News Stream Pro
No Result
View All Result
Saturday, June 13, 2026
  • Login
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
Subscribe
News Stream Pro
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
No Result
View All Result
News Stream Pro
No Result
View All Result
Home Public Safety And Emergencies

Kisah Pilu Korban Selamat Ponpes Alkhoziny: Terjebak dalam Kegelapan

by demo-nspro
October 2, 2025
in Public Safety And Emergencies
0
Kisah Pilu Korban Selamat Ponpes Alkhoziny: Terjebak dalam Kegelapan
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua malam terkubur dalam reruntuhan beton, Alfatih Cakra Buana, seorang santri berusia 14 tahun, berhasil keluar dari himpitan maut. Tim evakuasi yang telah memastikan jalur aman membimbingnya merangkak keluar.

“Sabar, sabar ya, Dik,” suara samar itu terngiang di benak Alfatih, menembus tebalnya puing. “Saya balas, ‘Nggih, Pak, nggih,’ begitu terus, sampai saya pingsan.”

Selama dua malam mencekam itu, kegelapan adalah satu-satunya teman Alfatih. Tubuhnya terhimpit material berpasir dalam posisi miring. Hanya bagian kepalanya yang memiliki sedikit ruang, memungkinkan ia bernapas di tengah keputusasaan.

Alfatih adalah satu dari lima santri yang berhasil diselamatkan tim SAR gabungan dari reruntuhan musala Pondok Pesantren Al-Ghaziny di Sidoarjo, Jawa Timur, dalam operasi penyelamatan yang berlangsung dramatis hingga Rabu (01/10).

Pada Senin sore nahas itu, Alfatih tengah salat berjamaah di musala. Sempat berupaya menyelamatkan diri, namun terlambat. “Ada getaran, lalu [saya] langsung lari dan bangunan runtuh,” ujarnya menggambarkan detik-detik kejadian.

Sempat meminta tolong, Alfatih juga mendengar jeritan serupa dari berbagai arah di antara reruntuhan. Namun, kemudian ia kehilangan kesadaran, tak lagi mampu membedakan antara mimpi dan kenyataan.

Kisah Alfatih adalah potret perjuangan tim SAR gabungan yang berpacu dengan waktu sejak Senin (29/09) hingga Rabu (01/10) malam, memanfaatkan ‘golden time’ untuk mencari tanda-tanda kehidupan di bawah puing bangunan.

“Sempat ada selang air, saya minum, tapi itu terasa seperti mimpi,” kenang Alfatih tentang momen di tengah kegelapan. Yang jelas ia ingat, tubuhnya nyaris tak bisa digerakkan. Bahkan, ia merasa seperti tertidur selama seminggu.

Dalam momen penyelamatan yang menegangkan, Alfatih mendengar suara ketukan. “Ketika terbangun, ada lubang, dan tim penyelamat,” tuturnya. “Saya disuruh merangkak, lalu bisa keluar, dan langsung masuk ambulans.”

Kalimat pertama yang terlontar dari bibir Alfatih setelah sadar dan selamat adalah, “Tolong belikan es.” Ambulans segera membawanya ke rumah sakit terdekat.

Rabu malam (01/10), tangis Abdul Hannan Ikhsan, ayah Alfatih, pecah di posko evakuasi. Di tengah penantian panjang para orang tua santri, kabar baik itu akhirnya datang.

Tim Basarnas menghubungi Hannan malam itu, menyampaikan berita yang dinantikannya sejak Senin sore. “Saya tidak terbayang, anak saya berada di daftar yang selamat. Saya mencoba membaca salawat tak henti,” ungkap Hannan dengan nada haru.

“Ini hampir 70 jam, anak itu kemungkinan [tidak] bertahan. Tapi saya percaya, apabila Alfatih ditakdirkan hidup, pasti akan selamat,” tambahnya, mencerminkan keyakinan yang tak padam.

Selama masa penantian yang penuh kecemasan, Hannan tak henti-hentinya memandangi ponselnya, menatap foto-foto buah hatinya. Ia juga berulang kali berdiskusi dengan tim Basarnas di posko, berusaha memahami proses evakuasi yang sedang berlangsung.

Rasa syukur meledak ketika kabar baik itu tiba. Namun, ia juga merasakan kecemasan mendalam yang dirasakan para orang tua lain yang masih menunggu kabar anak-anak mereka.

“Alfatih kini jadi anak kita bersama. Kalau misal ada dari orang tua yang anaknya ditakdirkan syahid, ini anak kalian juga, semoga semua diberikan ketegaran,” ujar Hannan dengan penuh empati.

Kamis (02/10) pagi, senyum merekah menghiasi wajah Hannan. Ia duduk di sisi ranjang rumah sakit, menemani putranya yang sedang berbaring.

“Kamu paling suka apa? Ayam atau daging?” tanya Hannan kepada Alfatih.

“Ayam,” jawab Alfatih singkat.

Alfatih tampak lemas, namun sesekali tersenyum saat ayahnya bercanda. Ibunya dengan telaten memotong kuku dan membersihkan tangan Alfatih.

Perubahan drastis terpancar dari raut wajah keluarga itu, dibandingkan dengan pagi yang sama pada Rabu (01/10) saat ketidakpastian masih menggantung.

“Mudah-mudahan kalau bertawakal ada kemudahan, dan banyak [anak] yang bisa terselamatkan,” ungkap Hannan pada Rabu (01/10) pagi, saat ia masih diliputi kekhawatiran.

Sebagai seorang ayah yang belum tahu nasib anaknya, Hannan menghabiskan hari-harinya bersandar di tembok koridor pesantren, tempat ia dan orang tua santri lainnya menanti kepastian.

Hingga Rabu malam, ketika harapan mulai menipis, suara ambulans dari kejauhan menggema sampai posko evakuasi, yang berjarak sekitar 200 meter dari reruntuhan. Kabar tentang adanya korban selamat mulai beredar dari mulut ke mulut, bahkan sebelum pengumuman resmi dari Basarnas.

Pada saat itu, Hannan belum tahu bahwa anaknya termasuk di antara yang selamat. Semua orang tua santri di lokasi sama-sama diliputi kecemasan.

Namun, tak lama kemudian, tangis bahagia Hannan pecah, membasahi pipinya di tengah hiruk pikuk posko evakuasi.

12 jam setelah penyelamatan Alfatih, dokter menyatakan bahwa kondisinya cukup stabil dan memungkinkan untuk segera pulang ke Bangkalan, Madura. Tidak ada luka dalam, hanya beberapa bekas luka di lengannya.

Sang ayah kemudian bertanya, “Al mau apa?”

Alfatih menjawab dengan polos, “Mau motor dua tak.”

Hannan akan memprioritaskan pemulihan fisik dan psikis Alfatih, sebelum merencanakan langkah terbaik untuk masa depannya.

Tiba-tiba, ponsel Hannan berdering, panggilan video masuk. Adik Al—sapaan akrab Alfatih—menelepon.

“Kakak, kapan pulang?” tanya sang adik dari seberang.

“Besok,” jawab Alfatih dengan mantap.

Hannan masih menunggu kepastian dari dokter yang merawat Alfatih. Namun, yang pasti, ia mengakui bahwa ia baru bisa mandi dan makan dengan nikmat setelah mengetahui putranya selamat.

Ringkasan

Alfatih Cakra Buana, seorang santri berusia 14 tahun, selamat setelah dua malam terkubur di reruntuhan musala Pondok Pesantren Al-Ghaziny. Ia berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan dalam operasi dramatis. Alfatih mengalami kesulitan bernapas dan merasa seperti mimpi saat terjebak, namun berhasil diselamatkan setelah mendengar suara ketukan dan merangkak keluar.

Ayah Alfatih, Abdul Hannan Ikhsan, sangat bersyukur atas keselamatan putranya. Ia menunggu dengan cemas di posko evakuasi selama berhari-hari, dan akhirnya menerima kabar gembira bahwa Alfatih selamat dan kondisinya stabil. Keluarga Alfatih kini bersyukur dan fokus pada pemulihan fisik dan psikisnya.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

June 29, 2025
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

June 24, 2025
Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

May 31, 2025
Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

May 31, 2025
Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

0
Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

0
Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

0
Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

0
Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

June 9, 2026
Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia vs Mozambik, tayang jam berapa?

Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia vs Mozambik, tayang jam berapa?

June 9, 2026
Harga emas hari ini stabil, investor wajib pantau inflasi AS dan Timur Tengah

Harga emas hari ini stabil, investor wajib pantau inflasi AS dan Timur Tengah

June 9, 2026
Kecewanya Hakim Danish usai tak selesaikan balapan Moto3 Hungaria 2026

Kecewanya Hakim Danish usai tak selesaikan balapan Moto3 Hungaria 2026

June 9, 2026

Recent News

Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

Pradiksi Gunatama (PGUN) Realisasi Belanja Modal Rp 26,6 Miliar per Mei 2026

June 9, 2026
Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia vs Mozambik, tayang jam berapa?

Jadwal siaran langsung Timnas Indonesia vs Mozambik, tayang jam berapa?

June 9, 2026

Categories

  • Arts
  • autos
  • Careers
  • Crime
  • Education And Learning
  • entertainment
  • Family And Relationships
  • Fashion And Style
  • finance
  • Food And Drink
  • Gaming
  • General
  • health
  • Hobbies And Interests
  • Home And Garden
  • Lifestyle
  • Lifestyles
  • News
  • Personal Development
  • Pets And Animals
  • politics
  • Public Safety And Emergencies
  • Science
  • Shopping
  • Society Culture And History
  • sports
  • technology
  • travel
  • Uncategorized
  • Urban Infrastructure
  • War And Conflicts
  • Weather

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

We bring you the best Auto Generate Content News for WordPress Plugins that perfect for news, etc. Check our landing page for details.

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2025