Momen bersejarah terjadi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) malam, ketika sejumlah presiden dan wakil presiden terdahulu berkumpul memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan penting ini menandai sebuah dialog konstruktif antara pemimpin masa kini dan para pendahulu bangsa, yang kemudian disusul dengan keluarnya para tokoh dari kompleks Istana sekitar pukul 23.13 WIB.
Berdasarkan pantauan, salah satu tokoh pertama yang terlihat meninggalkan lokasi adalah Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Ia tampak didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Setelahnya, suasana semakin ramai dengan keluarnya rombongan besar yang terdiri dari Presiden ke-7 RI, Jokowi, bersama dengan Wapres ke-13 RI, Ma’ruf Amin, dan Wapres ke-11 RI, Boediono. Tak ketinggalan, Wapres Gibran Rakabuming Raka juga terlihat dalam rombongan ini, bahkan Jokowi dan Gibran tampak meninggalkan Istana dalam satu mobil yang sama.
Rentetan kepergian para tokoh terus berlanjut. Berikutnya, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga meninggalkan area Istana Merdeka. SBY terlihat didampingi oleh putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, menambah kesan kebersamaan dalam pertemuan yang baru saja usai. Kehadiran berbagai generasi pemimpin ini menunjukkan betapa krusialnya agenda yang dibahas di balik dinding Istana.
Pertemuan yang dihadiri oleh para presiden dan wakil presiden terdahulu ini memang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Tidak hanya itu, acara ini juga turut mengundang sejumlah mantan menteri luar negeri dan ketua umum partai politik, memperluas spektrum pandangan yang dapat diserap. Dialog intens ini diketahui berlangsung sejak pukul 19.30 WIB, yang berarti para tokoh tersebut berdiskusi selama hampir empat jam.
Dalam kesempatan berharga tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta masukan dan pandangan dari para tokoh nasional yang hadir, dengan tujuan utama untuk bertukar pikiran mengenai berbagai isu penting. Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3), menjelaskan esensi dari pertemuan ini. “Tentu untuk bersilaturahmi dan berdiskusi, Bapak Presiden ingin mendengar serta bertukar pandangan dengan para tokoh tersebut,” ujar Teddy, menegaskan komitmen Prabowo dalam membangun komunikasi dan sinergi lintas generasi demi kemajuan bangsa.












