Setelah bertahun-tahun menjadi pilar utama dalam era kejayaan, Mohamed Salah secara resmi menutup lembaran perjalanannya bersama Liverpool F.C. Kepergian sang penyerang asal Mesir ini menandai akhir dari sebuah era sekaligus membuka babak baru yang penuh tanda tanya dalam destinasi karier Salah berikutnya.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Selasa (26/5), laga terakhir Salah di Anfield diselimuti atmosfer emosional yang mendalam. Pertandingan perpisahan tersebut tidak hanya meninggalkan kenangan manis, tetapi juga mengukir sejumlah pencapaian bersejarah yang semakin memantapkan posisinya sebagai legenda klub.
Dalam duel pamungkas melawan Brentford F.C. yang berakhir imbang 1-1, Salah mencatatkan assist krusial untuk gol yang dicetak Curtis Jones. Torehan penting ini mengantarkannya menjadi raja assist sepanjang masa bagi Liverpool di kompetisi Premier League, dengan total 93 assist. Angka tersebut melampaui rekor legendaris yang sebelumnya dipegang oleh Steven Gerrard, sebuah pencapaian yang menegaskan betapa sentralnya peran Salah di jantung serangan The Reds.
Rekor Salah ini tidak hanya sekadar statistik, melainkan simbol dominasinya dan kontribusinya yang tak tergantikan. Sejak kedatangannya pada tahun 2017, Salah telah menjadi bagian integral dari “generasi emas” Liverpool yang bangkit dari keterpurukan dan meraih berbagai gelar bergengsi. Bersama rekan-rekannya, ia sukses membawa klub merengkuh trofi Liga Champions, Premier League yang telah lama diidamkan, hingga Piala Dunia Antarklub, mengukuhkan dirinya sebagai figur sentral dalam kebangkitan tim di kancah domestik maupun Eropa.
Momen perpisahan di Anfield menjadi sangat mengharukan bagi Salah. Ia mengakui diliputi emosi mendalam, bahkan tak kuasa menahan tangis, namun sekaligus merasakan kebanggaan luar biasa karena berhasil mewujudkan nyaris semua impiannya bersama Liverpool. Bagi pemain berjuluk “Si Raja Mesir” ini, apresiasi dan curahan kasih sayang dari para penggemar adalah harta tak ternilai yang akan selalu dikenangnya sepanjang perjalanan kariernya di Merseyside.
Kendati demikian, babak selanjutnya dalam destinasi karier Salah masih menjadi misteri besar yang memancing banyak spekulasi. Dalam sebuah wawancara pasca-pertandingan, Salah secara tegas menyatakan bahwa ia tidak akan kembali ke Liverpool dan akan melangkah “sangat jauh dari kota tersebut.” Pernyataan ini sontak memicu perbincangan hangat mengenai kemungkinan dirinya melanjutkan petualangan di liga lain, atau bergabung dengan salah satu klub raksasa di luar Inggris, mencari tantangan baru yang berbeda.
Hingga berita ini diturunkan, Mohamed Salah belum memberikan konfirmasi mengenai klub tujuannya. Ketidakpastian ini terus memicu rasa penasaran publik dan para pengamat sepak bola, menanti langkah besar apa yang akan diambil oleh salah satu legenda modern Liverpool tersebut. Yang pasti, Salah meninggalkan warisan yang tak ternilai di Anfield, berupa trofi berlimpah, rekor-rekor fantastis, dan ikatan emosional yang tak terputus dengan para pendukung setia klub.













