News Stream Pro
No Result
View All Result
Monday, June 8, 2026
  • Login
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
Subscribe
News Stream Pro
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
No Result
View All Result
News Stream Pro
No Result
View All Result
Home politics

TikTok Diblokir Lagi? Trump Perpanjang Larangan hingga 2025!

by demo-nspro
September 17, 2025
in politics
0
TikTok Diblokir Lagi? Trump Perpanjang Larangan hingga 2025!
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Selasa (16/9/2025) secara resmi mengeluarkan perintah eksekutif yang kembali memperpanjang tenggat waktu pelarangan aplikasi TikTok selama tiga bulan ke depan. Langkah krusial ini diambil untuk mencegah platform video pendek populer itu berhenti beroperasi pada Rabu (17/9/2025), tepat saat masa perpanjangan sebelumnya berakhir, menandai babak baru dalam drama panjang mengenai masa depan TikTok di Negeri Paman Sam.

TikTok, platform berbagi video pendek yang dimiliki oleh ByteDance, sebuah perusahaan teknologi raksasa asal China, telah lama menjadi sorotan. Sehari sebelum perintah eksekutif terbaru ini, pemerintahan Trump mengumumkan bahwa Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan prinsipil. Kesepakatan tersebut diharapkan memungkinkan TikTok untuk tetap beroperasi di AS dalam jangka panjang, kemungkinan besar melalui penjualan aset TikTok di AS kepada kelompok investor yang didukung oleh Amerika.

Negosiasi Alot dan Ultimatum Penutupan TikTok

Polemik mengenai kepemilikan TikTok di AS telah berlangsung berbulan-bulan, dengan Trump sejak lama mendorong agar aset-aset aplikasi tersebut dialihkan kepada investor Amerika. Namun, tuntutan ini berulang kali ditolak oleh China, membuat negosiasi berjalan sangat alot. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa ancaman penutupan TikTok secara total menjadi titik balik krusial dalam perundingan antara kedua negara adidaya tersebut.

“Yang mengubah gelombang adalah panggilan yang Duta Besar (Jamieson) Greer dan saya lakukan dengan Presiden Trump pada malam setelah hari pertama negosiasi, dan Presiden Trump menjelaskan bahwa dia bersedia membiarkan TikTok menjadi gelap,” ujar Bessent kepada CNBC, menggambarkan ketegasan posisi AS.

Ultimatum tegas dari Trump itulah yang akhirnya membuat China bersedia menyetujui kesepakatan setelah sebelumnya terus menolak. Bessent menambahkan, sebenarnya syarat-syarat komersial untuk kesepakatan ini sudah mulai disusun sejak Maret, tetapi prosesnya tertunda akibat kebijakan tarif Trump. Proses negosiasi kembali berjalan setelah tarif diturunkan, memungkinkan fokus pembicaraan kembali diarahkan pada isu-isu keamanan nasional yang menjadi perhatian utama Washington.

Bessent dengan tegas menyatakan bahwa Washington tidak akan berkompromi sedikit pun mengenai aspek keamanan dalam kesepakatan ini. “Kami tidak bersedia mengorbankan keamanan nasional demi kesepakatan ini. Jadi kami berhasil mencapai serangkaian kesepakatan, sebagian besar untuk hal-hal yang tidak akan kami lakukan di masa depan yang tidak akan berdampak pada keamanan nasional,” tuturnya, dikutip dari CNN. Kesepakatan ini pun memastikan operasional TikTok di AS tetap berjalan, namun dengan pengawasan yang ketat demi menjaga data pengguna Amerika.

Investor Baru dan Detail Kesepakatan TikTok

Sebagai bagian dari perjanjian awal, investor baru akan masuk bergabung dengan para investor lama ByteDance. Kesepakatan ini ditargetkan rampung dalam 30 hingga 45 hari mendatang. Dalam kesepakatan penting ini, Oracle akan tetap memegang kontrak layanan cloud TikTok, menegaskan perannya dalam infrastruktur aplikasi.

Meskipun demikian, aspek pendanaan kesepakatan ini masih menimbulkan banyak pertanyaan. David Feber dari CNBC menyebutkan bahwa sumber dana diperkirakan tidak akan terlalu besar dan tidak akan langsung mengarah pada penawaran saham perdana (IPO). Namun, yang paling krusial adalah tenggat waktu yang ditetapkan Trump dalam perintah eksekutif terbarunya. ByteDance diberi batas waktu hingga 16 Desember untuk sepenuhnya melepaskan kepemilikan TikTok di AS.

Jika gagal memenuhi syarat tersebut, aplikasi itu akan dilarang beroperasi di Amerika dengan alasan keamanan nasional. Rencana divestasi ini bertujuan memangkas kepemilikan ByteDance hingga di bawah 20 persen dan, yang terpenting, menutup akses Partai Komunis China terhadap data pengguna di AS.

Pengawasan Ketat Kongres dan Dampak Diplomatik

Dilansir dari Politico, perintah Trump kali ini merupakan perpanjangan keempat kalinya sejak Kongres meloloskan undang-undang bipartisan tahun lalu. Aturan tersebut sebenarnya membatasi kewenangan presiden untuk memperpanjang tenggat waktu tanpa batas, meskipun Mahkamah Agung telah memberikan dukungan penuh atas penerapan larangan tersebut. Sejumlah anggota Kongres menilai kebijakan Trump sebagai upaya menyeimbangkan kebutuhan keamanan nasional dengan pentingnya TikTok bagi masyarakat Amerika.

Melihat kompleksitas dan dampak luas dari aplikasi ini, beberapa anggota Kongres yang vokal mengkritik China telah berjanji akan mengawasi jalannya kesepakatan dengan cermat. Mereka menekankan pentingnya memastikan bahwa aturan keamanan nasional tetap ditegakkan tanpa kompromi, mengingat sensitivitas data pengguna. Mengingat eskalasi isu TikTok pernah menyebabkan China mendorong AS untuk menyelesaikan masalah ini melalui dialog, kini titik terang mulai terlihat.

Kesepakatan ini juga menambah dimensi diplomatik yang signifikan, membuka peluang terjadinya pertemuan antara Presiden Trump dengan Presiden China, Xi Jinping, di masa mendatang. Bessent secara khusus menyebut hasil yang dicapai tidak lepas dari peran penting Presiden Trump. Menurutnya, keberhasilan ini bisa menjadi momentum berharga untuk memperkuat hubungan antara Washington dan Beijing, terutama di tengah isu-isu dagang dan teknologi yang kerap memanas dan memicu ketegangan. Kesepakatan yang memungkinkan TikTok terus beroperasi ini, juga mencegah dampak ekonomi yang sebelumnya pernah terjadi ketika penjualan pedagang di platform tersebut anjlok hingga 80 persen karena kekhawatiran pelarangan.

Ringkasan

Presiden Trump memperpanjang larangan TikTok hingga 16 Desember 2025, menunda penutupan aplikasi tersebut. Meskipun sebelumnya AS dan China mencapai kesepakatan prinsipil yang memungkinkan TikTok beroperasi di AS melalui penjualan aset kepada investor Amerika, negosiasi berjalan alot karena penolakan awal dari China. Ancaman penutupan total TikTok menjadi titik balik yang memaksa China untuk bernegosiasi.

Kesepakatan awal melibatkan masuknya investor baru, dengan Oracle tetap sebagai penyedia layanan cloud. ByteDance harus melepaskan kepemilikan TikTok di AS hingga di bawah 20% sebelum tenggat waktu 16 Desember untuk menghindari pelarangan permanen. Kongres akan mengawasi ketat kesepakatan ini, memastikan keamanan data pengguna terjaga, dan kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan AS-China.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

June 29, 2025
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

June 24, 2025
Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

May 31, 2025
Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

May 31, 2025
Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

0
Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

0
Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

0
Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

0
Breaking news: Shin Tae-yong resmi jadi pelatih Persija Jakarta untuk Super League 2026/2027

Breaking news: Shin Tae-yong resmi jadi pelatih Persija Jakarta untuk Super League 2026/2027

June 8, 2026
4 alasan emas tetap berharga meski tidak menghasilkan dividen

4 alasan emas tetap berharga meski tidak menghasilkan dividen

June 8, 2026
Saham bank lanjut memerah di akhir sesi I Senin (8/6/2026)

Saham bank lanjut memerah di akhir sesi I Senin (8/6/2026)

June 8, 2026
Lima tahun setelah Euro 2020, Christian Eriksen alami insiden serupa kolaps di lapangan

Lima tahun setelah Euro 2020, Christian Eriksen alami insiden serupa kolaps di lapangan

June 8, 2026

Recent News

Breaking news: Shin Tae-yong resmi jadi pelatih Persija Jakarta untuk Super League 2026/2027

Breaking news: Shin Tae-yong resmi jadi pelatih Persija Jakarta untuk Super League 2026/2027

June 8, 2026
4 alasan emas tetap berharga meski tidak menghasilkan dividen

4 alasan emas tetap berharga meski tidak menghasilkan dividen

June 8, 2026

Categories

  • Arts
  • autos
  • Careers
  • Crime
  • Education And Learning
  • entertainment
  • Family And Relationships
  • Fashion And Style
  • finance
  • Food And Drink
  • Gaming
  • General
  • health
  • Hobbies And Interests
  • Home And Garden
  • Lifestyle
  • Lifestyles
  • News
  • Personal Development
  • Pets And Animals
  • politics
  • Public Safety And Emergencies
  • Science
  • Shopping
  • Society Culture And History
  • sports
  • technology
  • travel
  • Uncategorized
  • Urban Infrastructure
  • War And Conflicts
  • Weather

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

We bring you the best Auto Generate Content News for WordPress Plugins that perfect for news, etc. Check our landing page for details.

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2025