News Stream Pro – Pernyataan mengejutkan dari Valentino Rossi baru-baru ini mengenai persaingan antara Marco Bezzecchi dan Marc Marquez di MotoGP 2026 sukses menarik perhatian penggemar balap. Menariknya, di balik ketegangan yang masih menyelimuti hubungan kedua legenda balap tersebut, Valentino Rossi secara tidak langsung mengakui bahwa Marc Marquez masih merupakan salah satu pembalap terbaik di lintasan saat ini.
Seperti diketahui, hubungan Rossi dan Marquez ibarat air dan minyak, tidak bisa menyatu. Puncak rivalitas mereka adalah insiden “Sepang Clash” di MotoGP Malaysia 2015 yang berujung pada permusuhan berkepanjangan hingga kini. Namun, dalam sebuah film dokumenter yang dirilis pada Kamis (12/3) berjudul “MotoGP Hall of Fame Dinner“, Valentino Rossi justru menyajikan pandangan yang cukup menarik dan tidak terduga.
Dalam acara “MotoGP Hall of Fame Dinner” tersebut, The Doctor, julukan Valentino Rossi, hadir bersama sejumlah legenda balap lainnya seperti Giacomo Agostini, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, Freddie Spencer, Kevin Schwantz, dan Dani Pedrosa. Berbagai topik dibahas, salah satunya adalah potensi Marco Bezzecchi sebagai pesaing terkuat Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Sayangnya, Rossi, yang merupakan mentor bagi Marco Bezzecchi, meragukan kemampuan anak didiknya itu untuk mengalahkan Marc Marquez. Sebagai pengingat, Bezzecchi bersama Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, Franco Morbidelli, dan Luca Marini, adalah pembalap jebolan akademi balap milik Valentino Rossi, yaitu VR46.
Alasan mengapa Bezzecchi, dan bukan Bagnaia, disebut sebagai musuh terberat Marquez pada MotoGP 2026, mengacu pada penampilan mereka di edisi 2025. Saat performa Pecco Bagnaia sempat menurun, Bezzecchi justru tampil sensasional setelah keluar dari zona nyamannya dengan mengendarai RS-GP Aprilia. Ia berhasil menutup musim MotoGP 2025 di peringkat ketiga klasemen, sekaligus menjadi pencapaian terbaik pabrikan Aprilia di ajang balap MotoGP.
“Menurut saya, dia (Bezzecchi) melakukan pekerjaan yang hebat. Tapi Aprilia sedikit lebih buruk daripada Ducati. Jadi mengalahkan Marquez dengan motor yang lebih buruk? Mustahil,” tegas Valentino Rossi, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube resmi MotoGP. Rossi beralasan bahwa Marc Marquez belum bisa dikalahkan Marco Bezzecchi karena faktor kualitas motor, di mana Aprilia dinilainya selangkah tertinggal dari pengembangan Desmosedici Ducati.
Sebagai seorang guru, Rossi memahami betul karakter masing-masing muridnya, termasuk Marco Bezzecchi. Dibandingkan Pecco, Marini, dan Morbidelli, jebolan VR46 berambut kribo itu dikenal paling agresif dalam gaya berkendaranya. “Apakah Anda tahu sesuatu tentang dia? Dia sangat sensitif dalam memberikan masukan kepada para insinyur, karena dia memiliki gaya berkendara yang sangat agresif, tetapi dia memahami apa yang dilakukan motor tersebut. Itu sangat penting dengan Aprilia,” tambah Rossi.
Namun, pandangan Valentino Rossi mengenai Marco Bezzecchi ternyata sedikit meleset. Setidaknya, hal ini terbukti setelah MotoGP 2026 merampungkan seri perdana di Buriram, Thailand, pada 1 Maret lalu. Apa yang disampaikan Rossi tentang Bezzecchi yang tidak bisa mengalahkan Marquez, terbukti keliru karena beberapa insiden penting.
Pada balapan utama MotoGP Thailand 2026, Marco Bezzecchi sukses keluar sebagai pemenang. Sementara itu, juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, gagal menyelesaikan balapan alias DNF (Did Not Finish) akibat ban yang bocor dan merusak velg motornya. Selain masalah teknis, Marc Marquez juga belum dalam kondisi fisik 100 persen fit. Beberapa jurnalis MotoGP beropini bahwa mereka belum pernah melihat Marc Marquez seletih ini sebelumnya.
Kecelakaan parah pada GP Mandalika tahun lalu, yang diperparah dengan crash saat tes pramusim di Buriram beberapa waktu lalu, turut membuat awal musim MM93 di MotoGP 2026 tidak berjalan mulus, dan justru menjadi faktor pendukung keberhasilan Bezzecchi pada seri perdana tersebut.
(Tribunnews.com/Giri)













