News Stream Pro Pelatih asal Jepang, Masatada Ishii, tak butuh waktu lama untuk mendapatkan pekerjaan baru setelah dipecat dari Timnas Thailand. Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) secara resmi mengakhiri kontrak Ishii pada Selasa, 21 Oktober 2025. Keputusan ini mengakhiri masa kepelatihan Ishii di Timnas Thailand yang dimulai sejak akhir 2023. FAT mengumumkan bahwa keputusan ini diambil karena filosofi Ishii dianggap tidak lagi sejalan dengan visi federasi.
Bersama Ishii, Tim Gajah Perang memenangkan 16 dari 30 pertandingan, dengan rasio kemenangan sekitar 53 persen. Prestasi terbaiknya adalah mengantarkan Thailand mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023 di Qatar. Meskipun rekornya terbilang cukup baik, FAT memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Jepang tersebut.
Selain perbedaan filosofi, FAT menyatakan bahwa gaya kepelatihan Ishii juga tidak lagi sesuai dengan visi jangka panjang yang mereka usung. Bahkan, muncul isu bahwa Ishii mengabaikan pemain-pemain lokal yang sedang dalam performa terbaiknya. Pemecatan Ishii juga dikaitkan dengan hasil kurang memuaskan yang diraih Thailand dalam beberapa turnamen terakhir.
Kegagalan di ASEAN Cup 2024 dan Piala Raja 2025, serta kekalahan 1-3 dari Turkmenistan, disebut-sebut memengaruhi peluang Thailand untuk lolos ke Piala Asia 2027. Terlepas dari berbagai faktor tersebut, keputusan FAT ini cukup mengejutkan publik sepak bola Thailand. Bahkan, muncul rencana dari sejumlah penggemar untuk memboikot pertandingan Thailand sebagai bentuk protes atas pemecatan Ishii. Apalagi, pemecatan ini dilakukan tak lama setelah Thailand meraih dua kemenangan atas Taiwan di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Namun, di tengah kabar pemecatan yang menggemparkan, Ishii tak perlu menunggu lama untuk kembali berkiprah di dunia sepak bola. Sementara itu, timnas Indonesia berpotensi berada satu grup dengan Vietnam dan Malaysia di Piala Asia Futsal 2026, terhindar dari persaingan dengan Thailand.
Pada Kamis, 30 Oktober 2025, BG Pathum United secara resmi mengumumkan Ishii sebagai pelatih baru mereka. Penunjukan ini diumumkan melalui pernyataan resmi klub Liga Thailand di media sosial. Ishii diharapkan dapat meningkatkan performa Chanathip Songkrasin dan rekan-rekannya, yang saat ini berada di posisi kelima klasemen Liga Thailand. “Klub BG Pathum United secara resmi mengumumkan penunjukan Masatada Ishii untuk menjabat sebagai pelatih kepala baru klub,” demikian bunyi pernyataan BG Pathum.
Dengan demikian, Ishii tetap melanjutkan kariernya di sepak bola Thailand, tempat ia telah menorehkan banyak jejak sejak 2019. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang karier Ishii di Thailand, Federasi Vietnam mengakui permintaan maaf Thailand terkait insiden salah pemasangan bendera.
Pada musim pertamanya di Liga Thailand bersama Samut Prakan City, Ishii berhasil membantu tim tersebut finis di posisi keenam. Kemudian, sebagai arsitek Buriram United, ia dianggap sangat sukses dengan meraih enam trofi selama periode 2021-2023. Keenam trofi tersebut terdiri dari dua gelar juara Liga Thailand, dua Piala Liga Thailand, dan dua Piala Revo.
Sebelum berkarier di Thailand, Ishii telah dikenal luas berkat pengalamannya yang panjang di negara asalnya, Jepang. Ia juga berhasil mempersembahkan beberapa gelar domestik saat memimpin klub Liga Jepang, Kashima Antlers. Bahkan, ia berhasil membawa klub tersebut meraih posisi *runner-up* di Piala Dunia Antarklub 2016.
Ringkasan
Masatada Ishii dipecat dari Timnas Thailand oleh Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) karena perbedaan filosofi dan gaya kepelatihan yang tidak lagi sejalan dengan visi federasi, meskipun mencatatkan rekor kemenangan 53% dan membawa Thailand ke babak 16 besar Piala Asia 2023. Keputusan ini mengejutkan publik sepak bola Thailand, bahkan memicu rencana boikot dari sejumlah penggemar.
Namun, Ishii tidak lama menganggur. BG Pathum United, klub Liga Thailand, secara resmi mengumumkan Ishii sebagai pelatih baru mereka. Sebelumnya, Ishii sukses di Liga Thailand dengan Samut Prakan City dan Buriram United, serta meraih gelar juara domestik dan *runner-up* Piala Dunia Antarklub bersama Kashima Antlers di Jepang.












