang beberapa menit, pada pukul 07.49 WITA, tim kembali menemukan bagian badan pesawat yang berukuran lebih besar. Pukul 07.52 WITA, informasi dari lapangan mengindikasikan bahwa bagian depan pesawat telah terbuka, dan bagian ekor pesawat ditemukan di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Merespons perkembangan temuan krusial ini, tim SAR segera melakukan penyesuaian strategi pergerakan dan menggeser Search and Rescue Unit (SRU) ke titik-titik yang dinilai prioritas. Pemantauan udara yang dilakukan menggunakan Helikopter Caracal pada pukul 08.02 WITA berhasil mengidentifikasi serpihan besar di area pencarian, namun medan yang sangat terjal tetap menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Oleh karena itu, pada pukul 08.11 WITA, tim di lapangan mengajukan kebutuhan mendesak akan perlengkapan mountaineering atau panjat tebing untuk bisa menjangkau lokasi-lokasi yang berada di area lereng curam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa penemuan serpihan ini menjadi petunjuk vital dalam mempersempit area pencarian. “Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” papar Arif. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan personel, mengingat kondisi medan yang ekstrem. “Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” terangnya.

Di lapangan, SRU bergerak sesuai pembagian sektor. SRU 1 terpantau melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali. SRU 3 tetap berada di puncak, sementara sebagian personelnya berhasil menyeberang ke titik dua. Adapun SRU 4, yang sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi, tidak menemukan akses aman untuk dilalui. Setelah berkoordinasi dengan posko induk, mereka diarahkan untuk kembali ke posko. “Tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi,” jelas Arif.

Hingga Minggu siang, tim di puncak melaporkan telah menemukan satu orang korban yang saat ini sedang dievakuasi melalui jalur pendakian. Secara terpisah, SRU 3 turut menemukan sejumlah serpihan pesawat berupa bagian rangka dan kursi, serta berhasil mengidentifikasi lokasi mesin pesawat berdasarkan laporan visual dari lapangan. “Pada pukul 14.20 WITA, telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54′ 44″S dan 119° 44′ 48″ S di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” pungkas Arif, menggarisbawahi kompleksitas dan tantangan yang terus berlanjut dalam operasi ini.

Investigasi Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Meskipun badan pesawat telah ditemukan, penyebab pasti jatuhnya pesawat ATR 42-500 masih menjadi misteri yang mendalam dan sedang dalam penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, dalam konferensi pers di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1), dengan tegas menyatakan, “Kami, KNKT, sampai saat ini belum, masih jauh [menyimpulkan], penyebab kecelakaan itu apa.” Pernyataan ini menegaskan bahwa proses investigasi membutuhkan waktu dan data yang komprehensif.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa pemicu jatuhnya ATR 42-500 adalah kerusakan pada emergency locator transmitter (ELT) yang kemudian menyebabkan pesawat menabrak gunung. Namun, Soerjanto dengan cermat menggarisbawahi bahwa rusaknya ELT justru seringkali terjadi akibat benturan keras saat pesawat menghantam objek, bukan sebagai penyebab utama kecelakaan itu sendiri. Akibatnya, pesawat tidak mampu mengirimkan sinyal secara efektif. “Jadi, kami tidak ada mengatakan penyebab kecelakaan,” tandas Soerjanto, meluruskan informasi yang berkembang dan menghindari spekulasi dini.

KNKT saat ini berfokus pada pengumpulan informasi lengkap untuk menelusuri secara menyeluruh kronologi dan faktor penyebab jatuhnya pesawat ini. Salah satu langkah penting yang mereka lakukan adalah meminta tim Basarnas di lapangan untuk memotret detail bagian ekor pesawat. Ini krusial, sebab “Karena black box itu ada di bagian ekor,” imbuhnya, merujuk pada perekam data penerbangan yang menjadi kunci utama dalam mengungkap penyebab kecelakaan pesawat udara.

Dalam kesempatan terpisah, manajemen Bandara Adisutjipto memastikan bahwa seluruh prosedur keberangkatan ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport telah dilakukan sesuai standar. General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono, pada Sabtu (17/1), menyatakan, “Sudah kami lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara. Kemudian di ruang tunggu, setelah itu boarding menuju ke Makassar.” Wibowo juga menegaskan bahwa setiap tahapan keberangkatan, mulai dari pemeriksaan keamanan di Security Check Point (SCP) hingga proses boarding, telah dijalankan merujuk pada ketentuan yang berlaku di bandara. “Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-ray, di Security Check Point-nya [SCP], sudah kami lakukan,” tandas Wibowo, memastikan bahwa aspek operasional di bandara telah terpenuhi.

Insiden Sebelumnya Melibatkan Pesawat ATR

Kecelakaan yang melibatkan pesawat jenis ATR bukanlah peristiwa yang sekali ini saja terjadi. Sejarah penerbangan mencatat beberapa insiden serupa yang menjadi pengingat akan kompleksitas keselamatan dalam dunia aviasi. Pada tahun 2023, misalnya, sebuah pesawat Trigana PK YSP ATR 42-500 mengalami insiden tergelincir di Bandara Kamanap, Serui, Papua, saat hendak lepas landas. Pesawat tersebut dikabarkan mengalami kerusakan berat. Meskipun manajemen Trigana Air menyatakan pesawat dalam kondisi baik sebelum penerbangan, insiden ini mengakibatkan 23 dari total 42 penumpang harus dilarikan ke rumah sakit, dengan tiga di antaranya mengalami benturan serius pada tulang belakang dan leher, meski tidak ada korban jiwa.

Penyelidikan mendalam terhadap kecelakaan pesawat, seperti yang terjadi pada ATR 42-500 di Pangkep, seringkali mengungkap berbagai faktor. Hal ini serupa dengan upaya mengungkap misteri di balik insiden penerbangan lain, termasuk kasus-kasus kontroversial seperti rekaman suara kokpit yang menambah kompleksitas penyelidikan jatuhnya pesawat Air India, atau pertanyaan tentang penyebab kecelakaan pesawat yang terjadi hanya dalam hitungan detik. Setiap insiden ini menegaskan betapa krusialnya peran rekaman penerbangan dalam mengungkap kebenaran.

Kompleksitas investigasi keselamatan transportasi udara juga seringkali mencakup pertanyaan mendasar tentang infrastruktur bandara, seperti mengapa ada dinding beton di dekat landasan pacu yang menjadi sorotan dalam kecelakaan pesawat Jeju Air di Korea Selatan. Sementara itu, keberanian dan ketahanan manusia juga menjadi bagian dari narasi kecelakaan, terbukti dari kisah empat bocah yang bertahan hidup 40 hari di Hutan Amazon setelah pesawat jatuh, memberikan pelajaran tentang survival ekstrem.

Setiap kecelakaan pesawat, termasuk yang baru-baru ini menimpa Azerbaijan Airlines di Kazakhstan yang menewaskan 38 orang, mengharuskan analisis cermat terhadap setiap detail. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan penyebab, tetapi juga untuk meningkatkan standar keamanan penerbangan di masa depan. Berbagai insiden ini menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan adalah upaya berkelanjutan yang terus-menerus dievaluasi dan ditingkatkan.

Laporan ini akan terus diperbarui secara berkala seiring dengan perkembangan informasi dari lokasi kejadian dan hasil investigasi lebih lanjut.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

June 29, 2025
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

June 24, 2025
Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

May 31, 2025
Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

May 31, 2025
Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

0
Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

0
Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

0
Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

0
Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

June 9, 2026
Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia vs Mozambik, tayang jam berapa?

Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia vs Mozambik, tayang jam berapa?

June 9, 2026
Harga emas hari ini stabil, investor wajib pantau inflasi AS dan Timur Tengah

Harga emas hari ini stabil, investor wajib pantau inflasi AS dan Timur Tengah

June 9, 2026
Kecewanya Hakim Danish usai tak selesaikan balapan Moto3 Hungaria 2026

Kecewanya Hakim Danish usai tak selesaikan balapan Moto3 Hungaria 2026

June 9, 2026

Recent News

Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

June 9, 2026
Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia vs Mozambik, tayang jam berapa?

Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia vs Mozambik, tayang jam berapa?

June 9, 2026

Categories

  • Arts
  • autos
  • Careers
  • Crime
  • Education And Learning
  • entertainment
  • Family And Relationships
  • Fashion And Style
  • finance
  • Food And Drink
  • Gaming
  • General
  • health
  • Hobbies And Interests
  • Home And Garden
  • Lifestyle
  • Lifestyles
  • News
  • Personal Development
  • Pets And Animals
  • politics
  • Public Safety And Emergencies
  • Science
  • Shopping
  • Society Culture And History
  • sports
  • technology
  • travel
  • Uncategorized
  • Urban Infrastructure
  • War And Conflicts
  • Weather

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

We bring you the best Auto Generate Content News for WordPress Plugins that perfect for news, etc. Check our landing page for details.

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2025