Sorotan dunia sepak bola akan tertuju pada Puskas Arena di Budapest, Hungaria, pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 23.00 WIB. Dua raksasa Eropa, Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG), akan saling berhadapan dalam duel akbar memperebutkan gelar juara Liga Champions musim 2025-2026. Pertarungan ini tidak hanya menjanjikan tontonan menarik, tetapi juga sarat akan sejarah. Arsenal melangkah ke final dengan rekor sempurna, tanpa menelan kekalahan sepanjang turnamen. Sementara itu, PSG berhasil bangkit dari fase playoff dan mencapai final untuk musim kedua secara beruntun, berambisi mempertahankan gelar yang mereka raih musim lalu.
Edisi ke-71 dari kompetisi antarklub tertinggi Eropa, dan yang ke-34 sejak berganti nama menjadi Liga Champions, ini memiliki keunikan tersendiri. Final kali ini menjadi yang pertama sejak tahun 2018 yang diikuti oleh juara bertahan, menambah bobot dan drama pada laga puncak. Bagi Arsenal, momen ini sangat spesial; ini adalah final Liga Champions pertama mereka sejak musim 2005-2006. Di sisi lain, PSG telah mencapai final ketiga mereka dan berpeluang besar untuk menciptakan sejarah baru dengan mempertahankan gelar juara.
Arsenal memang menampilkan performa yang sangat meyakinkan sepanjang kompetisi. Tim asuhan Mikel Arteta ini menjaga rekor tak terkalahkan mereka dengan konsistensi luar biasa sejak fase liga. Mereka menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan gemilang, mengukuhkan diri sebagai pemuncak klasemen fase liga. The Gunners bahkan mencatatkan lima clean sheet selama fase liga, termasuk empat laga pertama yang berakhir tanpa kebobolan sama sekali. Perjalanan impresif mereka diawali dengan mengalahkan Athletic Bilbao 2-0, Olympiakos 2-0, Atletico Madrid 4-0, dan Sparta Praha 3-0.
Dominasi Arsenal berlanjut dengan menundukkan Bayern Munchen 3-1, Club Brugge 3-0, Inter Milan 3-1, dan Kairat Almaty 3-2, yang memastikan posisi teratas di fase liga. Di babak 16 besar, mereka berhasil menyingkirkan Bayer Leverkusen dengan agregat 3-1, setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama dan memetik kemenangan 2-0 di leg kedua. Tantangan berikutnya datang di perempat final saat menghadapi Sporting CP, di mana Arsenal unggul 1-0 pada leg pertama di Portugal dan bermain imbang tanpa gol pada leg kedua, cukup untuk melaju.
Drama semifinal mempertemukan Arsenal kembali dengan Atletico Madrid, lawan yang sebelumnya mereka kalahkan di fase liga. Leg pertama berakhir imbang 1-1, namun di leg kedua, Arsenal menunjukkan ketangguhan mental mereka dengan meraih kemenangan tipis 1-0 untuk mengamankan tiket ke final yang prestisius.
PSG, di sisi lain, menempuh jalur yang lebih berliku namun tak kalah heroik. Berbeda dengan Arsenal yang mulus, tim asuhan Luis Enrique ini tidak menjalani fase liga dengan sempurna. Meskipun membuka kompetisi dengan kemenangan besar atas Atalanta dan Bayer Leverkusen, serta meraih kemenangan tandang di kandang Barcelona, mereka sempat kehilangan poin dalam beberapa pertandingan penting. PSG menelan kekalahan dari Bayern Munchen dan Sporting CP, serta ditahan imbang oleh Athletic Bilbao dan Newcastle United. Hasil-hasil ini membuat mereka hanya mampu finis di posisi ke-11 klasemen fase liga, sehingga harus melalui babak playoff fase gugur.
Namun, babak playoff justru menjadi titik balik kebangkitan PSG. Mereka sukses menyingkirkan AS Monaco dengan agregat 5-4. Sejak saat itu, performa mereka meningkat tajam dan menjadi sangat menakutkan bagi lawan. Chelsea menjadi korban pertama di babak 16 besar, di mana PSG menang agregat telak 8-2 setelah meraih kemenangan 5-2 dan 3-0. Di perempat final, giliran Liverpool yang mereka singkirkan dengan agregat meyakinkan 4-0, dengan kemenangan 2-0 pada kedua leg.
Semifinal menghadirkan duel ulangan melawan Bayern Munchen, yang sebelumnya mengalahkan mereka di fase liga. PSG berhasil membalas kekalahan tersebut dengan performa impresif, menang agregat 6-5 untuk memastikan tempat di final Liga Champions. Sepanjang kompetisi musim ini, PSG telah membuktikan diri sebagai tim paling produktif, mencetak 44 gol dalam 16 pertandingan meskipun kebobolan 22 kali.
Melihat rekam jejak kontras namun sama-sama luar biasa dari kedua finalis, pertemuan antara PSG dan Arsenal di Puskas Arena tidak hanya akan menjadi perebutan trofi bergengsi, tetapi juga duel taktik antara dua gaya sepak bola yang menarik. Ini adalah pertarungan yang sangat dinantikan, menjanjikan ketegangan dan kualitas tingkat tinggi.
Berikut adalah rincian perjalanan Arsenal menuju final:
Perjalanan Arsenal ke Final
Fase Liga
Athletic Bilbao 0-2 Arsenal
Arsenal 2-0 Olympiakos
Arsenal 4-0 Atletico Madrid
Sparta Praha 0-3 Arsenal
Arsenal 3-1 Bayern Munchen
Club Brugge 0-3 Arsenal
Inter Milan 1-3 Arsenal
Arsenal 3-2 Kairat Almaty
Babak 16 Besar
Bayer Leverkusen 1-1 Arsenal
Arsenal 2-0 Bayer Leverkusen
Perempat Final
Sporting CP 0-1 Arsenal
Arsenal 0-0 Sporting CP
Semifinal
Atletico Madrid 1-1 Arsenal
Arsenal 1-0 Atletico Madrid
Dan berikut adalah detail perjalanan PSG menuju final:
Perjalanan PSG ke Final
Fase Liga
PSG 4-0 Atalanta
Barcelona 1-2 PSG
Bayer Leverkusen 2-7 PSG
PSG 1-2 Bayern Munchen
PSG 5-3 Tottenham Hotspur
Athletic Bilbao 0-0 PSG
Sporting CP 2-1 PSG
PSG 1-1 Newcastle United
Playoff Fase Gugur
AS Monaco 2-3 PSG
PSG 2-2 AS Monaco
Babak 16 Besar
PSG 5-2 Chelsea
Chelsea 0-3 PSG
Perempat Final
PSG 2-0 Liverpool
Liverpool 0-2 PSG
Semifinal
PSG 5-4 Bayern Munchen
Bayern Munchen 1-1 PSG
Final
PSG vs Arsenal













