Persib Bandung menghadapi tantangan besar namun peluang mereka untuk melaju ke babak perempat final ACL 2 2025/2026 masih terbuka. Asa Maung Bandung sedikit terganjal setelah menelan kekalahan telak 3-0 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar, Rabu (11/2) lalu. Hasil ini menuntut perjuangan ekstra keras di laga penentuan.
Bertanding di Ratchaburi Stadium, gawang Persib kebobolan oleh brace Pedro Tana pada menit ke-5 dan 84, serta satu gol dari Gabriel Mutobo di menit ke-53. Kekalahan telak ini, dengan selisih tiga gol tanpa balas, jelas membuat langkah Persib menuju fase berikutnya menjadi sangat berat dan tidak mudah.
Dengan defisit gol yang signifikan, Thom Haye dan rekan-rekan setimnya harus berjuang mati-matian untuk meraih kemenangan dengan skor besar di leg kedua. Segala perhatian kini tertuju pada pelatih kepala, Bojan Hodak. Ia diharapkan dapat meramu formula terbaik agar timnya tidak lagi menelan kekalahan, sekaligus membuktikan “sentuhan magisnya” yang kerap menjadi penentu, meski timnya telah menunjukkan banyak perkembangan positif.
Hasil memalukan di Thailand itu menegaskan bahwa nasib Persib akan ditentukan di kandang sendiri, Bandung. Salah satu permasalahan krusial yang terungkap di markas Ratchaburi adalah rapuhnya lini tengah Maung Bandung. Absennya Marc Klok di pertandingan tersebut terasa sangat vital, mengingat tidak adanya pengganti yang sepadan untuk membendung skema serangan balik cepat lawan.
Duet Thom Haye dan Eliano Reijnders di sektor gelandang bertahan terlihat belum optimal dalam menjaga keseimbangan tim. Selain itu, ketiadaan Beckham Putra juga turut membatasi pilihan alternatif serangan yang bisa dilancarkan Persib. Seluruh kondisi ini menjadi catatan evaluasi besar bagi tim pelatih, terutama karena pergantian pemain di babak kedua juga tidak mampu mengubah jalannya atau arah pertandingan secara signifikan.
Pertandingan leg kedua yang krusial ini dijadwalkan akan dihelat di markas kebanggaan mereka, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada tanggal 18 Februari mendatang. Untuk dapat melaju ke babak perempat final ACL 2, Persib diwajibkan untuk meraih kemenangan dengan selisih minimal empat gol, sebuah target yang sangat menantang.
Misi ini memang tidak mudah, namun bukan berarti mustahil bagi Maung Bandung. Sejarah mencatat, di ajang ACL 2 musim ini, Persib pernah menorehkan comeback krusial saat berhasil mengalahkan Selangor FC dengan skor 2-3 di kandang lawan. Pengalaman ini bisa menjadi suntikan moral bahwa mereka memiliki kapasitas untuk membalikkan keadaan.
Mengingat kekalahan di leg pertama di mana Ratchaburi FC berhasil mencetak gol kilat yang membuat Persib tertinggal di babak pertama, Maung Bandung kini memiliki beberapa faktor yang bisa membuat mereka sedikit “di atas angin” di pertemuan selanjutnya. Mereka mendapatkan waktu pemulihan yang cukup panjang untuk mempersiapkan diri secara fisik dan strategis.
Penundaan pertandingan kontra Borneo FC juga memberikan durasi istirahat yang krusial bagi skuad untuk memulihkan energi dan fokus. Lebih dari itu, bermain di kandang sendiri merupakan senjata utama Persib, terutama di ajang Super League 2025/2026. Dengan dukungan penuh dan masif dari Bobotoh, Maung Bandung terbukti belum terkalahkan saat berlaga di hadapan pendukung setianya.
Meskipun demikian, satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi adalah efektivitas lini depan. Kemampuan mereka untuk mencetak banyak gol masih belum maksimal, sebuah aspek krusial yang wajib ditingkatkan jika Persib ingin membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke perempat final ACL 2.












