Terkenal Berbakat, Marc Marquez Rela Potong Tulang Demi Juara MotoGP
Terkenal Berbakat, Marc Marquez Rela Potong Tulang Demi Juara MotoGP
Jalan Marquez untuk kembali meraih gelar juara dunia MotoGP ke-7 sangat terjal, bahkan sampai rela potong tulang
Gridoto / Sport
Mohammad Nurul Hidayah
October 9th, 8:00 AM
October 9th, 8:00 AM
News Stream Pro – Di balik gemilangnya Marc Marquez meraih gelar juara dunia MotoGP untuk ketujuh kalinya, tersimpan sebuah kisah yang menginspirasi sekaligus mengharukan. Perjuangan “Baby Alien” untuk kembali ke puncak tidaklah mudah, bahkan ia rela menjalani operasi potong tulang demi bisa kembali kompetitif di lintasan MotoGP.
Kisah epik ini terungkap dalam video berjudul “More Than A Comeback” yang dipublikasikan di akun YouTube resmi MotoGP. Video berdurasi 32 menit 43 detik ini mengisahkan awal mula kemunduran Marquez, ketika ia mengalami kecelakaan mengerikan di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada MotoGP 2020.
Pada tikungan ketiga, Marquez mengalami insiden tunggal yang membuatnya terlempar dari motor dan justru tertabrak oleh motornya sendiri. Akibatnya, tulang humerus (tulang lengan atas) Marquez patah.
Tulang humerus adalah tulang yang menghubungkan bahu dan siku, dan cedera pada tulang ini sangat memengaruhi kemampuan Marquez dalam mengendalikan motornya.
Sayangnya, proses penyembuhan tulang humerus Marquez tidak berjalan mulus. Meskipun tulang tersebut berhasil disambung kembali, Marquez terus merasakan sakit di lengannya. Ia juga merasa bahwa kinerja tangannya tidak lagi sama seperti sebelum cedera, kehilangan presisi yang menjadi ciri khasnya.
Rasa sakit dan frustrasi yang terus-menerus sempat membuat Marquez berpikir untuk mengakhiri karier balapnya. Namun, semangat juangnya yang membara mendorongnya untuk mencari solusi terakhir, yaitu operasi di Mayo Clinic, Amerika Serikat.
Hasil pemeriksaan di Mayo Clinic mengungkapkan bahwa penyambungan tulang Marquez sebelumnya tidak sempurna. Posisi rotasi tulangnya melenceng hingga 34 derajat dari posisi normal, yang menjadi penyebab utama rasa sakit dan ketidaknyamanannya.
Tim dokter kemudian merekomendasikan operasi untuk memotong tulang dan memperbaiki rotasinya. “Memotong tulang hanya agar bisa kembali ke posisi semula, hanya agar bisa mengendarai motor. Dia melakukannya karena cinta terhadap olahraga ini,” ungkap Carlos Garcia, terapis fisik pribadi yang mendampingi Marquez selama operasi di Amerika Serikat. Pengorbanan yang luar biasa demi menggapai impiannya.
Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Setelah kembali ke arena balap, Marquez menghadapi masalah dengan motor Honda RC213V yang tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini membuatnya kurang kompetitif dan sering mengalami kecelakaan. Akhirnya, Marquez memutuskan untuk pindah ke tim satelit Ducati.
Secercah harapan muncul ketika Marquez pertama kali mencoba motor Ducati MotoGP. Ia tersenyum lebar karena merasakan motor bekerja dengan baik. Di tahun pertamanya bersama Ducati Desmosedici GP, Marquez berhasil meraih 3 kemenangan dan 10 podium, yang mengantarkannya ke posisi ketiga di klasemen akhir pembalap.
Kini, di tahun 2025, Marquez bergabung dengan tim pabrikan Ducati, dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang. Sebuah pembuktian atas kegigihan dan pengorbanannya.
Baca juga: Tak hanya Marquez yang menghadapi tantangan, rivalnya pun berjuang keras di lintasan. Bahkan, ada yang terancam gagal merayakan gelar juara dunia.
Perjalanan Marc Marquez menuju gelar juara dunia MotoGP bukanlah perjalanan yang mudah. Seorang pembalap yang terkenal dengan bakat alaminya harus rela menjalani operasi potong tulang tangan demi bisa kembali kompetitif dan meraih impiannya. Sebuah bukti dedikasi dan cinta yang mendalam terhadap dunia balap motor.
Copyright Gridoto 2025
Ringkasan
Artikel ini mengisahkan perjuangan berat Marc Marquez untuk meraih gelar juara dunia MotoGP, termasuk operasi potong tulang humerus akibat kecelakaan di Jerez pada tahun 2020. Operasi ini dilakukan karena penyambungan tulang sebelumnya tidak sempurna, menyebabkan rasa sakit dan hilangnya presisi dalam mengendalikan motor. Marquez sempat berpikir untuk pensiun, tetapi semangat juangnya mendorongnya untuk menjalani operasi tersebut.
Setelah operasi, Marquez menghadapi tantangan lain termasuk masalah dengan motor Honda dan akhirnya memutuskan pindah ke tim satelit Ducati. Di tahun pertamanya bersama Ducati, ia meraih hasil positif dan pada tahun 2025, bergabung dengan tim pabrikan Ducati dan berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP, membuktikan kegigihan dan pengorbanannya.

















