JAKARTA, KOMPAS.com – Proses krusial seleksi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) akan segera memasuki tahap penentuan. Komisi XI DPR RI dijadwalkan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bagi para kandidat selama dua hari, yaitu pada Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026). Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, mengonfirmasi bahwa serangkaian pengujian tersebut akan dimulai pada Jumat pagi dan dilanjutkan pada Senin siang, menandai langkah penting dalam pengisian posisi strategis di bank sentral.
Misbakhun menjelaskan lebih lanjut bahwa sesi pertama fit and proper test pada Jumat akan dimulai pukul sembilan pagi. Dari ketiga calon yang diajukan, agenda pada hari itu akan dibuka dengan pengujian terhadap kandidat nomor urut tiga, Bapak Solikin M. Juhro. Pembatasan hanya satu calon pada Jumat dikarenakan pertimbangan waktu yang singkat, mengingat hari tersebut merupakan pra-Jumatan, memberikan kesempatan optimal bagi satu kandidat untuk memaparkan visi dan misinya.
Sementara itu, sosok Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, yang juga masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur BI, telah memantik perhatian publik. Pencalonannya sempat memicu perdebatan mengenai potensi gangguan terhadap independensi Bank Indonesia serta dampaknya terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, sebuah isu krusial yang kemungkinan besar akan menjadi sorotan dalam pengujian mendatang.
Dua kandidat lainnya akan menghadapi uji kelayakan dan kepatutan pada Senin siang. Sesi hari Senin akan dibuka dengan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, yang merupakan calon dengan nomor urut dua. Setelah itu, pengujian akan dilanjutkan dengan calon nomor urut satu, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono. Misbakhun menguraikan bahwa urutan pengujian pada hari Senin akan dimulai dari nomor urut dua, kemudian diakhiri dengan nomor urut satu, sebelum keputusan mengenai calon terpilih diambil pada Senin malam.
Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI memang telah menjadi perhatian sejak ia diusulkan untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Senin (19/1/2026) di Istana, Jakarta, mengonfirmasi bahwa Thomas adalah salah satu nama yang diusulkan oleh pemerintah untuk mengisi posisi penting tersebut. Presiden Prabowo Subianto sendiri telah mengirimkan surat presiden (surpres) yang memuat daftar nama calon Deputi Gubernur BI kepada DPR RI, sebagai langkah awal proses uji kelayakan dan kepatutan ini.
Menariknya, Gubernur Bank Indonesia sendiri disebut-sebut turut mengusulkan nama Thomas Djiwandono sebagai kandidat. Dalam konteks isu independensi yang sempat mengemuka, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, turut memastikan bahwa Thomas Djiwandono tidak lagi terikat dengan kepengurusan partai. Menurut Dasco, Thomas telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya di pengurus partai secara efektif sejak 31 Desember 2025, sebuah langkah yang menguatkan posisinya sebagai calon Deputi Gubernur BI yang independen dan terlepas dari afiliasi politik langsung.













