Persib Bandung semakin mengukuhkan dominasinya di puncak klasemen sementara Super League 2024/2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Persik Kediri. Laga pekan ke-24 ini berlangsung di markas kebanggaan mereka, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Senin, 9 Maret 2026. Kemenangan telak ini dipersembahkan melalui gol-gol dari Thom Haye yang mengeksekusi penalti pada menit ke-24, serta dwigol Andrew Jung pada menit ke-40 dan ke-52.
Raihan tiga poin penting ini membawa Persib mengoleksi total 57 poin dari 24 pertandingan. Catatan impresif tersebut terdiri dari 18 kemenangan, tiga hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan, menegaskan posisi mereka sebagai kandidat terkuat juara liga musim ini. Sementara itu, Persik Kediri masih tertahan di peringkat ke-12 dengan 29 poin, menunjukkan perbedaan performa yang signifikan antara kedua tim.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan. Tim tuan rumah mengandalkan umpan-umpan pendek yang presisi untuk membongkar pertahanan lawan. Persik, di sisi lain, berupaya bermain lebih tenang, mencoba menahan gempuran dan mencari celah untuk melancarkan serangan balik dari tekanan yang diberikan oleh tim Maung Bandung.
Peluang pertama bagi Persib tercipta pada menit keenam melalui sundulan Berguinho, memanfaatkan umpan silang akurat dari Beckham Putra. Sayangnya, bola masih terlalu lemah dan mudah diamankan oleh kiper Persik, Leonardo Navacchio. Tak berhenti di situ, Persib kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-18 ketika tendangan Adam Alis, yang menerima umpan pendek dari Beckham di sisi kiri, masih melebar tipis dari gawang Persik, membuat para suporter menahan napas.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-24. Persib dihadiahi penalti setelah Berguinho dijatuhkan oleh Muhammad Firli di dalam kotak terlarang. Thom Haye yang maju sebagai algojo, dengan tenang mengarahkan bola ke pojok kanan gawang, menaklukkan Navacchio dan membawa Persib unggul 1-0.
Menjelang akhir babak pertama, Persib berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-40, lagi-lagi melalui tendangan penalti. Kali ini, hadiah penalti diberikan setelah Frans Putros dilanggar oleh Adrian Luna di area kotak penalti. Andrew Jung tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, membuat skor menjadi 2-0. Persik sempat berupaya memperkecil ketertinggalan sebelum jeda. Peluang terbaik mereka datang pada menit ke-45 melalui tendangan Jose Enrique, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Persib.
Memasuki babak kedua, pelatih Persib, Bojan Hodak, melakukan perubahan strategis untuk menjaga momentum. Ia memasukkan dua pemain kunci, Marc Klok dan Uilliam Barros, menggantikan Kakang Rudianto serta Adam Alis, dengan harapan dapat menambah daya gedor dan menjaga keseimbangan tim.
Perubahan ini terbukti efektif, karena Persib kembali menambah pundi-pundi gol pada menit ke-52. Andrew Jung mencetak gol keduanya malam itu setelah memanfaatkan umpan silang ciamik dari Berguinho yang diteruskan oleh Frans Putros dengan umpan datar ke depan gawang. Dengan sigap, Jung menyambar bola tersebut, membawa Persib unggul jauh 3-0.
Persik tidak menyerah begitu saja dan sempat mendapatkan peluang untuk memperkecil kedudukan melalui tendangan bebas Ezra Walian pada menit ke-57. Namun, kiper Persib, Teja Paku Alam, tampil heroik dengan menepis bola. Sayangnya, Adrian Luna yang menyambar bola muntah gagal memanfaatkan peluang emas tersebut setelah tendangannya melambung di atas gawang.
Memasuki pertengahan babak kedua, Persik berusaha keras untuk menekan pertahanan Persib, mencari celah untuk mencetak gol hiburan. Namun, lini belakang tuan rumah menunjukkan performa yang sangat disiplin, berhasil meredam setiap serangan lawan dan memastikan tidak ada gol tambahan tercipta hingga pertandingan berakhir. Skor 3-0 untuk kemenangan Persib Bandung pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Susunan pemain
Persib Bandung: Teja Paku Alam, Federico Barba, Patricio Matricardi, Kakang Rudianto, Eliano Reijnders, Thom Haye, Frans Putros, Adam Alis, Beckham Putra, Berguinho, Andrew Jung.
Persik Kediri: Leonardo Navacchio, Francisco Pereira, Muhammad Firli, Rifqi Ray, Novri Setiawan, Adrian Luna, Imanol Garcia Lugea, Ernesto Gomez Munoz, Ezra Walian, Jon Toral Harper.
Kesuksesan Persib di kancah domestik tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para penggemar sepak bola di Indonesia. Namun, di balik hingar-bingar liga, ada pula berbagai dinamika yang patut dicermati, seperti pembahasan mengenai mengapa Indonesia tak bisa tampil di sepak bola Asian Games, sebuah topik yang sering memantik diskusi hangat di kalangan pencinta olahraga Tanah Air.













