jpnn.com, BANDUNG – Persita Tangerang akan menghadapi lawan tangguh, Persib Bandung, dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/26. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di kandang Maung Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Minggu, 22 Februari 2026. Persita datang dengan modal catatan positif, setelah berhasil menundukkan sang juara bertahan Persib di putaran pertama musim ini.
Kemenangan 2-1 di Bali pada pertemuan sebelumnya menjadi suntikan motivasi bagi Pendekar Cisadane. Namun, pelatih Persita, Carlos Pena, menyadari bahwa tim yang akan mereka hadapi kali ini bukanlah Persib Bandung yang sama seperti saat itu. Sang tuan rumah telah mengalami banyak perubahan signifikan dan kini menjelma menjadi kekuatan yang lebih mumpuni.
Perubahan tersebut tidak lepas dari peningkatan kualitas skuad yang dilakukan oleh tim asuhan Bojan Hodak. Maung Bandung bahkan sukses mendatangkan pemain berkelas dunia, Layvin Kurzawa, yang merupakan mantan penggawa Paris Saint-Germain (PSG). Kehadiran pemain sekaliber Kurzawa ini tentu menjadi kabar baik sekaligus harapan baru bagi Bobotoh, suporter setia Persib, menambah daya gedor tim serta memberikan dimensi berbeda dalam permainan mereka menjelang laga krusial ini.
Menyikapi peningkatan kekuatan lawan, Pena menegaskan bahwa laga di GBLA nanti akan jauh berbeda dari pertemuan pertama. “Sangat berbeda, mereka (Persib) tim yang sangat berbeda dan mereka sudah berubah di sepanjang musim ini. Jadi, pertandingan besok saya rasa akan berbeda juga,” ujar Pena dalam konferensi pers pralaga di Stadion GBLA, Sabtu, 21 Februari 2026. Ia menekankan, Persita tak boleh jemawa sekalipun memiliki catatan bagus di putaran pertama. Di sisi lain, Persib Bandung yang memiliki memori buruk kekalahan dari Persita di pertemuan sebelumnya, dipastikan akan bertekad kuat untuk membalas dendam di hadapan para suporter setianya.
Meskipun Persib diperkuat materi pemain yang berkualitas dan kini memiliki ‘senjata baru’ dalam diri Layvin Kurzawa, yang kemungkinannya akan langsung diturunkan dalam pertandingan ini, anak asuh Pena justru semakin termotivasi. Mereka tidak gentar dan tetap percaya diri, sebab Persita juga dihuni oleh pemain-pemain dengan ketajaman yang tak kalah menjanjikan.
Eks pelatih Persija itu menambahkan, “Kami memang menang di pertemuan pertama dan besok kami akan bermain di sini. Kami termotivasi untuk bisa meraih tiga poin.” Pernyataan ini menegaskan ambisi besar Persita untuk kembali mencuri poin penuh dari kandang sang juara bertahan, meskipun tantangan yang mereka hadapi kali ini jauh lebih berat.
(mcr27/jpnn)













