Ringkasan Berita:
- Kepala Kantor SAR Solo Kamal Riswandi menawarkan perpanjangan pencarian survivor selama tiga hari, yang disetujui seluruh anggota Opsar dari unsur SAR dan relawan.
- Keputusan perpanjangan tersebut mendapat dukungan dari keluarga serta relawan.
- Perpanjangan dilakukan karena pencarian sebelumnya belum maksimal akibat cuaca ekstrem berupa hujan dan kabut tebal.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
News Stream Pro KARANGANYAR – Pencarian pendaki hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar dilanjutkan tiga hari kedepan.
Waktu pencarian akan diperpanjang hingga Sabtu (31/1/2026).
Pedaki hilang tersebut yakni Yazid Ahmad Firdaus (26) warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Diketahui, hingga hari ke-10 pada Rabu (28/1/2026) ini, survivor belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Solo, Kamal Riswandi dalam evaluasi hari ini, mengusulkan agar pencarian dilanjutkan selama tiga hari ke depan.
Anggota Opsar pun menyetujui usulan perpanjangan pencarian tersebut, dan Kepala Kantor SAR Solo memutuskan untuk memperpanjang masa Opsar selama tiga hari.
Riswandi menjelaskan perpanjangan pencarian survivor selama tiga hari dilakukan karena pencarian pada masa perpanjangan sebelumnya belum maksimal.
Ia mengatakan, cuaca ekstrem berupa hujan dan kabut tebal menjadi alasan pencarian kembali diperpanjang.
“Kami memutuskan untuk kembali memperpanjang masa waktu pencarian selama tiga hari dengan pertimbangan hari ini tidak maksimal karena cuaca ekstrem,” katanya pada Rabu (28/1/2026).
Ratusan Personel Dikerahkan
Operasi pencarian SAR (Opsar) terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26), survivor asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, dilanjutkan hingga hari ke-10, Rabu (28/1/2026).
Namun pencarian hari ini berakhir tanpa hasil.
Berbagai upaya dilakukan baik melalui penyisiran manual, pemantauan udara menggunakan drone, hingga pengerahan anjing pelacak (K9).
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor SAR Solo, Kamal Riswandi.
“Hari ini hari ke-10 pencarian. Tadi sudah dilaksanakan tim SAR gabungan dengan pencarian menggunakan K9, penyisiran darat, dan saat ini vertical rescue juga melakukan pencarian, namun hasilnya nihil,” kata Kamal, Rabu (28/1/2026).

Kamal mengatakan, dalam pencarian hari ke-10 ini, sebanyak 350 personel dari 50 organisasi dikerahkan.
Ia menyebutkan, cuaca menjadi faktor kendala utama dalam proses pencarian.
Kronologi
Seperti diketahui, peristiwa hilangnya Yazid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya, Minggu, 18 Januari 2026.
Mereka memulai pendakian pukul 06.30 WIB dan sampai di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun, saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan.
Seluruh teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum terlihat.
Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.
Pada pencarian hari ke-9, petugas mendapatkan petunjuk baru berasal dari area Pos 3 Tapak Nogo.
Beberapa personel yang terlibat pencarian mencium bau menyengat di lokasi tersebut. (*)












