FAM dalam Tekanan: FIFA Perintahkan Investigasi Skandal Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini menghadapi tekanan berat. Komite Banding FIFA telah memerintahkan investigasi menyeluruh terkait dugaan skandal pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia dan menuntut pertanggungjawaban serius dari pihak-pihak terkait.
Dalam laporan resmi yang diterbitkan, Komite Banding FIFA mempertahankan sanksi yang sebelumnya dijatuhkan pada 3 November lalu. Sanksi ini diberlakukan setelah terungkapnya penggunaan dokumen palsu oleh sejumlah pemain asing yang dinaturalisasi untuk memperkuat tim nasional Malaysia. Temuan ini mengguncang dunia sepak bola Malaysia dan memicu seruan untuk reformasi tata kelola yang lebih baik.
Investigasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas praktik pemalsuan dokumen tersebut. Lebih lanjut, penyelidikan juga akan menilai efektivitas mekanisme kepatuhan dan tata kelola internal yang diterapkan oleh FAM selama ini.
Penyelidikan ini akan memfokuskan perhatian pada Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, serta dua agen FIFA berlisensi, Nicolas Puppo dan Frederico Moraes. Seperti yang dilansir dari New Straits Times, keterlibatan ketiganya dianggap memunculkan kekhawatiran serius dan memerlukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Di sisi lain, FAM mengakui bahwa sejumlah staf internalnya telah melakukan “penyesuaian administratif” pada akta kelahiran pemain asing yang terlibat dalam skandal naturalisasi ini. Tindakan ini semakin memperburuk situasi dan menimbulkan pertanyaan tentang integritas proses naturalisasi pemain di Malaysia.
FAM berdalih bahwa penyesuaian tersebut dilakukan sambil menunggu konfirmasi resmi dari otoritas Malaysia. Namun, staf yang terlibat mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan tanpa persetujuan dari komite eksekutif maupun Sekjen FAM Datuk Noor Azman Rahman, yang saat ini sedang diskors.
Noor Azman sendiri mengakui bahwa staf administrasi FAM memang menangani ulang dokumen saat menyusun berkas kelayakan pemain. Pengakuan ini semakin menguatkan dugaan adanya praktik manipulasi dokumen di internal FAM.
“Saya mengakui bahwa anggota administrasi FAM menangani dan memformat ulang beberapa salinan akta kelahiran serta dokumen pendukung saat menyusun berkas kelayakan secara lengkap,” ujar Noor Azman.
Meskipun demikian, Noor Azman bersikeras bahwa perubahan tersebut bersifat administratif dan tidak bertujuan untuk menggantikan dokumen resmi yang seharusnya diverifikasi. Ia juga menambahkan bahwa perubahan itu termasuk konten yang telah diubah dalam sertifikat yang diberikan oleh para agen. “Langkah-langkah itu bersifat administratif dan tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan salinan tersertifikasi atau proses verifikasi resmi apa pun,” jelas Noor Azman, seperti dikutip dari NST.
Selain skandal pemalsuan dokumen, FIFA juga menginstruksikan investigasi terpisah terkait dugaan penurunan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam tiga pertandingan persahabatan internasional. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran tambahan yang dilakukan dan apakah sanksi lanjutan perlu dijatuhkan.
Timnas Indonesia dan Singapura juga tengah bersiap menghadapi Piala Asia 2027. Keduanya memastikan tempat di turnamen bergengsi tersebut, menambah daftar wakil ASEAN yang berpotensi lolos hingga lima tim.
FIFA menegaskan bahwa pemalsuan dokumen merupakan pelanggaran yang sangat serius. Sekretariat FIFA diperintahkan untuk melaporkan kasus ini kepada otoritas kriminal di Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia. Negara-negara tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan dokumen atau identitas pihak yang terlibat dalam skandal ini.
Di belahan dunia lain, Haiti dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026, mengakhiri penantian panjang selama lebih dari 50 tahun. Sementara itu, pelatih AS Monaco menyebut debut Paul Pogba semakin dekat, memberikan harapan baru bagi para penggemar sepak bola.
Ringkasan
FIFA telah memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap FAM terkait dugaan pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Investigasi ini menyoroti keterlibatan Sekretaris Jenderal FAM dan dua agen FIFA berlisensi. FAM mengakui adanya “penyesuaian administratif” pada akta kelahiran pemain oleh staf internal, meskipun tanpa persetujuan komite eksekutif.
Selain pemalsuan dokumen, FIFA juga menginstruksikan investigasi terpisah terkait dugaan penurunan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam pertandingan persahabatan. FIFA menegaskan bahwa pemalsuan dokumen merupakan pelanggaran serius dan melaporkan kasus ini kepada otoritas kriminal di beberapa negara. Sementara itu, Timnas Indonesia dan Singapura bersiap menghadapi Piala Asia 2027.








