jateng.jpnn.com, JEPARA – Pertarungan sengit menanti Persijap Jepara saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 pekan ke-25. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu (11/3) malam, dengan kickoff pukul 20.30 WIB.
Meskipun berstatus tim tamu, Laskar Kalinyamat datang dengan tekad bulat dan ambisi besar. Tiga poin menjadi target mutlak demi menjauh dari ancaman zona degradasi yang kini masih membayangi mereka di papan bawah klasemen.
Saat ini, Persijap berada di posisi ke-15 klasemen dengan raihan 20 poin dari 24 pertandingan yang telah dijalani. Perolehan ini sama persis dengan yang dimiliki Madura United FC di posisi ke-14 serta Semen Padang FC yang menempati peringkat ke-16, tepat di batas atas zona degradasi. Persaingan di papan bawah memang sangat ketat, dengan PSBS Biak di posisi ke-17 dengan 18 poin, dan Persis Solo masih menjadi juru kunci dengan 17 poin.
Kondisi demikian menjadikan setiap pertandingan terasa seperti final bagi skuad Persijap. Namun, misi merebut poin di kandang PSIM jelas bukan perkara mudah. Tim berjuluk Laskar Mataram itu sendiri juga sedang memburu kemenangan untuk memperbaiki posisinya di papan tengah, di mana mereka kini menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 37 poin.
Selain tekanan dari lawan, Persijap juga harus menghadapi kendala serius berupa absennya dua pemain penting. Gelandang energik Wahyudi Hamisi tidak bisa diturunkan akibat akumulasi kartu kuning. Sementara itu, bek asing Jose Luis Espinosa Arroyo, atau yang akrab disapa Rubio, harus menjalani hukuman kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Persis Solo pada pekan ke-24.
Absennya dua pilar tersebut secara otomatis akan membuat lini tengah dan pertahanan Persijap mengalami perubahan signifikan. Pelatih Mario Lemos pun dituntut untuk memutar otak dan meracik strategi terbaik agar keseimbangan tim tetap terjaga dan performa tim tidak menurun drastis.
“Adanya pemain yang absen dalam sepak bola itu adalah hal yang biasa, bisa karena kartu kuning, kartu merah, atau cedera. Kami datang dengan fokus penuh dan akan mencoba mendapatkan poin karena itu yang kami butuhkan,” ujar Lemos dengan nada optimistis.
Meski kehilangan beberapa pilar inti, Lemos memastikan bahwa timnya tetap akan mempertahankan pola permainan utama yang telah menjadi ciri khas. Beberapa pemain kunci seperti Borja Herrera, Iker Guarrotxena, Carlos Franca, Borja Martinez, hingga Lucas Morelatto siap menjadi tumpuan utama untuk membongkar pertahanan tangguh tuan rumah.
Lemos lebih lanjut menegaskan bahwa tekanan berat di papan bawah sudah sepenuhnya disadari oleh seluruh pemain. Oleh karena itu, setiap pertandingan kini diperlakukan sebagai laga hidup-mati yang menuntut perjuangan maksimal.
“Kami punya 20 poin, sama dengan Madura United dan Semen Padang. Setiap langkah sekarang adalah final. Kami sangat membutuhkan poin dan harus berusaha keras mendapatkannya di setiap laga,” tegas sang pelatih, menunjukkan betapa krusialnya setiap poin bagi kelangsungan Persijap di liga. (jpnn)













