News Stream Pro Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mengungkap risiko jadi pemuncak klasemen Super League 2025/2026, ada yang ingin ‘membunuh’.
Persib Bandung, dengan segala dinamika kompetisi liga domestik, baru saja mengukuhkan diri di puncak klasemen liga musim ini. Namun, di balik euforia tersebut, sang pelatih, Bojan Hodak, justru mengungkapkan kekhawatiran dan ancaman besar yang menyertai status sebagai pemuncak.
Klub berjuluk Maung Bandung ini berhasil menggeser Borneo FC dari posisi teratas pada pekan ke-15 liga. Meskipun mengoleksi poin yang sama, keunggulan head-to-head menjadi penentu krusial bagi Persib untuk memimpin perburuan gelar juara musim ini.
Raihan prestisius ini bukanlah garis finis. Perjalanan panjang dalam meraih gelar juara masih terbentang luas, diiringi dengan tekanan dan ancaman yang semakin membesar. Musim sebelumnya, Bojan Hodak telah membuktikan kemampuannya dengan sukses membawa Persib mengatasi berbagai rintangan hingga akhirnya merengkuh trofi juara. Namun, situasi di musim ini terasa berbeda. Dengan selisih poin yang sangat tipis di antara tim-tim papan atas, setiap kesalahan kecil dapat berakibat fatal dan berpotensi menggagalkan ambisi juara.
Meskipun demikian, bagi pelatih asal Kroasia tersebut, berada di puncak klasemen adalah posisi terbaik yang bisa didapatkan Persib saat ini. Ia menyoroti beberapa keunggulan krusial yang dimiliki timnya, yang memberinya optimisme tersendiri.
“Lihat, lebih baik ketika berada di puncak karena kami memiliki selisih gol yang lebih baik dan juga head-to-head,” jelas Hodak. Ia menambahkan, “Kami juga memiliki keunggulan poin dari tim di posisi 2, 3, dan 4.” Keunggulan ini memberikan sedikit ruang bernapas bagi Pangeran Biru dalam persaingan ketat menuju juara.
Ambisi Persib tidak hanya terbatas pada kancah domestik. Mereka juga memiliki target besar di kompetisi kontinental, di mana Bojan Hodak berharap dukungan dari liga domestik dapat membantu timnya lolos hingga perempat final ACL Two, menunjukkan fokus ganda yang harus diemban tim di tengah musim yang padat.
Namun, di balik segala keuntungan tersebut, status pemuncak klasemen juga menjadikan Persib target utama bagi tim-tim lain. Bukan hanya para pesaing langsung dalam perebutan gelar, melainkan setiap tim yang ingin menorehkan kemenangan prestisius atas sang pemuncak klasemen.
Hodak menyadari betul bahwa saat ini, tim-tim lawan akan berupaya semaksimal mungkin untuk “membunuh” Persib. Fokus utamanya tertuju pada dua laga berat selanjutnya yang akan menjadi ujian mental dan fisik bagi skuadnya.
Dua tantangan besar menanti Persib. Pertama, mereka akan bertandang ke markas tim kuat asal Jawa Timur, Persik Kediri, yang dikenal dengan julukan “Macan Putih”. Kemudian, laga krusial kedua adalah derbi klasik melawan raksasa ibu kota, Persija Jakarta.
“Jadi, lebih baik ketika tim ini memiliki keuntungan,” kata Bojan Hodak lagi, menegaskan pentingnya posisi saat ini. “Bagi kami, dalam dua laga berikutnya, semuanya akan coba ‘membunuh’ kami, karena kini kami sudah berada di posisi nomor satu,” imbuhnya, menggambarkan intensitas persaingan yang akan dihadapi.
Laga tandang kontra Persik Kediri dijadwalkan pada Senin, 5 Januari 2026, di Stadion Brawijaya. Enam hari berselang, pada 11 Januari 2026, Persib akan tampil di kandang sendiri, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), menjamu Persija Jakarta dalam laga yang selalu penuh gengsi dan rivalitas tinggi. Tak hanya di liga domestik, Persib Bandung juga akan menghadapi tim dari Thailand di babak 16 besar ACL Two, di mana pemain kunci seperti Beckham Putra menyoroti keuntungan yang dimiliki Pangeran Biru dalam menghadapi tantangan internasional tersebut. Ini menunjukkan betapa padatnya jadwal dan tantangan yang harus dihadapi Persib di berbagai ajang.
Bojan Hodak tidak sedikit pun menganggap remeh kedua laga penting ini, maupun tantangan di kompetisi lain. Ia secara realistis mengakui bahwa mempertahankan gelar juara akan menjadi tugas yang sangat sulit bagi Persib.
Namun, pada akhirnya, ia menekankan bahwa Persib dituntut untuk selalu fokus meraih kemenangan di setiap pertandingan, tanpa perlu terlalu memikirkan performa atau strategi tim lawan. “Tentu ini sulit, tapi pada akhirnya jika ingin menjadi juara,” kata Bojan Hodak lagi, “Kami harus berusaha untuk menang di setiap pertandingan, jangan memikirkan tim yang lain,” pungkasnya, memberikan motivasi sekaligus strategi jernih bagi timnya dalam mengarungi sisa musim.













