News Stream Pro
No Result
View All Result
Monday, June 1, 2026
  • Login
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
Subscribe
News Stream Pro
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
No Result
View All Result
News Stream Pro
No Result
View All Result
Home Public Safety And Emergencies

Dua pilot Smart Air ditembak di Boven Digoel, apa hubungan mereka dengan tambang emas ilegal dan konflik bersenjata di Papua?

by demo-nspro
February 12, 2026
in Public Safety And Emergencies
0
Dua pilot Smart Air ditembak di Boven Digoel, apa hubungan mereka dengan tambang emas ilegal dan konflik bersenjata di Papua?
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua pilot maskapai PT Smart Cakrawala Aviation, atau yang dikenal sebagai Smart Air, meninggal dunia usai ditembak oleh milisi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Selasa (11/02). Peristiwa tragis ini sontak menciptakan suasana mencekam di Kampung Danowage, yang terletak tak jauh dari lokasi kejadian, membuat warga setempat merasa terganggu dan resah.

Kekesalan mendalam juga diungkapkan oleh warga. Mereka meyakini insiden ini seharusnya bisa dihindari apabila aparat penegak hukum lebih serius dalam memberantas praktik pendulangan emas ilegal yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan tersebut. Seorang pegiat pendidikan di Kampung Danowage, yang identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan, mengungkapkan bahwa seminggu sebelum kejadian, seorang ibu melaporkan adanya informasi tentang kelompok bersenjata yang siap menembak pendatang di lokasi tambang. Pegiat ini menambahkan, “Saya pikir semua ini dimulai dari akses yang dibuka, lalu ada tambang ilegal. Keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat lokal jadi terganggu.” Padahal, menurutnya, Danowage sebelumnya dikenal sebagai tempat yang paling aman, di mana warga dan penginjil lokal sangat menyambut baik para pendatang.

Setelah penembakan tragis terhadap dua pilot tersebut, Jimmy, seorang penginjil asli Papua di Danowage, memimpin upaya evakuasi mandiri bagi para guru dan pekerja medis, sebagian besar berstatus pendatang, yang bertugas di Sekolah Lentera Harapan dan Klinik Siloam. Evakuasi ini dilakukan dengan menggunakan perahu kayu tradisional yang disebut ketinting, menyusuri sungai sejauh sekitar 30 kilometer dari Danowage menuju Bandara Yaniruma. Dari Yaniruma, mereka kemudian dijemput oleh pesawat milik yayasan misionaris untuk diterbangkan ke Sentani demi keselamatan mereka. “Kami harus evakuasi mereka ke tempat lain supaya mereka aman,” kata Jimmy.

TPNPB secara terbuka menyatakan bertanggung jawab atas penembakan yang menewaskan kedua pilot, Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro. Milisi pro-kemerdekaan Papua ini berdalih bahwa maskapai Smart Aviation dituding sering mengangkut pasukan keamanan Indonesia ke berbagai wilayah di Tanah Papua, dan pilot-pilot perusahaan ini tidak mengindahkan peringatan yang berulang kali dikeluarkan oleh markas pusat TPNPB. Menanggapi tudingan ini, Manajer Eksekutif Smart Air, Lerry Janurengers, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. “Saat ini kami masih fokus untuk pemulangan jenazah, memberikan waktu kepada keluarga, dan menunggu informasi dari pihak berwenang,” ujarnya.

Jimmy, penginjil di Danowage, juga menyebutkan bahwa pesawat yang mendarat di Bandara Korowai Batu kerap membawa pendulang emas ilegal. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor pemicu penembakan terhadap pilot Smart Air. Perlu diketahui, pada tahun 2017, BBC News Indonesia pernah memublikasikan laporan jurnalistik mengenai tambang ilegal di hutan hujan tropis Papua, yang hanya dapat diakses dengan berjalan kaki dari Danowage atau menggunakan helikopter. Lokasi tambang ilegal ini membentang di antara lima kabupaten: Boven Digoel, Asmat, Mappi, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.

Meskipun Juru Bicara Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, melalui pesan singkat mengklaim bahwa pendulangan emas di dekat Danowage telah ditutup oleh polisi dan Pemprov Papua, Jimmy mengungkapkan hal sebaliknya. “Sekarang masih ramai di atas,” ujarnya, merujuk pada lokasi pendulangan emas. Ia menambahkan, “Itu yang dibilang oleh TPNPB bahwa pendatang dan pendulang emas tidak boleh datang ke sini, tapi mereka tidak mau dengar dan paksa naik sampai akhirnya jatuh korban. Pilot juga kena karena pendulang naik pesawat dan turun di Danowage. Akhirnya kami semua di sini juga kena.”

Mengapa TPNPB Tembak Pilot?

Dua pimpinan TPNPB yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan pilot Smart Aviation adalah Elkius Kobak dan Kopitua Heluka. Keduanya telah berulang kali mengancam dan menyerang pesawat yang mereka tuding mengangkut polisi dan tentara ke Kabupaten Yahukimo dan wilayah sekitarnya. Ancaman serupa pernah mereka keluarkan menjelang kedatangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Yahukimo pertengahan Januari lalu, yang menyebabkan batalnya kunjungan tersebut ke salah satu episentrum konflik bersenjata di Tanah Papua. Ancaman terhadap maskapai yang dianggap membantu penerjunan aparat keamanan tidak hanya datang dari Elkius dan Kopitua yang memimpin TPNPB di sekitar Yahukimo, tetapi juga dari jejaring TPNPB di daerah lain. Misalnya, di Bandara Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada 31 Januari lalu, milisi TPNPB pimpinan Apeni Kobagao juga mengeluarkan ancaman serupa, “Jika aparat terus melancarkan bisnis bersama maskapai penerbangan di Intan Jaya, maka kami akan tetap terus melakukan penyerangan.”

Dalam beberapa publikasi, baik kepolisian maupun militer memang diketahui menggunakan maskapai Smart Air untuk mendukung operasional mereka di Papua. Pada September 2021, kepolisian menyewa pesawat Smart Air untuk mengevakuasi warga pendatang dari Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, setelah TPNPB membakar fasilitas publik dan menyerang tenaga kesehatan. Brigjen I Gusti Agung Winatha, yang saat itu menjabat Kepala Satgas Elang III, juga pernah terbang ke Ilaga, Kabupaten Puncak, dengan pesawat Smart Aviation pada September 2022. Januari 2023, kepolisian kembali menggunakan pesawat milik Smart Air untuk mengevakuasi 58 warga pendatang dari Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, menuju Jayapura, pasca serangan TPNPB ke pusat distrik tersebut. Insiden penembakan terhadap pesawat Smart Air oleh milisi TPNPB juga bukan hal baru. Pada 18 Agustus 2023, Smart Air yang membawa tujuh polisi anggota Satgas Cartenz ke Bandara Pogapa di Distrik Homeyo, Intan Jaya, ditembaki saat hendak mendarat sebelum akhirnya kembali mengudara. Sebelumnya, pada Maret 2023, pesawat mereka ditembak di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, dan pada Juli 2024, pesawat maskapai ini kembali ditembaki di Bandara Sinak, Kabupaten Puncak.

Kesaksian tentang Penembakan di Korowai Batu

Pesawat jenis Cessna Grand Caravan dengan kode penerbangan PK-SNR milik Smart Air lepas landas dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, pukul 10.38 Waktu Indonesia Timur (WIT). Pesawat yang membawa 13 penumpang, termasuk satu bayi, itu mendarat di Bandara Korowai Batu sekitar pukul 11.05 WIT. Menurut Jimmy, sekitar 15 warga Danowage berada di dekat landasan saat pesawat itu hendak mendarat, sebuah pemandangan lumrah di berbagai wilayah di Tanah Papua yang sangat bergantung pada jalur penerbangan untuk akses.

Setelah kedua pilot Smart Air dan para penumpang keluar dari pesawat, sejumlah orang bersenjata tiba-tiba muncul dari pepohonan di sebelah Bandara Korowai Batu. Jimmy menceritakan bahwa warga dan penumpang segera berlarian menuju bangunan bandara, sementara kedua pilot berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah hutan. “Pilot masuk beberapa meter ke hutan, lalu orang-orang itu tangkap dan bawa mereka keluar hutan,” kata Jimmy. Ia melanjutkan, kedua pilot, Egon Erawan dan Baskoro Adi Anggoro, dibawa ke arah hanggar, di mana milisi TPNPB kemudian menembak keduanya. “Warga bingung. Semua panik. Orang-orang itu bawa senjata lengkap jadi warga tidak bisa bergerak. Semua diam—takut,” ujar Jimmy. Ia juga menuturkan bahwa warga Danowage tidak mengenal kelompok bersenjata tersebut dan menduga mereka adalah milisi yang biasa beroperasi di Yahukimo, sesuai dengan pengakuan Elkius Kobak dan Kopitua Heluka. Dalam insiden itu, Jimmy bersama sejumlah warga berupaya keras agar para guru dan pekerja medis dari Sekolah Lentera Harapan dan Klinik Siloam Danowage tidak terlihat oleh milisi, kemudian menyembunyikan mereka ke tempat yang aman usai penembakan.

Bagaimana Tanggapan Asosiasi Pilot?

Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam keras pembunuhan dua pilot Smart Air sebagai tindakan tidak manusiawi. Dalam pernyataan di hadapan pers di Tangerang Selatan, Kamis (12/02), Ketua Umum IPI, Muammar Reza Nugraha, menegaskan bahwa pembunuhan tersebut melanggar prinsip keamanan penerbangan yang diatur oleh undang-undang nasional dan Konvensi Chicago yang berlaku secara internasional. Anggota Dewan Kehormatan IPI, Rama Noya, menambahkan bahwa pilot adalah warga sipil dan tidak seharusnya menjadi target dalam konflik bersenjata. Mengingat sebagian besar wilayah di Tanah Papua sangat bergantung pada penerbangan perintis, serangan terhadap pilot akan merugikan kepentingan masyarakat luas. “Kami pilot sipil melakukan pelayanan pada umumnya,” ujar Rama. “Penyerangan kepada pilot sipil sama saja dengan menyerang masyarakat sendiri, karena transportasi di Papua itu sebagian besar dilakukan melalui udara,” lanjutnya, sembari menyerukan pemerintah untuk menutup sementara bandara dengan risiko keamanan tinggi dan baru mengoperasikannya kembali dengan jaminan keamanan yang kuat.

Apa Kaitan Peristiwa Ini dengan Tambang Emas Ilegal?

Seperti yang diungkapkan oleh penginjil Jimmy, pegiat pendidikan di Danowage juga mengonfirmasi bahwa pesawat Smart Air seringkali membawa pendulang emas ilegal ke Korowai Batu. Dalam konteks konflik bersenjata di Tanah Papua, pendulang emas memang telah berulang kali menjadi sasaran milisi TPNPB, menyoroti kompleksitas dan bahaya yang dihadapi oleh mereka yang terlibat dalam aktivitas ini di tengah hutan. Smart Air, hingga kini, belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan tersebut.

Bagi warga Kampung Danowage, pendulangan emas ilegal membawa dampak besar. Pegiat pendidikan tersebut menjelaskan bahwa Sungai Deiram kini semakin keruh dan berwarna coklat, membuat warga tak lagi berani mengonsumsi ikan atau udang dari sungai itu. “Tambang emas merusak keamanan dan mengganggu ekosistem masyarakat lokal. Ini yang terjadi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Yang paling nyata, anak-anak tidak bisa molo [berenang] untuk mencari ikan lagi seperti dulu. Sekarang mereka hanya makan pisang, singkong, dan berburu di hutan pada hari Sabtu.” Klaim ini dibantah oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, yang menyatakan bahwa polisi telah menutup pendulangan emas di sekitar Danowage dan Korowai Batu. Namun, kesaksian dari warga setempat mengindikasikan bahwa aktivitas ilegal tersebut masih berlangsung.

Apa Kata Aparat Sejauh Ini?

Kepala Operasi Satgas Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, menyatakan telah mengerahkan 20 personel untuk menjaga Bandara Korowai Batu. Para polisi ini juga bertugas memastikan evakuasi kedua pilot Smart Air menuju Timika dapat berjalan tanpa kontak tembak. “Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif,” ujar Faizal, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama. Selain polisi, 12 tentara Angkatan Udara juga turut berjaga di bandara. Faizal menyebut pihaknya juga berupaya menjamin keamanan bagi sekitar 39 warga Danowage yang mengungsi pasca pembunuhan pilot Smart Air, sementara 13 penumpang yang menumpang pesawat Smart Air disebutnya tidak mengalami luka dan telah kembali ke rumah mereka di sekitar Danowage. Kepolisian, kata Faizal, akan menggelar operasi penindakan terhadap Elkius Kobak dan Kopitua Heluka, serta pasukan TPNPB lainnya.

Insiden ini menambah panjang daftar kekerasan dan konflik yang melanda Papua. Peristiwa tragis seperti kematian anak-anak akibat ‘granat yang dibawa drone’ di Yahukimo, kasus pembunuhan guru Melani Wamea, atau dugaan penganiayaan polisi terhadap pemuda asli Papua yang menewaskan mereka, menggambarkan betapa rentannya nyawa warga sipil di tengah pusaran konflik bersenjata. Kondisi ini juga memperlihatkan adanya permasalahan yang lebih dalam terkait pengelolaan sumber daya dan perhatian terhadap masyarakat adat, seperti penolakan terhadap blok minyak terbesar atau pertanyaan seputar kesejahteraan orang asli Papua dari pertambangan, yang seringkali memicu seruan untuk lebih memperhatikan isu-isu di Bumi Cenderawasih ini.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

June 29, 2025
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

June 24, 2025
Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

May 31, 2025
Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

May 31, 2025
Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

0
Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

0
Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

0
Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

0
Mathew Baker di Ambang Sejarah,Siap Pecahkan Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia

Mathew Baker di Ambang Sejarah,Siap Pecahkan Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia

June 1, 2026
Antusias suporter dukung timnas U-19 di Piala AFF, rela datang dari jauh

Antusias suporter dukung timnas U-19 di Piala AFF, rela datang dari jauh

June 1, 2026
Masuk skuad senior, Mathew Baker berpotensi pecahkan rekor bersejarah Timnas Indonesia

Masuk skuad senior, Mathew Baker berpotensi pecahkan rekor bersejarah Timnas Indonesia

June 1, 2026
Sarwendah bantah persulit Ruben Onsu untuk bertemu anak

Sarwendah bantah persulit Ruben Onsu untuk bertemu anak

June 1, 2026

Recent News

Mathew Baker di Ambang Sejarah,Siap Pecahkan Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia

Mathew Baker di Ambang Sejarah,Siap Pecahkan Rekor Debutan Termuda Timnas Indonesia

June 1, 2026
Antusias suporter dukung timnas U-19 di Piala AFF, rela datang dari jauh

Antusias suporter dukung timnas U-19 di Piala AFF, rela datang dari jauh

June 1, 2026

Categories

  • Arts
  • autos
  • Careers
  • Crime
  • Education And Learning
  • entertainment
  • Family And Relationships
  • Fashion And Style
  • finance
  • Food And Drink
  • Gaming
  • General
  • health
  • Hobbies And Interests
  • Home And Garden
  • Lifestyle
  • Lifestyles
  • News
  • Personal Development
  • Pets And Animals
  • politics
  • Public Safety And Emergencies
  • Science
  • Shopping
  • Society Culture And History
  • sports
  • technology
  • travel
  • Uncategorized
  • Urban Infrastructure
  • War And Conflicts
  • Weather

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

We bring you the best Auto Generate Content News for WordPress Plugins that perfect for news, etc. Check our landing page for details.

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2025