jpnn.com – Wacana besar tengah digodok di paddock MotoGP.
Mulai musim 2027, seluruh pembalap disebut-sebut bakal mendapatkan jaminan gaji minimum yang nilainya mencapai EUR 500 ribu atau setara Rp 10 miliar per tahun.
Kebijakan tersebut dirancang untuk berlaku menyeluruh, tanpa memandang status pembalap.
Artinya, baik rider senior maupun rookie yang baru mencicipi kelas utama akan menerima perlakuan finansial yang sama dari sisi batas gaji terendah.
Toprak, Bintang Superbike yang Masih Kebingungan di MotoGP
Selama ini, ketimpangan penghasilan di grid MotoGP menjadi sorotan.
Di satu sisi, pembalap papan atas dengan nama besar menikmati kontrak bernilai fantastis.
Namun di sisi lain, tak sedikit rider tim satelit yang harus menerima bayaran jauh di bawah risiko besar yang mereka hadapi setiap akhir pekan balapan.
Nama Marc Marquez dan Fabio Quartararo kerap disebut sebagai contoh pembalap dengan pemasukan tertinggi.
MotoGP 2026: Api Lama Marc Marquez-Valentino Rossi Kembali Membara
Total pendapatan keduanya, termasuk kontrak tim dan sponsor, diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah per musim.
Angka tersebut kontras dengan gaji sejumlah rider lain yang hanya berada di kisaran ratusan ribu euro per tahun.
Perbedaan mencolok itulah yang mendorong munculnya gagasan penetapan gaji minimum.
14 Rekor Gila Menunggu Marc Marquez di MotoGP 2026
MotoGP menilai seluruh pembalap menanggung risiko keselamatan yang sama di lintasan, sehingga standar kesejahteraan dasar perlu diperjelas dan dijamin.(motosport/mcr15/jpnn)













