Pada Rabu malam, 31 Desember 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung lokasi perayaan tahun baru di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dalam kunjungan tersebut, Kapolri Sigit didampingi oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri, menandai kehadiran pimpinan kepolisian tertinggi dalam memastikan kelancaran malam pergantian tahun.
Rombongan tiba sekitar pukul 22.45 WIB, disambut antusiasme warga. Sebelum memasuki Pos Pengamanan Bundaran HI, Kapolri menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan masyarakat, bahkan memberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Selepas itu, ia dan jajarannya bergabung dengan sejumlah pejabat penting, termasuk Gubernur Jakarta Pramono Anung, untuk bersama-sama menantikan momen pergantian tahun.
Sebelum kunjungan lapangan ini, Jenderal Sigit diketahui telah mengikuti telekonferensi koordinasi. Agenda penting tersebut melibatkan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pengamanan malam pergantian tahun di berbagai wilayah berjalan dengan baik dan kondusif.
Berdasarkan laporan dan informasi yang diperoleh Kapolri dari lapangan, tampak jelas ketaatan masyarakat terhadap imbauan pemerintah daerah. Khususnya terkait larangan penggunaan petasan dan kembang api dalam menyambut malam pergantian tahun. Hal ini menunjukkan kesadaran kolektif yang tinggi, dengan banyak warga yang memilih untuk merayakan momen sakral tersebut melalui kegiatan-kegiatan positif seperti doa bersama, sebagaimana yang diungkapkan Sigit usai telekonferensi di Polda Metro Jaya.
Untuk mendukung suksesnya agenda nasional ini, Polri mengerahkan kekuatan masif, yaitu 312 ribu personel untuk pengamanan Natal dan tahun baru di seluruh wilayah Indonesia. Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Polri Irjen Mulya Hasudungan Ritonga menjelaskan bahwa jumlah tersebut setara dengan dua pertiga dari total kekuatan personel Polri, sebuah angka yang menggarisbawahi skala dan komitmen pengamanan yang luar biasa.
Lebih lanjut, dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada publik, Polri juga menyiapkan sebanyak 2.903 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Fasilitas-fasilitas ini dirancang untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk berbagai keperluan, mulai dari kegiatan ibadah, kunjungan ke pusat keramaian dan pusat perbelanjaan, hingga aktivitas lainnya yang membutuhkan kehadiran dan dukungan kepolisian.
Fokus pengamanan lokal juga menjadi perhatian utama, khususnya di ibu kota. Sebagai bagian dari upaya komprehensif ini, Polda Metro Jaya sendiri telah mengerahkan sekitar 13.500 polisi khusus untuk pengamanan Malam Tahun Baru di wilayah hukumnya, memastikan stabilitas dan keamanan bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.








