Ganda putra kebanggaan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses melaju ke babak perempat final ajang bergengsi Malaysia Open 2026 setelah menunjukkan performa memuaskan.
Perjalanan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak kedua Malaysia Open 2026 mempertemukan mereka dengan pasangan Taiwan, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh, pada Kamis (8/1/2026). Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, ganda putra unggulan keenam ini berhasil meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor identik 21-19, 21-19, dalam durasi 44 menit yang intens.
Kemenangan krusial ini memastikan langkah Fajar/Fikri, yang merupakan pasangan peringkat keenam dunia, untuk melanjutkan perjuangan mereka di turnamen BWF Super 1000 ini menuju babak delapan besar. Sebuah capaian penting di awal musim yang menjanjikan.
Mengawali gim pertama, keunggulan tipis sempat dipegang oleh wakil Indonesia. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama setelah pengembalian Fajar yang kurang akurat dimanfaatkan Chen/Lin untuk menyamakan kedudukan. Tak ingin berlama-lama tertahan, Fajar/Fikri segera melesat dengan raihan tiga angka beruntun, memanfaatkan kesalahan dan pertahanan yang kurang solid dari pasangan Taiwan peringkat ke-38 dunia tersebut.
Meskipun tempo pertandingan sempat melambat, tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh Chen/Lin dengan pukulan-pukulan keras yang menguji pertahanan Fajar/Fikri. Namun, dengan kombinasi pertahanan yang sigap dan serangan yang terencana, Fajar/Fikri mampu kembali mendikte jalannya pertandingan dan menambah tiga angka berturut-turut. Pada akhirnya, Fajar/Fikri berhasil menutup interval pertama dengan keunggulan relatif nyaman 11-6, setelah pengembalian Chen Zhi Ray membentur net.
Selepas jeda, pertandingan kembali memanas. Fajar/Fikri sempat kecolongan poin, namun sebuah “lucky ball” segera membawa mereka kembali meraih angka. Pola permainan ganda putra Indonesia yang kian sulit ditebak membuat Chen/Lin berjuang keras melepaskan diri dari tekanan menjelang fase krusial. Namun, drive Muhammad Shohibul Fikri yang mendarat keluar lapangan dimanfaatkan Chen/Lin untuk mengamankan tiga angka beruntun, memangkas jarak menjadi hanya tiga poin. Fajar/Fikri pun bangkit dari tekanan tersebut, kembali menjauhkan skor menjadi 16-13 setelah sebelumnya kehilangan lima poin beruntun.
Memasuki poin-poin tua, serangkaian reli panjang mewarnai persaingan yang ketat. Fajar/Fikri kehilangan satu poin karena antisipasi pertahanan yang kurang mumpuni. Kesalahan pengamatan Fajar bahkan memungkinkan Chen/Lin menyamakan kedudukan untuk kedua kalinya di gim pertama ini. Namun, dengan ketenangan yang luar biasa, Fajar/Fikri berhasil keluar dari jerat ketegangan saat skor 18-18 dan 19-19, lalu menutup gim pertama dengan skor 21-19.
Gim kedua dimulai dengan agresivitas Chen/Lin yang lebih dulu memimpin, sebelum Fajar/Fikri menyamakan skor berkat kesalahan lawan. Sebuah reli panjang dengan 66 pukulan kembali tersaji, berakhir dengan kesalahan Fajar yang pukulannya menyangkut di net. Fajar/Fikri sempat kewalahan menghadapi permainan efektif dan pukulan-pukulan dari Chen/Lin. Namun, mereka tidak menyerah begitu saja. Dengan menekan kesalahan sendiri, Fajar/Fikri berhasil mengamankan enam poin beruntun dan berbalik unggul 8-6. Meskipun sesekali tersendat, mereka menjaga momentum dan memimpin pada interval kedua dengan skor 11-8.
Setelah jeda, Fajar/Fikri langsung menunjukkan pukulan-pukulan garang untuk merebut dua poin beruntun. Reli-reli panjang kembali menghiasi lapangan, di mana Fajar/Fikri sempat kehilangan satu poin karena Chen/Lin mampu mengimbanginya. Pasangan Taiwan itu menunjukkan keuletan luar biasa dalam menghadapi duel-duel reli panjang, bahkan berhasil menyamakan kedudukan hingga tiga kali di poin-poin krusial menjelang akhir gim. Namun, pada momen genting, Fajar/Fikri berhasil memaksa Chen/Lin membuat kesalahan sendiri untuk mendapatkan match point pertama, sebelum akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-19.
Kemenangan tipis namun meyakinkan ini menjadi bukti kuat bahwa Fajar/Fikri mampu menemukan celah dalam strategi lawan dan memanfaatkannya di momen-momen krusial. Performa mereka menunjukkan mental baja yang siap menghadapi tantangan lebih lanjut di turnamen BWF Super 1000 ini, menjadikan mereka salah satu harapan besar Indonesia untuk melangkah lebih jauh.













