bali.jpnn.com, DENPASAR – Pergerakan sengit di papan klasemen Super League 2025-2026 kembali menjadi sorotan setelah dua laga penting dari pekan ke-20 sukses digelar kemarin, 6 Februari. Pertandingan-pertandingan tersebut berlangsung di dua arena berbeda, menghadirkan drama dan perubahan posisi yang dinamis.
Salah satu laga krusial mempertemukan PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo dalam sebuah derbi penuh gengsi di Stadion Sultan Agung, Bantul. Sementara itu, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Persib Bandung menghadapi tantangan berat dari Malut United.
Di kandang sendiri, Persib Bandung berhasil menunjukkan dominasinya, memenuhi ambisi besar mereka untuk membalas kekalahan sebelumnya dari Malut United. Kemenangan ini bukan hanya sekadar revans, melainkan juga mengukuhkan catatan impresif mereka dengan mempertahankan 100 persen poin kandang di musim ini. Ini adalah bukti kekuatan “Pangeran Biru” saat bermain di hadapan pendukung setianya.
Skuad asuhan pelatih Bojan Hodak sukses mengalahkan Malut United dengan skor 2-0. Hasil ini terasa manis, mengingat skor yang sama pernah menimpa mereka saat takluk di Stadion Kie Raha, Ternate, pada 14 Desember 2025 lalu. Momen revans ini terukir melalui gol penalti Thom Haye pada menit ke-36, disusul oleh gol indah Saddil Ramdani di menit ke-87, memastikan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah.
Kemenangan penting ini tentu saja memiliki dampak besar pada peta persaingan di papan atas. Persib Bandung kini semakin kokoh di puncak klasemen Super League, meninggalkan jauh para pesaing terdekat mereka seperti Borneo FC dan Persija Jakarta. Dengan total 47 poin dari 15 kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan, posisi Persib di puncak terasa sangat aman.
Meskipun Borneo FC dan Persija Jakarta baru memainkan 19 pertandingan, perolehan poin mereka tidak mungkin untuk mengejar ketertinggalan dari Persib. Persaingan di posisi kedua dan ketiga justru akan semakin memanas, terutama dengan jadwal pertandingan mereka yang akan datang.
Borneo FC sendiri dijadwalkan akan bertandang ke markas Bhayangkara FC di Stadion Pemuda, Bandar Lampung, pada Sabtu (7/2) sore. Sehari setelahnya, Persija Jakarta akan menghadapi tantangan dari Arema FC pada Minggu (8/2). Hasil dari kedua laga ini akan sangat menentukan dinamika di bawah posisi Persib.
Beralih ke pertandingan lain di Stadion Sultan Agung, Bantul, derbi Mataram yang mempertemukan PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo berlangsung dengan intensitas tinggi dan atmosfer yang membara. Pertandingan yang diwarnai jual beli serangan tersebut sayangnya harus berakhir tanpa pemenang.
Kedua kesebelasan terpaksa berbagi poin setelah peluit panjang berbunyi dengan skor imbang 0-0. Hasil seri ini, secara praktis, tidak membawa perubahan signifikan pada posisi kedua tim di papan klasemen sementara.
PSIM Yogyakarta tetap berada di peringkat ketujuh dengan mengantongi 31 poin dari delapan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan lima kekalahan. Di sisi lain, Persis Solo masih harus berjuang keras karena terjerembap di dasar klasemen, mengumpulkan hanya 11 poin dari dua kemenangan, lima hasil imbang, dan 13 kekalahan. Posisi ini tentu menjadi alarm keras bagi skuad Laskar Sambernyawa untuk segera bangkit. (lia/JPNN)













