Ringkasan Berita:
- Masuknya Neymar ke dalam skuad Timnas Brasil secara otomatis mengembalikan nomor punggung 10 kepadanya.
- Vinicius Junior menegaskan tidak akan mengenakan nomor tersebut dan akan memilih nomor lain.
- Ini menandai kembalinya Neymar berseragam tim nasional untuk pertama kalinya sejak penampilannya terakhir pada tahun 2023.
News Stream Pro – Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengambil keputusan berani dengan tetap menyertakan nama Neymar dalam skuad untuk Piala Dunia 2026, meskipun kondisi fisiknya belum sepenuhnya prima. Di usianya yang menginjak 34 tahun, turnamen akbar kali ini berpotensi menjadi ajang Piala Dunia terakhir bagi sang megabintang.
Persaingan ketat di lini depan Timnas Brasil memang membuat posisi Neymar di skuad utama belum terjamin. Namun, hal itu tak mengurangi rasa hormat yang mendalam dari para pemain lain terhadap mantan “wonderkid” yang kini menjelma menjadi ikon sepak bola Brasil tersebut. Respek ini salah satunya ditunjukkan secara gamblang oleh Vinicius Junior, yang akan menjadi rekan seperjuangan Neymar di lapangan.
Vinicius Junior secara terbuka menyatakan tidak akan lagi menggunakan nomor punggung 10, sebuah nomor yang sempat ia kenakan dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Sebelumnya, Vini memang kerap dipercaya memakai nomor keramat tersebut saat Neymar tidak tergabung dalam skuad. Dengan kembalinya Neymar ke dalam timnas untuk Piala Dunia, Vini pun memastikan nomor 10 akan kembali kepada pemilik aslinya.
“Saya belum tahu nomor punggung berapa yang akan saya kenakan,” ujar Vinicius seperti dikutip dari 433. Ia melanjutkan dengan tegas, “Namun, nomor 10 jelas adalah milik Neymar.” Pernyataan ini sekaligus menunjukkan soliditas dan hierarki tak tertulis dalam tim Selecao.
Meski demikian, jalan Neymar menuju Piala Dunia masih dihantui keraguan akibat cedera yang baru-baru ini ia alami. Seperti dilansir ESPN, sang pemain menderita edema, atau pembengkakan kecil berukuran 2 milimeter, pada betis kanannya. Cedera minor ini terdiagnosis setelah pertandingan di mana Santos dikalahkan Coritiba 0-3 beberapa pekan lalu.
Kepala medis Santos, Rodrigo Zogaib, memberikan klarifikasi bahwa cedera Neymar tergolong ringan. “Neymar mengalami cedera kecil di panturrilha, berupa edema. Tapi sesuai perencanaan, kemajuannya memungkinkan dia fit minggu depan saat bergabung dengan tim nasional,” jelas Zogaib, memberikan sedikit kelegaan bagi para penggemar.
Terlepas dari kekhawatiran cedera, kepercayaan besar tetap diberikan oleh pelatih Carlo Ancelotti. Ia tidak melihat masalah cedera ini akan menghambat performa mantan bintang Barcelona tersebut. Ancelotti yakin Neymar mampu membuktikan bahwa dirinya akan fit sepenuhnya untuk masuk ke dalam skuad inti Timnas Brasil.
Ancelotti menegaskan bahwa keputusannya memanggil Neymar bukanlah semata-mata didasari sentimen, melainkan murni berdasarkan kualitas sang pemain. “Kami memilih Neymar bukan karena dia akan jadi pemain cadangan yang baik, tapi karena kualitasnya. Ia bisa bermain 1 menit, 5 menit, atau 90 menit. Itu akan ditentukan di latihan,” tegas Ancelotti, dikutip dari Reuters, menyoroti pentingnya performa di lapangan.
Neymar sendiri merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil dengan torehan 79 gol dari 128 penampilan. Jika ia berhasil pulih tepat waktu, ini akan menjadi Piala Dunia keempatnya. Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia, sebuah grup yang diharapkan dapat mereka dominasi.
Tim medis nasional Brasil terus memantau ketat kondisi Neymar yang saat ini menjalani perawatan intensif di pusat latihan Santos, didampingi tim medis pribadinya. Penampilannya bersama timnas tahun ini akan menjadi yang pertama kali sejak terakhir kali ia membela negara pada tahun 2023 silam, menjadikannya momen yang dinanti-nantikan.
Sebelum gelaran Piala Dunia 2026, Timnas Brasil, atau yang dijuluki Selecao, telah mengagendakan dua pertandingan uji coba. Laga-laga ini dapat dimanfaatkan Neymar sebagai ajang pemanasan dan mengembalikan sentuhan terbaiknya. Selecao akan menghadapi Panama pada 1 Juni, dilanjutkan dengan pertandingan melawan Mesir pada 7 Juni, memberikan kesempatan penting bagi seluruh skuad untuk menguji kekuatan.
(Tribunnews.com/Guruh, Hafidh Rizky Pratama)













