News Stream Pro Simone Ganz, putra dari striker legendaris AC Milan, Maurizio Ganz, tidak dapat menyembunyikan rasa takjubnya terhadap perjalanan luar biasa Como 1907 sepanjang musim ini. Kiprah mengejutkan I Lariani menjadi sorotan jelang pertemuan krusial mereka.
Como 1907 dijadwalkan akan menjamu raksasa Serie A, AC Milan, di markas kebanggaan mereka, Stadio Giuseppe Sinigaglia. Laga ini merupakan pertandingan tunda giornata ke-16 Liga Italia 2025-2026, yang akan berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026 waktu setempat, atau Jumat pukul 02.45 WIB. Pertarungan ini dipastikan menarik perhatian banyak pihak, tak terkecuali Simone Ganz.
Bagi Ganz, pertandingan ini jauh melampaui sekadar duel sepak bola biasa. Pemain berusia 32 tahun ini memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kedua klub. Ia adalah jebolan akademi AC Milan dan pernah menjadi bagian integral dari sejarah Como pada periode 2014-2016. Oleh karena itu, laga ini menjadi simbol pertemuan dua tim yang telah membentuk identitasnya di kancah sepak bola.
Fokus utama perhatian Ganz tertuju pada transformasi dramatis Como. Di bawah kepemilikan Djarum Group dan kepemimpinan visioner Cesc Fabregas, Como 1907 kini bukan lagi tim medioker yang terancam di papan bawah. Mereka telah menjelma menjadi kontestan serius di papan atas klasemen, dikenal sebagai tim yang sangat sulit ditaklukkan, terutama di kandang sendiri.
Dedikasi dan visi Fabregas terhadap Como begitu mendalam. Ia pernah secara tegas menyatakan komitmen penuhnya, seolah menegaskan bahwa “cinta mati” pada Como jauh lebih berharga daripada kontrak lain. Pandangan ini sejalan dengan ambisi besar Mirwan Suwarso dan Djarum Group dalam membawa Como ke level tertinggi, sebuah misi yang dijalankan Fabregas dengan hati dan strateginya.
Simone Ganz pun tak sungkan melontarkan pujian khusus kepada juru taktik asal Spanyol tersebut. “Musim Como sangat mengejutkan,” ujar Ganz, seperti dikutip BolaSport.com dari Tutto Como. “Menurut saya, Fabregas telah membuat tim bermain sangat baik. Dia telah menemukan beberapa pemain yang sangat bagus, yang cocok untuknya. Dia juga telah membuktikan diri di Liga Italia, yang secara taktik sangat sulit. Saya sangat senang karena mereka bermain bagus.”
Kemampuan Fabregas dalam meracik skuad Como memang tak perlu diragukan lagi. Di bawah arahannya, Como berhasil menguasai beberapa aspek penting permainan, membuat mereka tampil mengerikan di lapangan. Kemenangan demi kemenangan dan performa konsisten telah membuat Como mendapatkan pengakuan, bahkan dari pelatih-pelatih lawan, yang mengakui kehebatan taktik dan kekuatan tim ini.
Tak hanya Como, Ganz juga turut mengapresiasi performa AC Milan. “Hal yang sama juga berlaku untuk AC Milan,” tambahnya, mengakui kualitas tim yang juga dibela ayahnya, Maurizio Ganz, di akhir era 90-an. Saat ini, Como menduduki posisi keenam dengan koleksi 34 poin dari 19 pertandingan. Sementara itu, AC Milan bertengger di urutan kedua klasemen dengan mengantongi 40 poin dari jumlah laga yang sama.
Dengan posisi kedua tim yang sama-sama berada di papan atas klasemen, duel di Stadio Giuseppe Sinigaglia diprediksi akan berjalan sangat sengit dan penuh tensi. Laga ini tidak hanya menjadi penentu posisi di klasemen, tetapi juga pembuktian kekuatan bagi Como dan sebuah tantangan besar bagi AC Milan.













