jpnn.com – Ezra Walian, gelandang serang andalan Persik Kediri, baru-baru ini mencuri perhatian dengan mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap Persib Bandung. Klub kebanggaan Jawa Barat ini pernah menjadi rumah bagi pemain berdarah Indonesia-Belanda itu selama tiga tahun, terhitung sejak 2021 hingga 2024, sebelum ia kini membela Macan Putih.
Dalam sebuah siniar (podcast) yang ia ikuti bersama klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, Ezra membuat perbandingan yang menarik. Menurutnya, Persib layak disandingkan dengan Ajax, dijuluki sebagai ‘Ajax-nya Indonesia’. Julukan ini ia berikan bukan tanpa alasan, melainkan karena prestise klub yang besar serta basis suporter yang masif dan luar biasa antusias.
Pemain yang telah mencatatkan sembilan penampilan untuk Timnas Indonesia ini menilai bahwa pengalamannya bermain untuk Persib Bandung memberikan kesan mendalam tentang sejarah panjang klub. Ia juga merasakan langsung antusiasme para penggemar yang tiada tara, sebuah fenomena yang jarang ia temui di klub lain.
Refleksi Ezra Walian ini terasa semakin relevan mengingat Persik Kediri akan segera menghadapi Persib Bandung dalam waktu dekat. Pertandingan tersebut bukan hanya sekadar laga biasa, melainkan juga menjadi ajang spesial bagi Ezra yang diyakini memiliki tekad khusus untuk menunjukkan performa terbaiknya di hadapan mantan klubnya.
“Saya bermain untuk Persib, klub terbesar di Indonesia. ‘Ajax-nya Indonesia’,” ujar Ezra dalam siniar tersebut, menegaskan kembali betapa besar pengakuan yang ia berikan terhadap Maung Bandung.
Lebih dari sekadar prestise klub, Ezra juga berbagi cerita mengenai pengalaman unik dan tak terlupakan saat berinteraksi dengan suporter Persib. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para penggemar sangatlah besar, hingga sering kali membuat para pemain kesulitan untuk bergerak leluasa di jalanan, terutama setelah meraih kemenangan. Mereka selalu menjadi magnet bagi fan yang ingin berfoto atau bersalaman.
“Bayangkan, kami menempuh jalan sepanjang lima kilometer, tetapi butuh enam jam untuk sampai ke tujuan karena seluruh kota seakan berhenti menunggu kami lewat,” tambah pemain yang kini mengemban peran sebagai kapten Persik Kediri itu. Momen-momen tersebut menjadi bukti nyata betapa eratnya ikatan antara tim dan para pendukungnya.
Performa Ezra Walian yang memukau selama di Persib bahkan sempat membuat pelatih Bojan Hodak terkesan. Ada pertanyaan yang tersirat, apakah Bojan Hodak merasa menyesal telah melepas Ezra ke Persik Kediri, mengingat kontribusi signifikan yang mampu diberikannya di lapangan.
Ezra memandang momen kegembiraan fan setelah kemenangan lebih dari sekadar euforia sesaat. Pesepak bola berusia 29 tahun itu menekankan bahwa luapan kebahagiaan para penggemar menunjukkan betapa sentralnya sepak bola bagi denyut nadi dan identitas Kota Bandung.
“Itu adalah pengalaman yang sangat spesial dalam karier saya. Melihat bagaimana kebahagiaan dan cinta para penggemar terhadap gelar juara membuat saya berpikir,” tandasnya.
Meskipun agen Ezra Walian sempat mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk hengkang ke Persik Kediri menjelang laga melawan Persib Bandung, kekaguman dan rasa hormat Ezra terhadap mantan klubnya tetap tak tergoyahkan.
Bagi Ezra, Persib bukan hanya sekadar urusan kemenangan di lapangan hijau, tetapi juga merupakan simbol budaya, kebanggaan lokal, dan komunitas yang luar biasa kuat. Pengalaman Ezra Walian bersama Persib Bandung menjadi gambaran nyata betapa kuatnya ikatan emosional antara sebuah klub, pemain, dan penggemarnya di Tanah Air, meninggalkan jejak berharga dalam perjalanan karier sepak bolanya.(mcr15/jpnn)













