Ajang Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park sukses menyuguhkan tontonan penuh drama, terutama pada lap-lap penentu. Pusat perhatian tertuju pada insiden besar di lap terakhir yang melibatkan Brian Uriarte, Valentin Perrone, dan David Munoz. Mengejutkannya, pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, berhasil mempertahankan posisi finis keempat meski sempat terjatuh. Di sisi lain, Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia harus puas mengakhiri balapan di posisi ke-16, tanpa berhasil membawa pulang poin.
Di tengah riuhnya insiden tersebut, Maximo Quiles justru tampil dominan sejak awal balapan. Pembalap ini sukses merebut kemenangan kelimanya musim ini setelah mengungguli David Almansa dengan selisih waktu 3,147 detik, mengukuhkan posisinya sebagai yang tercepat di Sirkuit Balaton Park.
Misteri Klasifikasi: Mengapa Brian Uriarte Tetap Finis Keempat Meski Terlibat Kecelakaan?
Brian Uriarte sendiri merupakan salah satu pembalap yang menunjukkan performa impresif dan sangat berpeluang meraih podium hingga fase akhir balapan. Ia bergabung dalam rombongan ketat yang memperebutkan posisi tiga besar bersama Alvaro Carpe, Valentin Perrone, Rico Salmela, dan David Munoz. Pertarungan sengit ini menjanjikan akhir balapan yang mendebarkan, namun justru berakhir dengan insiden tak terduga.
Kecelakaan dramatis itu bermula di lap terakhir, tepatnya ketika David Munoz sedang berupaya keras mempertahankan posisinya di depan Alvaro Carpe. Menurut laporan Motorsport Week pada Minggu (7/6/2026), “Pada lap terakhir balapan, para pembalap masih bertarung untuk memperebutkan posisi terakhir di podium, dengan Munoz memimpin di depan Carpe.” Sayangnya, saat memasuki lintasan lurus menuju Tikungan 12, Munoz bersenggolan dengan Carpe, menyebabkan ia kehilangan kendali dan terjatuh.
Motor Munoz yang tidak terkendali meluncur di lintasan, menyeret Perrone dan Uriarte yang berada persis di belakangnya. Ketiga pembalap itu terjatuh dalam insiden beruntun yang sontak membuat direksi balapan mengibarkan bendera merah, menghentikan jalannya lomba. Laporan yang sama dari Motorsport Week menegaskan, “saat melaju menuju Tikungan 12, Munoz melakukan kontak dengan Carpe dan terjatuh di lintasan lurus, dengan pembalap Spanyol itu kemudian menyeret Perrone dan Uriarte.”
Aturan “Countback”: Penyelamat Posisi Brian Uriarte
Terjatuhnya Uriarte memang mengejutkan, namun berkat penerapan aturan “countback”, ia berhasil mempertahankan posisi finisnya. Aturan ini berlaku ketika balapan dihentikan dengan bendera merah pada lap terakhir, di mana hasil resmi ditentukan berdasarkan hitungan mundur ke lap sebelumnya yang telah diselesaikan secara penuh oleh seluruh pembalap.
Dalam kasus ini, direksi balapan memutuskan untuk menggunakan klasifikasi lap ke-19 sebagai hasil resmi. Pada saat itu, Brian Uriarte masih kokoh berada di posisi keempat, sesaat sebelum insiden yang menghebohkan tersebut terjadi. Kutipan dari laporan menyebutkan, “Balapan dihentikan dengan bendera merah karena ketiga pembalap tergeletak di lintasan lurus, meski seluruh pembalap dilaporkan dalam kondisi sadar sehingga klasemen dihitung kembali ke lap ke-19.”
Keuntungan lain bagi Uriarte adalah kemampuannya untuk kembali melanjutkan balapan setelah insiden, meskipun hanya sejenak. Berkat kombinasi aturan countback dan fakta bahwa ia sempat kembali ke lintasan, pembalap asal Spanyol itu tetap masuk dalam klasifikasi akhir dan secara resmi menempati posisi keempat, terpaut 7,194 detik dari sang pemenang.
Kontras dengan Uriarte, Valentin Perrone dan David Munoz tidak seberuntung itu. Nama keduanya tercatat sebagai pembalap yang retired atau tidak menyelesaikan balapan, meskipun sebelum kecelakaan mereka juga berada dalam pertarungan sengit memperebutkan podium. Laporan menegaskan, “Karena Uriarte kembali bergabung ke balapan, dia ditempatkan kembali di posisi keempat, sementara Perrone maupun Munoz tidak dikembalikan ke klasifikasi.”
Efek Domino Klasifikasi Uriarte terhadap Veda Ega Pratama
Drama yang terjadi di lap terakhir rupanya turut memberikan dampak signifikan pada hasil akhir Veda Ega Pratama. Pembalap muda kebanggaan Indonesia dari Honda Team Asia itu harus puas finis di posisi ke-16, terpaut 33,461 detik dari Maximo Quiles.
Potensi Veda untuk naik peringkat sebenarnya ada. Seandainya Brian Uriarte tidak masuk dalam klasifikasi resmi setelah kecelakaan, pembalap di belakangnya, termasuk Veda, berkesempatan naik satu posisi. Namun, keputusan untuk mempertahankan klasifikasi Uriarte di posisi keempat secara otomatis membuat urutan pembalap di belakangnya tidak mengalami perubahan berarti.
Konsekuensinya, Veda tetap berada di urutan ke-16, persis di luar zona poin yang hanya diberikan kepada 15 pembalap terdepan. Posisi ke-15 yang menjadi batas perolehan poin diamankan oleh Matteo Bertelle dari tim LEVEL UP-MTA.
Hasil ini tentu terasa mengecewakan bagi Veda, mengingat ia memulai balapan dari posisi kesembilan yang menjanjikan. Namun, ia harus kehilangan banyak waktu dan tercecer dari rombongan perebut poin setelah menjalani hukuman long lap penalty. Sebelumnya, Veda sempat mengalami insiden di sesi FP2 namun berhasil bangkit dan merebut posisi start P9, menunjukkan semangat juang yang tinggi.
Maximo Quiles Semakin Mengukuhkan Dominasi di Puncak Klasemen
Terlepas dari segala drama di belakangnya, Maximo Quiles menampilkan performa tanpa celah di garis depan. Ia berhasil menyalip polesitter David Almansa pada lap ketujuh dan sejak saat itu tak terkejar hingga finis, menunjukkan dominasinya sepanjang balapan. Almansa pun harus puas menempati posisi kedua.
Sementara itu, podium ketiga menjadi milik Alvaro Carpe, sebuah posisi yang didapatkan berkat keputusan countback setelah insiden di lap terakhir. Kemenangan ini merupakan yang kelima bagi Quiles musim ini, menambah 25 poin berharga bagi pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut. Dengan demikian, Quiles semakin nyaman memimpin klasemen Moto3 dengan keunggulan 59 poin yang signifikan dari para pesaing terdekatnya.
Secara keseluruhan, Moto3 Hungaria 2026 tidak hanya menghadirkan kemenangan dominan bagi Maximo Quiles, tetapi juga menyajikan salah satu drama paling kontroversial dan tak terduga musim ini. Brian Uriarte berhasil meraih posisi keempat berkat aturan countback meskipun sempat terlibat kecelakaan parah, sementara Veda Ega Pratama harus merasakan pahitnya finis satu tingkat di luar zona poin setelah perjuangan yang panjang.













